Javascript must be enabled to continue!
KONSTRUKSI SOSIAL MAKNA SELAMATAN DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT DESA KARETAN BANYUWANGI
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk menggali konstruksi sosial yang membentuk makna selamatan dalam kehidupan masyarakat Desa Karetan, Banyuwangi, sebuah tradisi yang menggabungkan aspek religius dan sosial. Selamatan di desa ini tidak hanya dianggap sebagai ritual keagamaan, melainkan juga sebagai proses sosial yang menciptakan dan memperkuat ikatan antarindividu dalam komunitas. Makna selamatan di Desa Karetan dipengaruhi oleh dinamika sosial, perubahan ekonomi, serta interaksi antar generasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, perspektif teori yang digunakan teori konstruksi sosial yang dikembangkan oleh Peter Ludwig Berger. Wawancara mendalam serta observasi kolektif dipergunakan untuk memahami cara masyarakat memaknai dan menghidupkan selamatan dalam kehidupan sehari-hari. Fokus utama penelitian adalah bagaimana selamatan berfungsi sebagai mekanisme pembentukan identitas sosial dan penguatan jaringan sosial di tengah perubahan yang cepat. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun ada upaya untuk mempertahankan tradisi, selamatan mengalami perubahan makna seiring dengan pengaruh modernisasi, di mana aspek sosial dan pragmatis semakin mendominasi. Penelitian ini memberikan wawasan tentang dinamika budaya di desa yang sering terabaikan dalam kajian sosial, serta bagaimana praktik budaya tetap relevan meskipun berada di tengah tekanan modernisasi.
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Palangka Raya
Title: KONSTRUKSI SOSIAL MAKNA SELAMATAN DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT DESA KARETAN BANYUWANGI
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk menggali konstruksi sosial yang membentuk makna selamatan dalam kehidupan masyarakat Desa Karetan, Banyuwangi, sebuah tradisi yang menggabungkan aspek religius dan sosial.
Selamatan di desa ini tidak hanya dianggap sebagai ritual keagamaan, melainkan juga sebagai proses sosial yang menciptakan dan memperkuat ikatan antarindividu dalam komunitas.
Makna selamatan di Desa Karetan dipengaruhi oleh dinamika sosial, perubahan ekonomi, serta interaksi antar generasi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, perspektif teori yang digunakan teori konstruksi sosial yang dikembangkan oleh Peter Ludwig Berger.
Wawancara mendalam serta observasi kolektif dipergunakan untuk memahami cara masyarakat memaknai dan menghidupkan selamatan dalam kehidupan sehari-hari.
Fokus utama penelitian adalah bagaimana selamatan berfungsi sebagai mekanisme pembentukan identitas sosial dan penguatan jaringan sosial di tengah perubahan yang cepat.
Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun ada upaya untuk mempertahankan tradisi, selamatan mengalami perubahan makna seiring dengan pengaruh modernisasi, di mana aspek sosial dan pragmatis semakin mendominasi.
Penelitian ini memberikan wawasan tentang dinamika budaya di desa yang sering terabaikan dalam kajian sosial, serta bagaimana praktik budaya tetap relevan meskipun berada di tengah tekanan modernisasi.
Related Results
Tradisi Selamatan Seribu Hari Masyarakat Hindu Kabupaten Blitar
Tradisi Selamatan Seribu Hari Masyarakat Hindu Kabupaten Blitar
Selamatan merupakan ajaran tradisi Jawa untuk menyelamatkan jiwa orang yang sudah meninggal dunia. Seperti masyarakat Kabupaten Blitar baik yang beragama Hindu maupun Islam upacara...
Analisis Hukum Islam tentang Pelaksanaan Selamatan Kehamilan (Pitonan) dalam Ritual Adat Jawa
Analisis Hukum Islam tentang Pelaksanaan Selamatan Kehamilan (Pitonan) dalam Ritual Adat Jawa
Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui, pertama, apa alasan masyarakat di dukuh Pacingkerep Ngandul Sumberlawang Sragen menggunakan ritual selamatan kehamilan (pitonan); kedua, bag...
UPAYA PENINGKATAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI PENGELOLAAN DANA DESA DALAM MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT
UPAYA PENINGKATAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI PENGELOLAAN DANA DESA DALAM MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT
Abstrak
UU No. 19 Tahun 2023 tentang APBN dan Permendes No. 7 Tahun 2023 tentang Rincian Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2024 mencakup Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 202...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
MAKNA SIMBOLIK TUMPENG DALAM SELAMATAN DAN NILAI-NILAI AJARAN BUDDHA PADA MASYARAKAT UMAT BUDDHA DI KULON PROGO
MAKNA SIMBOLIK TUMPENG DALAM SELAMATAN DAN NILAI-NILAI AJARAN BUDDHA PADA MASYARAKAT UMAT BUDDHA DI KULON PROGO
Masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Jawa sampai saat ini masih memegang dan nguri-uri budaya leluhur. Salah satu budaya leluhur yang masih dilestarikan adalah penggunaan tump...
Dampak Pergeseran Budaya Masyarakat Banyuwangi terhadap Pola Permainan Angklung Caruk Grup Aliyan Bolot
Dampak Pergeseran Budaya Masyarakat Banyuwangi terhadap Pola Permainan Angklung Caruk Grup Aliyan Bolot
Banyuwangi merupakan kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Jawa. Kabupaten Banyuwangi memiliki banyak kebudayaan, adat dan tradisi. Seiring dengan perkembangan zaman, kebudaya...
KAJIAN GAYA DALAM PADA KONSTRUKSI RANGKA BATANG (VAKWERK)
KAJIAN GAYA DALAM PADA KONSTRUKSI RANGKA BATANG (VAKWERK)
Dalam ilmu statika benda didalam bidang dapat dibedakan menjadi konstruksi batang dan konstruksi rangka batang. Konstruksi rangka batang merupakan konstruksi yang terdiri dari elem...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...

