Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KERAGAAN PERTUMBUHAN DAN WARNA IKAN WILD BETTA (Betta sp.) DENGAN REKAYASA INTENSITAS CAHAYA DAN WARNA LATAR

View through CrossRef
Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh kondisi lingkungan dengan intensitas cahaya dan warna latar yang berbeda terhadap pertumbuhan dan warna ikan cupang (Betta sp.). Biota uji diberi kombinasi perlakuan perbedaan kondisi cahaya dan warna latar, yaitu: (A-1) 100 lux dan latar putih; (A-2) 100 lux dan latar hitam; (A-3) 100 lux dan latar biru; (B-1) 800 lux dan latar putih; (B-2) 800 lux dan latar hitam; (B-3) 800 lux dan latar biru; (C-1) 1.500 lux dan latar putih; (C-2) 1.500 lux dan latar hitam; dan (C-3) 1.500 Lux dan latar biru. Setiap perlakuan diulang tiga kali. Ikan diberikan pakan berupa larva Chironomus sp. secara ad libitum. Penelitian dilakukan selama 84 hari. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan A-1 (intensitas 100 lux dan latar putih), dengan laju pertumbuhan spesifik panjang dan bobot masing-masing sebesar 0,48 ± 0,06%/hari dan 0,75 ± 0,22%/hari; sintasan sebesar 100%, serta persentase perubahan hue (H), saturation (S), dan brightness (B) berturut-turut adalah 21 ± 18, 6 ± 10, dan 6 ± 18.This research was conducted to determine the effect of rearing environment and light intensity with different background coloration to improve the color quality and growth of wild betta fish (Betta sp.). The fishs which were placed in the small tanks and treated with different light intensities and background coloration. The treatments combinations were: (A-1) 100 lux and white background, (A-2) 100 lux and black background, (A-3) 100 lux and blue background, (B-1) 800 lux and white background, (B-2) 800 lux and black background, (B-3) 800 lux and black background, (C-1) 1,500 lux and white background, (C-2) 1,500 lux and black background, and (C-3) 1,500 lux and blue background. Each treatment was repeated three times. The fish were fed onfrozen Chironomus larvae twice a day. The research was conducted for 84 days. The result showed that the combination of 100 lux and white background resulted the best growth rate (0.48 ± 0.06 cm/day in length and 0.75 ± 0.22%/day in weight) and survival rate of 100%. The best combination had the value of hue (21 ± 18), saturation (6 ± 10), and brightness (6 ± 18).
Agency for Marine and Fisheries Research and Development
Title: KERAGAAN PERTUMBUHAN DAN WARNA IKAN WILD BETTA (Betta sp.) DENGAN REKAYASA INTENSITAS CAHAYA DAN WARNA LATAR
Description:
Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh kondisi lingkungan dengan intensitas cahaya dan warna latar yang berbeda terhadap pertumbuhan dan warna ikan cupang (Betta sp.
).
Biota uji diberi kombinasi perlakuan perbedaan kondisi cahaya dan warna latar, yaitu: (A-1) 100 lux dan latar putih; (A-2) 100 lux dan latar hitam; (A-3) 100 lux dan latar biru; (B-1) 800 lux dan latar putih; (B-2) 800 lux dan latar hitam; (B-3) 800 lux dan latar biru; (C-1) 1.
500 lux dan latar putih; (C-2) 1.
500 lux dan latar hitam; dan (C-3) 1.
500 Lux dan latar biru.
Setiap perlakuan diulang tiga kali.
Ikan diberikan pakan berupa larva Chironomus sp.
secara ad libitum.
Penelitian dilakukan selama 84 hari.
Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan A-1 (intensitas 100 lux dan latar putih), dengan laju pertumbuhan spesifik panjang dan bobot masing-masing sebesar 0,48 ± 0,06%/hari dan 0,75 ± 0,22%/hari; sintasan sebesar 100%, serta persentase perubahan hue (H), saturation (S), dan brightness (B) berturut-turut adalah 21 ± 18, 6 ± 10, dan 6 ± 18.
This research was conducted to determine the effect of rearing environment and light intensity with different background coloration to improve the color quality and growth of wild betta fish (Betta sp.
).
The fishs which were placed in the small tanks and treated with different light intensities and background coloration.
The treatments combinations were: (A-1) 100 lux and white background, (A-2) 100 lux and black background, (A-3) 100 lux and blue background, (B-1) 800 lux and white background, (B-2) 800 lux and black background, (B-3) 800 lux and black background, (C-1) 1,500 lux and white background, (C-2) 1,500 lux and black background, and (C-3) 1,500 lux and blue background.
Each treatment was repeated three times.
The fish were fed onfrozen Chironomus larvae twice a day.
The research was conducted for 84 days.
The result showed that the combination of 100 lux and white background resulted the best growth rate (0.
48 ± 0.
06 cm/day in length and 0.
75 ± 0.
22%/day in weight) and survival rate of 100%.
The best combination had the value of hue (21 ± 18), saturation (6 ± 10), and brightness (6 ± 18).

