Javascript must be enabled to continue!
Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Kekambuhan Pada Pasien Skizofrenia di Wilayah Puskesmas Gondanglegi
View through CrossRef
Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis dengan tingkat kekambuhan tinggi, di mana dukungan keluarga mempunyai peran vital guna menjaga stabilitas kondisi pasien. Studi ini ditujukan guna mengetahui korelasi dari dukungan keluarga dengan kekambuhan pasien skizofrenia di wilayah Puskesmas Gondanglegi. Metode yang digunakan pada studi ini memanfaatkan desain retrospective cross-sectional dengan 80 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Pengumpulan datanya dijalankan melalui kuesioner dukungan keluarga serta kuesioner kekambuhan. Temuan studi memperlihatkan bahwasanya sebagian besar keluarga memberikan dukungan baik sebesar 52,5%, sedangkan tingkat kekambuhan pasien didominasi kategori sedang yaitu 67,5%. Uji Spearman memperlihatkan terdapatnya korelasi dari dukungan keluarga dengan kekambuhan secara signifikan(r = 0,574; p < 0,001 ), yang bermakna makin baiknya dukungan keluarga menjadikan frekuensi kekambuhan makin rendah. Analisis menunjukkan bahwa dukungan emosional, informasi, instrumental, serta penilaian berperan dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan serta adaptasi pasien. Diskusi penelitian menegaskan bahwa keluarga yang terlibat aktif mampu menciptakan lingkungan stabil dan mengurangi stresor yang memicu kekambuhan. Karenanya, peningkatan edukasi serta pendampingan keluarga sangat diperlukan dalam upaya pengendalian kekambuhan pasien skizofrenia.
Institut Kesehatan dan Bisnis Surabaya
Title: Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Kekambuhan Pada Pasien Skizofrenia di Wilayah Puskesmas Gondanglegi
Description:
Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis dengan tingkat kekambuhan tinggi, di mana dukungan keluarga mempunyai peran vital guna menjaga stabilitas kondisi pasien.
Studi ini ditujukan guna mengetahui korelasi dari dukungan keluarga dengan kekambuhan pasien skizofrenia di wilayah Puskesmas Gondanglegi.
Metode yang digunakan pada studi ini memanfaatkan desain retrospective cross-sectional dengan 80 responden yang dipilih melalui purposive sampling.
Pengumpulan datanya dijalankan melalui kuesioner dukungan keluarga serta kuesioner kekambuhan.
Temuan studi memperlihatkan bahwasanya sebagian besar keluarga memberikan dukungan baik sebesar 52,5%, sedangkan tingkat kekambuhan pasien didominasi kategori sedang yaitu 67,5%.
Uji Spearman memperlihatkan terdapatnya korelasi dari dukungan keluarga dengan kekambuhan secara signifikan(r = 0,574; p < 0,001 ), yang bermakna makin baiknya dukungan keluarga menjadikan frekuensi kekambuhan makin rendah.
Analisis menunjukkan bahwa dukungan emosional, informasi, instrumental, serta penilaian berperan dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan serta adaptasi pasien.
Diskusi penelitian menegaskan bahwa keluarga yang terlibat aktif mampu menciptakan lingkungan stabil dan mengurangi stresor yang memicu kekambuhan.
Karenanya, peningkatan edukasi serta pendampingan keluarga sangat diperlukan dalam upaya pengendalian kekambuhan pasien skizofrenia.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Hubungan Komunikasi Keluarga terhadap Kekambuhan Pasien Skizofrenia di Wilayah Puskesmas Kota Samarinda
Hubungan Komunikasi Keluarga terhadap Kekambuhan Pasien Skizofrenia di Wilayah Puskesmas Kota Samarinda
Latar Belakang: Penderita skizofrenia sering mengalami delusi, seperti mendengar suara tanpa stimulus eksternal (halusinasi auditori), meyakini diri sebagai Tuhan, menyakiti orang ...
Dukungan Keluarga pada Tingkat Kekambuhan Klien Halusinasi
Dukungan Keluarga pada Tingkat Kekambuhan Klien Halusinasi
Salah satu kesehatan jiwa yang sering terjadi dan menimbulkan hendaya yang cukup adalah halusinasi. Halusinasi merupakan tanggapan indera terhadap rangsangan yang datang dari luar,...
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Skizofrenia Di Wilayah Kerja Puskesmas Kembaran II
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Skizofrenia Di Wilayah Kerja Puskesmas Kembaran II
Compliance with taking medication in schizophrenic patients is not only the responsibility of health workers, but requires cooperation and support from the family. The family has a...
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN BEBAN KELUARGA DENGAN TINGKATAN SKIZOFRENIA
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN BEBAN KELUARGA DENGAN TINGKATAN SKIZOFRENIA
Skizofrenia merupakan suatu sindrom klinis atau proses penyakit yang mempengaruhi kognitif, persepsi, emosi, perilaku, dan fungsi sosial. Diperkirakan sekitar 26,2% mengalami gangg...
Hubungan Antara Pemberi Rawatan Dengan Tugas KesehatanKeluarga Pada Pasien Skizofrenia Dengan Halusinasi Pendengaran
Hubungan Antara Pemberi Rawatan Dengan Tugas KesehatanKeluarga Pada Pasien Skizofrenia Dengan Halusinasi Pendengaran
Skizofrenia dengan halusinasi memiliki kesulitan dalam menjalankan pekerjaan bahkan dalam merawat diri sendiri. Keluarga sebagai pemberi rawatan melakukan peran yang penting dalam ...

