Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kajian Formulasi Etosom sebagai Sistem Penghantaran Agen Sitotoksik dalam Pengobatan Kanker Kulit

View through CrossRef
Abstract. Skin cancer is a global health issues with a high incidence. Commonly used skin cancer treatments include chemotherapy, radiation therapy, cryotherapy, curettage, and electrocautery. However, these therapies face a number of issues related to cost, toxicity, and bioavailability, leading to reduced treatment efficacy and poor patient compliance. Ethosomes are present as a delivery system for cytotoxic agents in skin cancer treatment to overcome this problem and are the best treatment for skin cancer because the cytotoxic agents are delivered along with ethosome can penetrate deeper layers in the skin for systemic purposes. Etosomes can be used for long-term treatment purposes by controlling drug release and specifically acting on cancer cells, thereby minimizing drug side effects. This study aimed to analyze the ethos formulation as a delivery system for cytotoxic agents in the treatment of skin cancer. The research method used was a systematic literature review by searching for international articles from reputable publishers. The results of this study show that ethosomes can be formed using phospholipids, ethanol and water with or without added cholesterol and additional solvents. The most widely used phospholipids are phosphatidylcholine (0.5–5%), ethanol and up to 60% water. Phospholipid and ethanol concentrations in the ethosome system can influence vesicle size and %EE. Abstrak. Kanker kulit menjadi masalah kesehatan global dengan prevelensi yang tinggi. Metode pengobatan yang umum digunakan untuk kanker kulit diantaranya kemoterapi, terapi radiasi, krioterapi, kuretase dan elektrodesikasi. Namun, terapi tersebut dihadapkan pada beberapa masalah terkait biaya, toksisitas dan ketersediaan hayati, sehingga menyebabkan penurunan efektivitas terapi dan kepatuhan pasien yang buruk. Etosom hadir sebagai sistem penghantaran agen sitotoksik dalam pengobatan kanker kulit untuk mengatasi masalah tersebut dan sebagai terapi kanker kulit terbaik karena agen sitotoksik yang dihantarkan dengan etosom dapat berpenetrasi ke lapisan kulit lebih dalam untuk tujuan sistemik. Etosom dapat digunakan untuk terapi berkelanjutan dengan mengontrol pelepasan obat dan bekerja secara spesifik terhadap sel kanker, sehingga dapat meminimalisir efek samping obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis formulasi etosom sebagai sistem penghantaran agen sitotoksik dalam pengobatan kanker kulit. Metode penelitian yang digunakan yaitu systematic literature review dengan cara mencari artikel internasional dari penerbit bereputasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa etosom dapat diformulasikan menggunakan fosfolipid, etanol dan air dengan ataupun tanpa penambahan kolesterol dan pelarut tambahan. Fosfolipid yang paling banyak digunakan adalah fosfatidilkolin (0,5-5%), etanol, dan air hingga 60%. Konsentrasi fosfolipid dan etanol dalam sistem etosom dapat mempengaruhi ukuran vesikel dan %EE.
Title: Kajian Formulasi Etosom sebagai Sistem Penghantaran Agen Sitotoksik dalam Pengobatan Kanker Kulit
Description:
Abstract.
Skin cancer is a global health issues with a high incidence.
Commonly used skin cancer treatments include chemotherapy, radiation therapy, cryotherapy, curettage, and electrocautery.
However, these therapies face a number of issues related to cost, toxicity, and bioavailability, leading to reduced treatment efficacy and poor patient compliance.
Ethosomes are present as a delivery system for cytotoxic agents in skin cancer treatment to overcome this problem and are the best treatment for skin cancer because the cytotoxic agents are delivered along with ethosome can penetrate deeper layers in the skin for systemic purposes.
Etosomes can be used for long-term treatment purposes by controlling drug release and specifically acting on cancer cells, thereby minimizing drug side effects.
This study aimed to analyze the ethos formulation as a delivery system for cytotoxic agents in the treatment of skin cancer.
The research method used was a systematic literature review by searching for international articles from reputable publishers.
The results of this study show that ethosomes can be formed using phospholipids, ethanol and water with or without added cholesterol and additional solvents.
The most widely used phospholipids are phosphatidylcholine (0.
5–5%), ethanol and up to 60% water.
Phospholipid and ethanol concentrations in the ethosome system can influence vesicle size and %EE.
Abstrak.
Kanker kulit menjadi masalah kesehatan global dengan prevelensi yang tinggi.
Metode pengobatan yang umum digunakan untuk kanker kulit diantaranya kemoterapi, terapi radiasi, krioterapi, kuretase dan elektrodesikasi.
Namun, terapi tersebut dihadapkan pada beberapa masalah terkait biaya, toksisitas dan ketersediaan hayati, sehingga menyebabkan penurunan efektivitas terapi dan kepatuhan pasien yang buruk.
Etosom hadir sebagai sistem penghantaran agen sitotoksik dalam pengobatan kanker kulit untuk mengatasi masalah tersebut dan sebagai terapi kanker kulit terbaik karena agen sitotoksik yang dihantarkan dengan etosom dapat berpenetrasi ke lapisan kulit lebih dalam untuk tujuan sistemik.
Etosom dapat digunakan untuk terapi berkelanjutan dengan mengontrol pelepasan obat dan bekerja secara spesifik terhadap sel kanker, sehingga dapat meminimalisir efek samping obat.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis formulasi etosom sebagai sistem penghantaran agen sitotoksik dalam pengobatan kanker kulit.
Metode penelitian yang digunakan yaitu systematic literature review dengan cara mencari artikel internasional dari penerbit bereputasi.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa etosom dapat diformulasikan menggunakan fosfolipid, etanol dan air dengan ataupun tanpa penambahan kolesterol dan pelarut tambahan.
Fosfolipid yang paling banyak digunakan adalah fosfatidilkolin (0,5-5%), etanol, dan air hingga 60%.
Konsentrasi fosfolipid dan etanol dalam sistem etosom dapat mempengaruhi ukuran vesikel dan %EE.

