Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

RUANG EDUKASI DAN INTERAKSI MUARA ANGKE

View through CrossRef
Muara Angke is one of the poorest areas in Jakarta. One of the reasons is the lack of education owned by the surrounding population so that many families do not have a good life. In addition, as one of the areas located on the seafront, the Muara Angke area is one area that is busy with warehousing activities that trade in marine products so that part of the existing land is used as a place to work and trade. This causes problems in this area, such as the reduction of green land and public space for the surrounding population. The observations, data, and aspirations of community needs that have been collected will form a building that will answer the problem with a project design that will apply the third place concept introduced by Ray Oldenburg, then will use the architectural approach of regionalism in building designs and materials in buildings this. The project will be a space for interaction of local residents who have the main function as a container for the activities of surrounding residents and side functions that support the potential of culinary tourism to serve outside visitors with the concept of buildings that resemble oases in this dense area. In addition to being a place of entertainment, this building will also be a place of education for local people who teach them to be able to have a good education to help their lives. Keywords:  education; fisherman; interaction space; muara angke AbstrakMuara Angke merupakan salah satu kawasan miskin yang ada di Jakarta. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pendidikan yang dimiliki oleh penduduk sekitar sehingga banyak keluarga yang tidak memiliki kehidupan yang baik. Selain itu, sebagai salah satu kawasan yang berada di pinggir laut, kawasan Muara Angke merupakan salah satu daerah yang sibuk dengan aktivitas pergudangannya yang memperdagangkan hasil laut sehingga sebagian tanah yang ada digunakan sebagai tempat bekerja dan tempat berdagang. Hal ini menimbulkan masalah pada kawasan ini, seperti berkurangnya lahan hijau dan ruang publik untuk penduduk sekitar. Hasil pengamatan, data-data, dan aspirasi kebutuhan masyarakat yang sudah dikumpulkan akan membentuk bangunan yang akan menjawab masalah tersebut dengan rancangan proyek yang akan menerapkan konsep tempat ketiga yang diperkenalkan oleh Ray Oldenburg, kemudian akan menggunakan pendekatan arsitektur regionalisme dalam membangun desain dan material pada bangunan ini. Proyek akan menjadi ruang interaksi warga sekitar yang memiliki fungsi utama sebagai wadah kegiatan penduduk sekitar dan fungsi sampingan yang mendukung potensi wisata kuliner untuk melayani pengunjung luar dengan  konsep bangunan yang menyerupai oase pada kawasan yang padat ini. Selain menjadi tempat hiburan, bangunan ini juga akan menjadi wadah edukasi bagi masyarakat lokal yang mengajarkan mereka agar dapat memiliki pendidikan yang baik untuk membantu kehidupan mereka.
Title: RUANG EDUKASI DAN INTERAKSI MUARA ANGKE
Description:
Muara Angke is one of the poorest areas in Jakarta.
One of the reasons is the lack of education owned by the surrounding population so that many families do not have a good life.
In addition, as one of the areas located on the seafront, the Muara Angke area is one area that is busy with warehousing activities that trade in marine products so that part of the existing land is used as a place to work and trade.
This causes problems in this area, such as the reduction of green land and public space for the surrounding population.
The observations, data, and aspirations of community needs that have been collected will form a building that will answer the problem with a project design that will apply the third place concept introduced by Ray Oldenburg, then will use the architectural approach of regionalism in building designs and materials in buildings this.
The project will be a space for interaction of local residents who have the main function as a container for the activities of surrounding residents and side functions that support the potential of culinary tourism to serve outside visitors with the concept of buildings that resemble oases in this dense area.
In addition to being a place of entertainment, this building will also be a place of education for local people who teach them to be able to have a good education to help their lives.
 Keywords:  education; fisherman; interaction space; muara angke AbstrakMuara Angke merupakan salah satu kawasan miskin yang ada di Jakarta.
Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pendidikan yang dimiliki oleh penduduk sekitar sehingga banyak keluarga yang tidak memiliki kehidupan yang baik.
Selain itu, sebagai salah satu kawasan yang berada di pinggir laut, kawasan Muara Angke merupakan salah satu daerah yang sibuk dengan aktivitas pergudangannya yang memperdagangkan hasil laut sehingga sebagian tanah yang ada digunakan sebagai tempat bekerja dan tempat berdagang.
Hal ini menimbulkan masalah pada kawasan ini, seperti berkurangnya lahan hijau dan ruang publik untuk penduduk sekitar.
Hasil pengamatan, data-data, dan aspirasi kebutuhan masyarakat yang sudah dikumpulkan akan membentuk bangunan yang akan menjawab masalah tersebut dengan rancangan proyek yang akan menerapkan konsep tempat ketiga yang diperkenalkan oleh Ray Oldenburg, kemudian akan menggunakan pendekatan arsitektur regionalisme dalam membangun desain dan material pada bangunan ini.
Proyek akan menjadi ruang interaksi warga sekitar yang memiliki fungsi utama sebagai wadah kegiatan penduduk sekitar dan fungsi sampingan yang mendukung potensi wisata kuliner untuk melayani pengunjung luar dengan  konsep bangunan yang menyerupai oase pada kawasan yang padat ini.
Selain menjadi tempat hiburan, bangunan ini juga akan menjadi wadah edukasi bagi masyarakat lokal yang mengajarkan mereka agar dapat memiliki pendidikan yang baik untuk membantu kehidupan mereka.

