Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISIS KEBUTUHAN PEREKAM MEDIS BERDASARKAN BEBAN KERJA PADA UNIT REKAM MEDIS MENGGUNAKAN METODE FTE DI RUMAH SAKIT PANTI NUGROHO

View through CrossRef
Ketidaksesuaian antara jumlah kebutuhan petugas dengan jumlah petugas yang tersedia. Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala rekam medis yang dilakukan pada 13 Januari 2024 diketahui bahwa jumlah petugas rekam medis berjumlah 15 orang dengan waktu kerja 7 jam, namun dengan jumlah petugas yang ada, masih terdapat petugas yang sering kali bekerja melebihi jam kerja normal dan harus mengambil alih tugas tambahan, kepala rekam medis juga mengungkapkan bahwa adanya ketidakseimbangan antara beban kerja dengan jumlah petugas yang tersedia. Tujuan dari penelitian untuk menghitung jumlah kebutuhan tenaga kerja rekam medis yang dibutuhkan di unit rekam medis Rumah Sakit Panti Nugroho dengan metode FTE. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah petugas di unit rekam medis yang berjumlah dua orang dan objek dalam penelitian ini adalah jumlah kebutuhan perekam medis berdasarkan beban kerja. Berdasarkan perhitungan menggunakan metode FTE didapatkan hasil bahwa total kebutuhan tenaga kerja pada unit rekam medis di Rumah Sakit Panti Nugroho yaitu 18 orang petugas. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu total Kebutuhan SDM di unit rekam medis Rumah Sakit Panti Nugroho adalah 18 orang petugas, sedangkan di Rumah Sakit Panti Nugroho memiliki 15 orang petugas sehingga perlu ditambahkan 3 orang petugas.
Title: ANALISIS KEBUTUHAN PEREKAM MEDIS BERDASARKAN BEBAN KERJA PADA UNIT REKAM MEDIS MENGGUNAKAN METODE FTE DI RUMAH SAKIT PANTI NUGROHO
Description:
Ketidaksesuaian antara jumlah kebutuhan petugas dengan jumlah petugas yang tersedia.
Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala rekam medis yang dilakukan pada 13 Januari 2024 diketahui bahwa jumlah petugas rekam medis berjumlah 15 orang dengan waktu kerja 7 jam, namun dengan jumlah petugas yang ada, masih terdapat petugas yang sering kali bekerja melebihi jam kerja normal dan harus mengambil alih tugas tambahan, kepala rekam medis juga mengungkapkan bahwa adanya ketidakseimbangan antara beban kerja dengan jumlah petugas yang tersedia.
Tujuan dari penelitian untuk menghitung jumlah kebutuhan tenaga kerja rekam medis yang dibutuhkan di unit rekam medis Rumah Sakit Panti Nugroho dengan metode FTE.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif.
Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi.
Subjek dalam penelitian ini adalah petugas di unit rekam medis yang berjumlah dua orang dan objek dalam penelitian ini adalah jumlah kebutuhan perekam medis berdasarkan beban kerja.
Berdasarkan perhitungan menggunakan metode FTE didapatkan hasil bahwa total kebutuhan tenaga kerja pada unit rekam medis di Rumah Sakit Panti Nugroho yaitu 18 orang petugas.
Kesimpulan dari penelitian ini yaitu total Kebutuhan SDM di unit rekam medis Rumah Sakit Panti Nugroho adalah 18 orang petugas, sedangkan di Rumah Sakit Panti Nugroho memiliki 15 orang petugas sehingga perlu ditambahkan 3 orang petugas.

Related Results

GAMBARAN SISTEM PENYELENGGARAAN REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM BUNDA THAMRIN TAHUN 2018
GAMBARAN SISTEM PENYELENGGARAAN REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM BUNDA THAMRIN TAHUN 2018
Dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan terutama rumah sakit harus tersedianya sistem penyelenggaraan rekam medis yang baik. Tercapainya tujuan ...
Pelaksanaan Retensi Dan Migrasi Data Dalam Upaya Mendukung Implementasi Rekam Medis Elektronik Di Rumah Sakit Hermina Serpong
Pelaksanaan Retensi Dan Migrasi Data Dalam Upaya Mendukung Implementasi Rekam Medis Elektronik Di Rumah Sakit Hermina Serpong
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (PMK RI) No. 24 tahun 2022 tentang Rekam Medis, semua fasilitas kesehatan di Indonesia wajib menyelenggarakan Rekam Medis Ele...
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Fungsi Rekam Medis di Rumah Sakit Prof. Dr. Tabrani Pekanbaru
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Fungsi Rekam Medis di Rumah Sakit Prof. Dr. Tabrani Pekanbaru
Data rumah Sakit Prof. Dr. Tabrani Pekanbaru rekam medis belum berfungsi sebagaimana mestinya sesuai dengan Depkes RI tentang pedoman penyelenggaraan dan prosedur rekam medis rumah...
ANALISIS KUALITATIF PENDOKUMENTASIAN REKAM MEDIS RAWAT INAP KASUS CRANIOTOMY DI RSUD DR MOEWARDI SURAKARTA
ANALISIS KUALITATIF PENDOKUMENTASIAN REKAM MEDIS RAWAT INAP KASUS CRANIOTOMY DI RSUD DR MOEWARDI SURAKARTA
Mutu rekam medis baik secara kuantitas maupun secara kualitas sangat mendukung untuk standarisasi akreditasi rumah sakit. Penelitian ini menggunakan rancangan mixed method. Penelit...
LITERATURE REVIEW : ASPEK KEAMANAN DAN KERAHASIAAN DOKUMEN REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT
LITERATURE REVIEW : ASPEK KEAMANAN DAN KERAHASIAAN DOKUMEN REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT
Abstract Security and confidentiality are very important factors in managing medical record files. In terms of security, the medical record file storage room was found to be dusty...
Analisis Faktor yang Memengaruhi Kelengkapan Pengisian Berkas Rekam Medis Rawat Inap
Analisis Faktor yang Memengaruhi Kelengkapan Pengisian Berkas Rekam Medis Rawat Inap
Rekam medis merupakan berkas yang berisi catatan dan dokumen yang terdiri dari identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pa...

Back to Top