Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

IDENTIFIKASI IKAN CUPANG (Betta imbelis) TRANSGENIK FOUNDER MEMBAWA GEN PENYANDI HORMON PERTUMBUHAN; Identification of Transgenic Founder Betta Fish (Betta imbelis) Carry Growth Hormone Gene.

View through CrossRef
Penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi keberhasilan introduksi gen penyandi hormon pertumbuhan (Growth Hormone, GH) pada induk F-0 ikan Betta imbellis. Ikan transgenik F-0 dibuat dengan menggunakan metode transfeksi. Identifikasi dilakukan menggunakan metode RT-PCR. RNA total diekstraksi dari embrio pooled sample hasil persilangan induk transgenik dan non-transgenik. Berdasarkan analisis ekspresi gen pada embrio juga menunjukkan adanya aktivitas ekspresi gen GH pada semua perlakuan dibandingkan dengan kontrol (embrio hasil persilangan non-transgenik x non-transgenik). Jumlah individu induk F-0 yang membawa gen GH eksogen berdasarkan analisis PCR dengan DNA template dari sirip ekor adalah sebanyak 16%. Individu positif membawa gen GH eksogen tersebut dibesarkan lebih lanjut untuk memproduksi Betta imbellis transgenik F-1. Kandidat ikan transgenik jantan F-0 dikawinkan dengan ikan non-transgenik betina, sedangkan transgenik F-0 betina dikawinkan dengan non-transgenik jantan. Sebanyak 30-50 butir embrio hasil pemijahan F-0 digabung, kemudian DNA genom diekstrak. Sebagian embrio digunakan untuk ekstraksi RNA total untuk analisis ekspresi mRNA GH eksogen. Hasil analisis PCR menunjukkan bahwa semua sampel embrio dari induk transgenik F-0 dapat terdeteksi gen GH eksogen, sedangkan untuk kontrol (non-transgenik) tidak terdeteksi. Ekspresi mRNA juga terdeteksi pada embrio F-1. Dengan demikian, metode transfeksi embrio Betta imbellis efektif digunakan untuk menghasilkan ikan transgenik, dan sangat berpotensi menghasilkan individu F-1 Betta imbellis dengan pertumbuhan lebih cepat.The study was conducted to identify the successful introduction of the growth hormone gene (Growth Hormone, GH) on the F-0 Betta imbellis broodstock. The F-0 transgenic fish was made through transfection methods. Identification was done using RT-PCR method. Total RNA was extracted from pooled embryos sample. Based on the analysis of gene expression in embryos also showed activity GH gene expression in all treatments compared to the control (non-transgenic x non-transgenic). The number of individuals F-0 which carried exogenous GH gene by PCR analysis of the DNA template of the tail fin was as much as 16%. Positive individuals carried the exogenous GH gene raised further to produce transgenic F-1 B. imbellis. Candidate of transgenic F-0 males fish were mated with non-transgenic female fish, whereas the transgenic F-0 females were mated with non-transgenic males. The 30-50 embryos obtained were combined, then their genomic DNA were extracted. Some of the embryos was used for the extraction of total RNA for analysis of mRNA expression of GH exogenous. The PCR analysis showed that all samples of embryos from the transgenic F-0 broodstock could be detected, whereas for the control (non-transgenic) was not detected. mRNA expression was also detected in embryos of F-1. The average weight of the F-0 broodstocks were 1.55 g and a total length was 12.97 cm. Thus, the transfection methods through betta embryos peaceful effectively generated transgenic fish, and potentially produced fast growth of individuals F-1 Betta imbellis.
Title: IDENTIFIKASI IKAN CUPANG (Betta imbelis) TRANSGENIK FOUNDER MEMBAWA GEN PENYANDI HORMON PERTUMBUHAN; Identification of Transgenic Founder Betta Fish (Betta imbelis) Carry Growth Hormone Gene.
Description:
Penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi keberhasilan introduksi gen penyandi hormon pertumbuhan (Growth Hormone, GH) pada induk F-0 ikan Betta imbellis.
Ikan transgenik F-0 dibuat dengan menggunakan metode transfeksi.
Identifikasi dilakukan menggunakan metode RT-PCR.
RNA total diekstraksi dari embrio pooled sample hasil persilangan induk transgenik dan non-transgenik.
Berdasarkan analisis ekspresi gen pada embrio juga menunjukkan adanya aktivitas ekspresi gen GH pada semua perlakuan dibandingkan dengan kontrol (embrio hasil persilangan non-transgenik x non-transgenik).
Jumlah individu induk F-0 yang membawa gen GH eksogen berdasarkan analisis PCR dengan DNA template dari sirip ekor adalah sebanyak 16%.
Individu positif membawa gen GH eksogen tersebut dibesarkan lebih lanjut untuk memproduksi Betta imbellis transgenik F-1.
Kandidat ikan transgenik jantan F-0 dikawinkan dengan ikan non-transgenik betina, sedangkan transgenik F-0 betina dikawinkan dengan non-transgenik jantan.
Sebanyak 30-50 butir embrio hasil pemijahan F-0 digabung, kemudian DNA genom diekstrak.
Sebagian embrio digunakan untuk ekstraksi RNA total untuk analisis ekspresi mRNA GH eksogen.
Hasil analisis PCR menunjukkan bahwa semua sampel embrio dari induk transgenik F-0 dapat terdeteksi gen GH eksogen, sedangkan untuk kontrol (non-transgenik) tidak terdeteksi.
Ekspresi mRNA juga terdeteksi pada embrio F-1.
Dengan demikian, metode transfeksi embrio Betta imbellis efektif digunakan untuk menghasilkan ikan transgenik, dan sangat berpotensi menghasilkan individu F-1 Betta imbellis dengan pertumbuhan lebih cepat.
The study was conducted to identify the successful introduction of the growth hormone gene (Growth Hormone, GH) on the F-0 Betta imbellis broodstock.
The F-0 transgenic fish was made through transfection methods.
Identification was done using RT-PCR method.
Total RNA was extracted from pooled embryos sample.
Based on the analysis of gene expression in embryos also showed activity GH gene expression in all treatments compared to the control (non-transgenic x non-transgenic).
The number of individuals F-0 which carried exogenous GH gene by PCR analysis of the DNA template of the tail fin was as much as 16%.
Positive individuals carried the exogenous GH gene raised further to produce transgenic F-1 B.
imbellis.
Candidate of transgenic F-0 males fish were mated with non-transgenic female fish, whereas the transgenic F-0 females were mated with non-transgenic males.
The 30-50 embryos obtained were combined, then their genomic DNA were extracted.
Some of the embryos was used for the extraction of total RNA for analysis of mRNA expression of GH exogenous.
The PCR analysis showed that all samples of embryos from the transgenic F-0 broodstock could be detected, whereas for the control (non-transgenic) was not detected.
mRNA expression was also detected in embryos of F-1.
The average weight of the F-0 broodstocks were 1.
55 g and a total length was 12.
97 cm.
Thus, the transfection methods through betta embryos peaceful effectively generated transgenic fish, and potentially produced fast growth of individuals F-1 Betta imbellis.

