Javascript must be enabled to continue!
View through CrossRef
ABSTRAK
Halusinasi pendengaran merupakan gangguan jiwa yang dapat mengalami kekambuhan. Salah satu hal untuk mengurangi kekambuhan halusinasi pendengaran yaitu peran keluarga saat penanganan pasien dirumah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan frekuensi kekambuhan pasien halusinasi pendengaran di Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya. Pada penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga yang memiliki pasien halusinasi. Cara pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah dukungan keluarga dan variabel dependen adalah frekuensi kekambuhan. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah lembar kuesioner dan lembar data demografi. Setelah dilakukan penelitian didapatkan hasil tidak ada hubungan dukungan keluarga dengan frekuensi kekambuhan pasien halusinasi dengar di RSJ Menur Surabaya. Hasil uji Spearman Rank Test p= 0,085 yang artinya nilai p > α 0,05, nilai tertinggi dari dukungan keluarga adalah cukup sebanyak 18 responden (45%) dan tertinggi dari frekuensi kekambuhan pasien halusinasi adalah sedang sebanyak 16 responden (40%). Kesimpulan penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dengan frekuensi kekambuhan pasien halusinasi pendengaran di Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya. Saran untuk lebih mengembangkan ilmu dan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitasnya untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.
Kata kunci : Dukungan keluarga, kekambuhan, halusinasi pendengaran
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Adi Husada
Title:
Description:
ABSTRAK
Halusinasi pendengaran merupakan gangguan jiwa yang dapat mengalami kekambuhan.
Salah satu hal untuk mengurangi kekambuhan halusinasi pendengaran yaitu peran keluarga saat penanganan pasien dirumah.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan frekuensi kekambuhan pasien halusinasi pendengaran di Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya.
Pada penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional.
Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga yang memiliki pasien halusinasi.
Cara pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling.
Variabel independen dalam penelitian ini adalah dukungan keluarga dan variabel dependen adalah frekuensi kekambuhan.
Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah lembar kuesioner dan lembar data demografi.
Setelah dilakukan penelitian didapatkan hasil tidak ada hubungan dukungan keluarga dengan frekuensi kekambuhan pasien halusinasi dengar di RSJ Menur Surabaya.
Hasil uji Spearman Rank Test p= 0,085 yang artinya nilai p > α 0,05, nilai tertinggi dari dukungan keluarga adalah cukup sebanyak 18 responden (45%) dan tertinggi dari frekuensi kekambuhan pasien halusinasi adalah sedang sebanyak 16 responden (40%).
Kesimpulan penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dengan frekuensi kekambuhan pasien halusinasi pendengaran di Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya.
Saran untuk lebih mengembangkan ilmu dan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitasnya untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.
Kata kunci : Dukungan keluarga, kekambuhan, halusinasi pendengaran.