Related Results

Pengolahan Ikan di Kabupaten Bantaeng
Pengolahan Ikan di Kabupaten Bantaeng
UKM Melati dan UKM Sipatujui adalah dua mitra yang bergerak dalam bidang pengolahan ikan di Kabupaten Bantaeng. Kedua mitra selama ini hanya mengembangkan kerupuk amplang dan bakso...
Margin Pemasaran Ikan di Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara
Margin Pemasaran Ikan di Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara
Penelitian bertujuan untuk mengetahui 1) fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan nelayan dan pedagang perantara; 2) saluran pemasaran ikan; dan 3) margin pemasaran ikan. Metode anal...
ANALISIS PERUBAHAN PROTEIN IKAN SELAMA PENGOLAHAN DENGAN PENGGARAMAN
ANALISIS PERUBAHAN PROTEIN IKAN SELAMA PENGOLAHAN DENGAN PENGGARAMAN
Indonesia Sejauh ini, belum ada studi terkait pengaruh tahapan proses pengolahan ikan tradisional di Indonesia terhadap perubahan profil bobot molekul serta alergenisitasnya. Tujua...
TINGKAT PREVELENSI EKTOPARASIT IKAN BAWAL BINTANG (Trachinotus blochii) di BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA LAUT LAMPUNG
TINGKAT PREVELENSI EKTOPARASIT IKAN BAWAL BINTANG (Trachinotus blochii) di BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA LAUT LAMPUNG
Kegiatan budidaya dengan sistem keramba jaring apung (KJA), merupakan inovasi yang diharapkan mampu meningkatkan efesiensi, efektivitas, dan kontrol terhadap ikan yang dibudidayaka...
ANALISIS SUBSEKTOR PERIKANAN DI KABUPATEN OKU TIMUR PROVINSI SUMATERA SELATAN
ANALISIS SUBSEKTOR PERIKANAN DI KABUPATEN OKU TIMUR PROVINSI SUMATERA SELATAN
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) Untuk mengetahui jenis ikan unggul di OKU Timur. 2) Untuk mengetahui pertumbuhan komoditas subsektor perikanan di OKU Timur. Hasil penel...
PENGARUH INTENSITAS CAHAYA TERHADAP KUALITAS IKAN KERING DENGAN METODE EFEK RUMAH KACA DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI TEGALSARI
PENGARUH INTENSITAS CAHAYA TERHADAP KUALITAS IKAN KERING DENGAN METODE EFEK RUMAH KACA DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI TEGALSARI
Produksi ikan yang melimpah di daerah laut utara jawa membutuhkan penanganan pasca yang ekstensif untuk menjaga kualitas ikan. Oleh sebab itu, hasil tangkapan di Tempat Pelelangan ...

Back to Top