Related Results

IDENTIFIKASI JENIS IKAN CUPANG BERDASARKAN GAMBAR MENGGUNAKAN METODE CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK
IDENTIFIKASI JENIS IKAN CUPANG BERDASARKAN GAMBAR MENGGUNAKAN METODE CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK
Di Indonesia, menjadi penggemar ikan hias sudah menjadi hal yang wajar. Ikan cupang merupakan salah satu spesies ikan hias yang cukup mudah ditemui di Indonesia. Banyaknya jenis ik...
PERAKITAN IKAN LELE (Clarias sp.) TRANSGENIK DENGAN TEKNIK ELEKTROPORASI SPERMA
PERAKITAN IKAN LELE (Clarias sp.) TRANSGENIK DENGAN TEKNIK ELEKTROPORASI SPERMA
Aplikasi teknologi transfer gen melalui perantaraan sperma dimungkinkan untuk memperbaiki kualitas genetik ikan. Keberhasilan transfer gen hormon pertumbuhan (Growth Hormone =GH) i...
Pengolahan Ikan di Kabupaten Bantaeng
Pengolahan Ikan di Kabupaten Bantaeng
UKM Melati dan UKM Sipatujui adalah dua mitra yang bergerak dalam bidang pengolahan ikan di Kabupaten Bantaeng. Kedua mitra selama ini hanya mengembangkan kerupuk amplang dan bakso...
Margin Pemasaran Ikan di Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara
Margin Pemasaran Ikan di Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara
Penelitian bertujuan untuk mengetahui 1) fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan nelayan dan pedagang perantara; 2) saluran pemasaran ikan; dan 3) margin pemasaran ikan. Metode anal...
TINGKAT PREVELENSI EKTOPARASIT IKAN BAWAL BINTANG (Trachinotus blochii) di BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA LAUT LAMPUNG
TINGKAT PREVELENSI EKTOPARASIT IKAN BAWAL BINTANG (Trachinotus blochii) di BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA LAUT LAMPUNG
Kegiatan budidaya dengan sistem keramba jaring apung (KJA), merupakan inovasi yang diharapkan mampu meningkatkan efesiensi, efektivitas, dan kontrol terhadap ikan yang dibudidayaka...
Pengaruh dosis hormon rGH dan tiroksin dalam pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan koi (Cyprinus carpio, L)
Pengaruh dosis hormon rGH dan tiroksin dalam pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan koi (Cyprinus carpio, L)
Pertumbuhan yang relatif lama menjadi salah satu kendala dalam komoditas perdagangan khususnya ikan koi. Kebutuhan pakan yang sangat tinggi sangat menjadi masalah bagi para pembudi...
ANALISIS SUBSEKTOR PERIKANAN DI KABUPATEN OKU TIMUR PROVINSI SUMATERA SELATAN
ANALISIS SUBSEKTOR PERIKANAN DI KABUPATEN OKU TIMUR PROVINSI SUMATERA SELATAN
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) Untuk mengetahui jenis ikan unggul di OKU Timur. 2) Untuk mengetahui pertumbuhan komoditas subsektor perikanan di OKU Timur. Hasil penel...

Back to Top