Related Results

Kajian Pengembangan Etosom sebagai Pembawa Agen NSAID Topikal
Kajian Pengembangan Etosom sebagai Pembawa Agen NSAID Topikal
Abstract. NSAIDs are widely used in pain and inflammation therapy have side effects on the gastrointestinal tract. Delivery of NSAIDs by the topical route can be chosen to reduce t...
Kajian Pengembangan Sediaan Nanokapsul Terkonjugasi Asam Folat untuk Penghantaran Tertarget Agen Sitotoksik pada Terapi Kanker
Kajian Pengembangan Sediaan Nanokapsul Terkonjugasi Asam Folat untuk Penghantaran Tertarget Agen Sitotoksik pada Terapi Kanker
Abstract. Cytotoxic agents used in cancer therapy generally have low selectivity. The development of targeted drug delivery systems can be selected to increase the selectivity of c...
Dampak Positif Kaempferol terhadap Penyakit Kanker: Literature Review
Dampak Positif Kaempferol terhadap Penyakit Kanker: Literature Review
Kaempferol merupakan salah satu jenis flavonoid alami yang menunjukkan efek antiproliferative dan pro-apoptosis pada berbagai jenis sel kanker. Kanker merupakan kondisi dimana sel ...
Potensi Sitotoksik Ekstrak Rizoma Jahe Merah (Zingiber officinale var. rubrum) terhadap Sel Kanker Payudara 4T1
Potensi Sitotoksik Ekstrak Rizoma Jahe Merah (Zingiber officinale var. rubrum) terhadap Sel Kanker Payudara 4T1
Latar Belakang: Kanker payudara 4T1 merupakan salah satu jenis kanker payudara murine Triple-Negative (TNBC) yang memiliki kemampuan metastasis yang kuat. Senyawa metabolit tanaman...
Pemanfaatan Kulit Pisang (Musa paradisiaca) Menjadi Donat Tinggi Kalsium
Pemanfaatan Kulit Pisang (Musa paradisiaca) Menjadi Donat Tinggi Kalsium
Tujuan dari penelitian ini adalah: memanfaatkan limbah kulit pisang menjadi salah satu produk pangan tinggi kalsium yaitu berupa donat dan mengetahui formulasi tepung terigu : kuli...
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KESADARAN MASYARAKAT DESA OELOMIN TENTANG KESEHATAN KANKER PAYUDARA MELALUI EDUKASI DAN PEMERIKSAAN SADARI
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KESADARAN MASYARAKAT DESA OELOMIN TENTANG KESEHATAN KANKER PAYUDARA MELALUI EDUKASI DAN PEMERIKSAAN SADARI
Kanker payudara merupakan kanker yang paling sering ditemukan pada wanita di seluruh dunia dan menjadi urutan kedua sebagai penyebab kematian terkait kanker setelah kanker. Angka k...
Karakteristik Penyebab Kanker Payudara
Karakteristik Penyebab Kanker Payudara
Kanker payudara merupakan penyebab kematian ke 2 setelah kanker rahim. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Padang tentang kejadian kanker payudara, pada tahun...
Modifikasi Convolutional Neural Network Arsitektur GoogLeNet dengan Dull Razor Filtering untuk Klasifikasi Kanker Kulit
Modifikasi Convolutional Neural Network Arsitektur GoogLeNet dengan Dull Razor Filtering untuk Klasifikasi Kanker Kulit
Kulit merupakan organ luar terluas yang menutupi tubuh manusia. Akibat intensitas tinggi paparan lingkungan luar, kulit dapat mengalami berbagai masalah kesehatan, salah satunya ad...

Back to Top