Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Telaah Tafsir al-Bayan Karya T.M. Hasbi Ash-Shiddieqy dalam Pembaharuan Fiqih Indonesia

View through CrossRef
Artikel ini memperkenalkan salah satu permata tafsir Nusantara, yaitu penafsiran Alquran yang dilakukan oleh Teungku Muhammad Hasbi ash-Shiddieqy dalam Tafsir Al-Bayan. Tafsir Al-Bayan adalah salah satu kitab tafsir yang lahir di Indonesia pada abad ke-20. Meski dari segi geografis Indonesia jauh dari pusat Islam, namun kualitas ulama dan karyanya dapat menandingi kualitas karya di Timur Tengah. Namun harus diakui bahwa selama ini karya tafsir yang muncul di Indonesia masih mengikuti arus utama Timur Tengah, begitu pula dengan Tafsir Al-Bayan. Meskipun demikian, salah satu keunikan Tafsir Al-Bayan adalah mencoba berdialog dengan umat Islam saat menulis teks Alquran guna memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi umat Islam Indonesia. Tujuan dari adanya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana interpreter para penafsir dalam menafsirkan Alquran. Penelitian yang dipaparkan oleh Hasbi dalam Tafsir Al-Bayan ini menemukan beberapa temuan. Pertama, ittijah atau arahan Hasbi menulis Tafsir Al-Bayan, yaitu menyempurnakan terjemah Alquran yang telah berkembang di tengah masyarakat Indonesia dan menjelaskan makna ayat-ayat yang membutuhkan penjelasan. Kedua, metodologi yang digunakan oleh Hasbi dalam Tafsir Al-Bayan adalah metode tahlili dengan membandingkan pandangan para penafsir lain saat menafsirkan Alquran. Ketiga, pendekatan yang digunakan oleh Hasbi dalam Tafsir Al-Bayan secara umum adalah pendekatan bi al-ra’yi, namun unsur bi al-ma’tsur dan kebahasaan juga mewarnai Tafsir Al-Bayan. Keempat, kuatnyanya imbauan Hasbi untuk tajdid dan ijtihad merupakan elemen penting yang membedakan Tafsir Al-Bayan dengan tafsir lainnya.
Center for Open Science
Title: Telaah Tafsir al-Bayan Karya T.M. Hasbi Ash-Shiddieqy dalam Pembaharuan Fiqih Indonesia
Description:
Artikel ini memperkenalkan salah satu permata tafsir Nusantara, yaitu penafsiran Alquran yang dilakukan oleh Teungku Muhammad Hasbi ash-Shiddieqy dalam Tafsir Al-Bayan.
Tafsir Al-Bayan adalah salah satu kitab tafsir yang lahir di Indonesia pada abad ke-20.
Meski dari segi geografis Indonesia jauh dari pusat Islam, namun kualitas ulama dan karyanya dapat menandingi kualitas karya di Timur Tengah.
Namun harus diakui bahwa selama ini karya tafsir yang muncul di Indonesia masih mengikuti arus utama Timur Tengah, begitu pula dengan Tafsir Al-Bayan.
Meskipun demikian, salah satu keunikan Tafsir Al-Bayan adalah mencoba berdialog dengan umat Islam saat menulis teks Alquran guna memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi umat Islam Indonesia.
Tujuan dari adanya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana interpreter para penafsir dalam menafsirkan Alquran.
Penelitian yang dipaparkan oleh Hasbi dalam Tafsir Al-Bayan ini menemukan beberapa temuan.
Pertama, ittijah atau arahan Hasbi menulis Tafsir Al-Bayan, yaitu menyempurnakan terjemah Alquran yang telah berkembang di tengah masyarakat Indonesia dan menjelaskan makna ayat-ayat yang membutuhkan penjelasan.
Kedua, metodologi yang digunakan oleh Hasbi dalam Tafsir Al-Bayan adalah metode tahlili dengan membandingkan pandangan para penafsir lain saat menafsirkan Alquran.
Ketiga, pendekatan yang digunakan oleh Hasbi dalam Tafsir Al-Bayan secara umum adalah pendekatan bi al-ra’yi, namun unsur bi al-ma’tsur dan kebahasaan juga mewarnai Tafsir Al-Bayan.
Keempat, kuatnyanya imbauan Hasbi untuk tajdid dan ijtihad merupakan elemen penting yang membedakan Tafsir Al-Bayan dengan tafsir lainnya.

Related Results

The Spirit of Purification in Indonesian Tafsir: T.M. Hasbi As-Siddieqy and His Interpretation of Verses on Tawasul in Tafsir An-Nur
The Spirit of Purification in Indonesian Tafsir: T.M. Hasbi As-Siddieqy and His Interpretation of Verses on Tawasul in Tafsir An-Nur
The Tafsir An-Nur by T.M. Hasbi As-Siddieqy (d. 1975) is one of the popular tafsir works in Indonesia. When interpreting the meaning of "wasilah" in Q.S. Al-Maidah [5]: 35, Hasbi t...
PENDIDIKAN IBADAH MUHAMMAD HASBI ASH- SHIDDIEQY
PENDIDIKAN IBADAH MUHAMMAD HASBI ASH- SHIDDIEQY
<p class="15cKeywordsBInggris">This research is focused on Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy’s Thinking of Religious Education. Specifically in religious education resources, purp...
Kajian Kritis terhadap Rumusan Konsep Mufassir: Perspektif Ushul Tafsir
Kajian Kritis terhadap Rumusan Konsep Mufassir: Perspektif Ushul Tafsir
In the study of ushûl al-tafsir, among the most important things in discussing the basics of interpretation is establishing the concept of mufassir. This is because without underst...
DISKURSUS MUNĀSABAH: Problem Tafsīr al-Qur’ān bi ’l-Qur’ān
DISKURSUS MUNĀSABAH: Problem Tafsīr al-Qur’ān bi ’l-Qur’ān
Abstract: Munāsabah al-Qur’ān is a part of ‘Ulūm al-Qur’ān which presents pros and contrast. The pros ulama makes munāsabah as a method to reveal enigma system of Quran verses and ...
Strategi Pembelajaran Guru Fiqih Dalam Mengajarkan Materi Fiqih yang Bersifat Khilafiyah
Strategi Pembelajaran Guru Fiqih Dalam Mengajarkan Materi Fiqih yang Bersifat Khilafiyah
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui materi apakah dalam mata pelajaran fiqih yang bersifat khilafiyah di Madrasah Tarbiyah Islamiyah Paraman Ampalu, kemudian untuk mengetahui...

Back to Top