Related Results

REVITALISASI HUNIAN VERTIKAL DI MUARA ANGKE, JAKARTA UTARA
REVITALISASI HUNIAN VERTIKAL DI MUARA ANGKE, JAKARTA UTARA
Revitalization of vertical hausing by implementing recycled plastic waste is purpose to change the residential settlement patternt in Muara Angke to be better and more sustainable,...
Konsep Pengembangan Kampung Muara Angke Jakarta menjadi Kampung Vertikal
Konsep Pengembangan Kampung Muara Angke Jakarta menjadi Kampung Vertikal
Muara Angke adalah salah satu permukiman padat yang berlokasi Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Permukiman Kumuh di Muara Angke letaknya berada pada wilayah pe...
STUDI ADAPTASI BANJIR DI PERMUKIMAN TEPIAN SUNGAI DI KAWASAN TELUK GONG
STUDI ADAPTASI BANJIR DI PERMUKIMAN TEPIAN SUNGAI DI KAWASAN TELUK GONG
Floods are disasters caused by nature or man-made, floods caused by nature such as continuous high-intensity rain, overflowing river water so that it enters the area and water sent...
Kewenangan Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kota Bima Dalam Mewujudkan Penyelenggaraan Penataan Ruang
Kewenangan Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kota Bima Dalam Mewujudkan Penyelenggaraan Penataan Ruang
Penataan Ruang adalah suatu sistem proses perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penat...
RUANG HAUSDORFF KOMPAK
RUANG HAUSDORFF KOMPAK
Pada ruang topologi terdapat beberapa sifat, salah satunya adalah sifat kekompakan. Kekompakan dalam ruang topologi didefinisikan dengan terdapatnya berhingga koleksi himpunan terb...
PERAN RUANG KOMUNAL DALAM MENCIPTAKAN SENSE OF COMMUNITY STUDI KOMPARASI PERUMAHAN TERENCANA DAN PERUMAHAN TIDAK TERENCANA
PERAN RUANG KOMUNAL DALAM MENCIPTAKAN SENSE OF COMMUNITY STUDI KOMPARASI PERUMAHAN TERENCANA DAN PERUMAHAN TIDAK TERENCANA
Sense of community merupakan penentu signifikan kualitas hidup secara umum dan kepuasan dalam kesejahteraan. Dalam kehidupan bermukim, anggotanya harus memiliki sense of community ...
Analisis Komposisi Hasil Tangkapan Ikan dengan Gill Net atau Jaring Ingsang Hanyut Pelabuhan Perikanan Muara Angke
Analisis Komposisi Hasil Tangkapan Ikan dengan Gill Net atau Jaring Ingsang Hanyut Pelabuhan Perikanan Muara Angke
This research aims to determine and inform the composition of the results catch (type and quantity) from gillnet fishing gear found in Muara Angke Fishing Harbor. The research was ...

Back to Top