Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Perancangan Alat Pembelah Dan Pencungkil Buah Pinang

View through CrossRef
Kebutuhan biji pinang yang sangat meningkat untuk berbagai keperluan mampu menjadi pendapatan dan keuntungan melalui bisnis buah pinang ini. Permintaan ekspor biji pinang muda lebih besar daripada permintaan untuk biji pinang tua, cara mengupas buah pinang muda secara manual dengan satu parang dan satu biji pinang yang akan dibelah menjadi tidak efisien untuk memenuhi permintaan ekspor yang cukup tinggi dan pada proses pengeringan biji pinang dengan kulitnya  memakan waktu yang cukup lama. Berdasarkan dari permasalahan tersebut, penulis melakukkan perancangan alat pembelah dan pencungkil dengan metode pendekatan atropometri dimensi tubuh orang Indonesia dalam menentukkan ukuran panjang alat 86 cm, lebar alat 65 cm dan tinggi alat 75 cm. Penggunaan Operation Process Chart (OPC) dalam perancangan alat untuk memperkiran kebutuhan bahan baku, proses pengerjaan dan waktu pengerjaan sekitar 371 menit. Break Event Point dalam menentukan balik modal atau titik impas dalam perancangan alat kalkulasi harga Rp 592.270,00 dengan keuntungan 10 % dari BEP unit. Cara penggunaan rancangan alat dengan meletakkan buah pinang dan biji pinang pada wadah kedudukan pinang lalu menekan tuas pembelah dan pencungkil dari atas kebawah sehingga buah dan biji pinang akan terlepas dari kulitnya. Maka dengan adanya alat ini. produktivitas dalam memproduksi buah pinang lebih maksimal
Title: Perancangan Alat Pembelah Dan Pencungkil Buah Pinang
Description:
Kebutuhan biji pinang yang sangat meningkat untuk berbagai keperluan mampu menjadi pendapatan dan keuntungan melalui bisnis buah pinang ini.
Permintaan ekspor biji pinang muda lebih besar daripada permintaan untuk biji pinang tua, cara mengupas buah pinang muda secara manual dengan satu parang dan satu biji pinang yang akan dibelah menjadi tidak efisien untuk memenuhi permintaan ekspor yang cukup tinggi dan pada proses pengeringan biji pinang dengan kulitnya  memakan waktu yang cukup lama.
Berdasarkan dari permasalahan tersebut, penulis melakukkan perancangan alat pembelah dan pencungkil dengan metode pendekatan atropometri dimensi tubuh orang Indonesia dalam menentukkan ukuran panjang alat 86 cm, lebar alat 65 cm dan tinggi alat 75 cm.
Penggunaan Operation Process Chart (OPC) dalam perancangan alat untuk memperkiran kebutuhan bahan baku, proses pengerjaan dan waktu pengerjaan sekitar 371 menit.
Break Event Point dalam menentukan balik modal atau titik impas dalam perancangan alat kalkulasi harga Rp 592.
270,00 dengan keuntungan 10 % dari BEP unit.
Cara penggunaan rancangan alat dengan meletakkan buah pinang dan biji pinang pada wadah kedudukan pinang lalu menekan tuas pembelah dan pencungkil dari atas kebawah sehingga buah dan biji pinang akan terlepas dari kulitnya.
Maka dengan adanya alat ini.
produktivitas dalam memproduksi buah pinang lebih maksimal.

Related Results

RANCANG BANGUN MESIN PEMBELAH PINANG
RANCANG BANGUN MESIN PEMBELAH PINANG
Buah pinang terdiri dari biji, serabut dan batok yang memiliki tingkat kekerasan tertentu. petani masih menggunakan pembelahan buah pinang secara manual dengan alat yang sederhana ...
PERANCANGAN PENJEMUR PINANG ERGONOMI DENGAN PENDEKATAN QFD (QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT)
PERANCANGAN PENJEMUR PINANG ERGONOMI DENGAN PENDEKATAN QFD (QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT)
ABSTRAK Buah pinang merupakan tanaman tropis yang ditanam untuk mendapatkan buah dan keindahannya. Proses pengeringan yang biasa dilakukan oleh petani adalah dengan cara penjemura...
Potensi Infusa Biji Buah Pinang (Areca catechu) terhadap Tingkat Mortalitas Haemonchus contortus pada Domba
Potensi Infusa Biji Buah Pinang (Areca catechu) terhadap Tingkat Mortalitas Haemonchus contortus pada Domba
Haemonchosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing Haemonchus contortus dan sering menyerang pada domba. Kerugian ekonomi terbesar karena penyakit ini adalah mortalit...
Kajian Semiotika Mantra Banjar
Kajian Semiotika Mantra Banjar
Penelitian ini berkenaan [u1] dengan kajian bentuk fisik, jenis, dan fungsi mantra Banjar. Rumusan masalah penelitian ini ada 4, yakni: (1) bagaimanakah bentuk fisik mantra Banjar?...
PERANCANGAN ALAT PACKING PINANG ERGONOMIS STUDI KASUS : GUDANG PENJEMURAN PINANG SUNGAI DURIAN KEC. KERITANG KAB. INHIL
PERANCANGAN ALAT PACKING PINANG ERGONOMIS STUDI KASUS : GUDANG PENJEMURAN PINANG SUNGAI DURIAN KEC. KERITANG KAB. INHIL
Saat ini aktivitas packing pinang di gudang penjemuran pinang sungai durian dilakukan tanpa menggunakan alat bantu yaitu dengan cara pekerja menyekop pinang dengan punggung membung...
Menelusuri Buah-Buah Roh: “Galatia 5:22-23 dan Transformasi Diri Bagi Generasi Muda Kristen"
Menelusuri Buah-Buah Roh: “Galatia 5:22-23 dan Transformasi Diri Bagi Generasi Muda Kristen"
Dalam artikel ini, penulis melihat fenomena anak muda kristen yang tidak berkarakter Allah, serta hidup tidak sesuai dengan kebenaran Allah. Karakter mereka rusak dengan kenakalan ...
Pengaruh Metode Pemberongsongan Buah Terhadap Produksi Jambu Kristal Di Desa Wergonayan Kecamatan Mirit Kabupaten Kebumen
Pengaruh Metode Pemberongsongan Buah Terhadap Produksi Jambu Kristal Di Desa Wergonayan Kecamatan Mirit Kabupaten Kebumen
Tanaman jambu kristal merupakan tanaman yang saat ini sedang menjadi primadona para petani di Kabupaten Kebumen sehingga banyak sekali petani yang menanamnya dalam skala luas seper...
Preferensi Konsumsi Pinang Kering di Kecamatan Biboki Selatan Kabupaten Timor Tengah Utara
Preferensi Konsumsi Pinang Kering di Kecamatan Biboki Selatan Kabupaten Timor Tengah Utara
Pinang kering merupakan salah satu bahan yang dicampur dengan sirih untuk dikonsumsi. Pemanfaatan akan pinang oleh sebagian besar masyarakat yang ada di Indonesia pun berbagai maca...

Back to Top