Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENDAMPINGAN KESENIAN KUDA LUMPING BERBASIS NILAI-NILAI RELIJIUS DAN KEARIFAN LOKAL DI DUSUN GANDON, KABUPATEN TEMANGGUNG

View through CrossRef
Kuda Lumping has long been an integral part of the cultural identity of the people in Gandon Hamlet. However, no practices or performances had taken place since 2010. This community service program aimed to revitalize Kuda Lumping performances through the Sedyo Maju Utomo group, a traditional art troupe based in Temanggung, Central Java. The focus was on enhancing the group's capabilities in performing and managing Kuda Lumping art based on Buddhist values and local wisdom. The program was carried out in three stages, inspired by Javanese cultural concepts: Purwa (preparation), Madya (implementation), and Wasana (evaluation). The Purwa stage included preparation of human resources, equipment, and performance elements. The Madya stage involved training and rehearsal of the performance. The Wasana stage focused on evaluating the activity and planning for future performances. The program also adopted a community development approach aimed at fostering individual and collective growth through improved skills, knowledge, and empowerment. The results showed that Sedyo Maju Utomo successfully delivered a Kuda Lumping performance incorporating Buddhist and local wisdom values. Furthermore, the group demonstrated the ability to manage performance aspects such as choreography, music, instruments, and stage properties. Nevertheless, continued mentoring in organizational management is recommended to support the group’s ongoing development and sustainability.   ---   Kuda lumping telah menjadi seni budaya yang mendarah daging dalam kehidupan di masyarakat Dusun Gandon. Namun, sayang, kegiatan pertunjukan dan latihan telah terhenti sejak tahun 2010. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menghidupkan kembali pertunjukan kuda lumping yang ditampilkan oleh kelompok kesenian kuda lumping Sedyo Maju Utomo dengan berfokus pada pengembangan keterampilan pertunjukan kuda lumping berbasis nilai-nilai agama Buddha dan kearifan lokal serta pengembangan keterampilan pengelolaan pertunjukan. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dalam tiga tahap, dengan mengadaptasi nilai-nilai luhur budaya Jawa dalam tahapan kegiatan, yakni Purwa, Madya, dan Wasana. Purwa merupakan tahap penyiapan SDM, peralatan pendukung, dan pertunjukan. Madya merupakan tahap uji coba pertunjukan dan pelatihan. Sedangkan, Wasana merupakan tahap evaluasi kegiatan dan perencanaan kegiatan lanjutan. Kegiatan pengabdian juga mengadaptasi konsep community development yang menyasar perkembangan individu dan komunitas melalui peningkatan keterampilan, pengetahuan, dan keberdayaan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kelompok kesenian kuda lumping Sedyo Maju Utomo mampu menampilkan pertunjukan kuda lumping mereka dengan pendekatan nilai-nilai agama Buddha dan kearifan lokal. Selain itu, kelompok ini pun mampu mengelola pertunjukan kuda lumping dengan mempersiapkan koreografi tarian, iringan, peralatan, dan properti pertunjukan. Meskipun demikian, diperlukan kegiatan pendampingan lanjutan terhadap pengelolaan organisasi agar kelompok kesenian kuda lumping ini dapat mengembangkan keterampilan dan pertunjukan mereka.
Title: PENDAMPINGAN KESENIAN KUDA LUMPING BERBASIS NILAI-NILAI RELIJIUS DAN KEARIFAN LOKAL DI DUSUN GANDON, KABUPATEN TEMANGGUNG
Description:
Kuda Lumping has long been an integral part of the cultural identity of the people in Gandon Hamlet.
However, no practices or performances had taken place since 2010.
This community service program aimed to revitalize Kuda Lumping performances through the Sedyo Maju Utomo group, a traditional art troupe based in Temanggung, Central Java.
The focus was on enhancing the group's capabilities in performing and managing Kuda Lumping art based on Buddhist values and local wisdom.
The program was carried out in three stages, inspired by Javanese cultural concepts: Purwa (preparation), Madya (implementation), and Wasana (evaluation).
The Purwa stage included preparation of human resources, equipment, and performance elements.
The Madya stage involved training and rehearsal of the performance.
The Wasana stage focused on evaluating the activity and planning for future performances.
The program also adopted a community development approach aimed at fostering individual and collective growth through improved skills, knowledge, and empowerment.
The results showed that Sedyo Maju Utomo successfully delivered a Kuda Lumping performance incorporating Buddhist and local wisdom values.
Furthermore, the group demonstrated the ability to manage performance aspects such as choreography, music, instruments, and stage properties.
Nevertheless, continued mentoring in organizational management is recommended to support the group’s ongoing development and sustainability.
   ---   Kuda lumping telah menjadi seni budaya yang mendarah daging dalam kehidupan di masyarakat Dusun Gandon.
Namun, sayang, kegiatan pertunjukan dan latihan telah terhenti sejak tahun 2010.
Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menghidupkan kembali pertunjukan kuda lumping yang ditampilkan oleh kelompok kesenian kuda lumping Sedyo Maju Utomo dengan berfokus pada pengembangan keterampilan pertunjukan kuda lumping berbasis nilai-nilai agama Buddha dan kearifan lokal serta pengembangan keterampilan pengelolaan pertunjukan.
Kegiatan pengabdian dilaksanakan dalam tiga tahap, dengan mengadaptasi nilai-nilai luhur budaya Jawa dalam tahapan kegiatan, yakni Purwa, Madya, dan Wasana.
Purwa merupakan tahap penyiapan SDM, peralatan pendukung, dan pertunjukan.
Madya merupakan tahap uji coba pertunjukan dan pelatihan.
Sedangkan, Wasana merupakan tahap evaluasi kegiatan dan perencanaan kegiatan lanjutan.
Kegiatan pengabdian juga mengadaptasi konsep community development yang menyasar perkembangan individu dan komunitas melalui peningkatan keterampilan, pengetahuan, dan keberdayaan.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kelompok kesenian kuda lumping Sedyo Maju Utomo mampu menampilkan pertunjukan kuda lumping mereka dengan pendekatan nilai-nilai agama Buddha dan kearifan lokal.
Selain itu, kelompok ini pun mampu mengelola pertunjukan kuda lumping dengan mempersiapkan koreografi tarian, iringan, peralatan, dan properti pertunjukan.
Meskipun demikian, diperlukan kegiatan pendampingan lanjutan terhadap pengelolaan organisasi agar kelompok kesenian kuda lumping ini dapat mengembangkan keterampilan dan pertunjukan mereka.

Related Results

INOVASI KESENIAN RAKYAT KUDA LUMPING DI DESA GANDU, KECAMATAN TEMBARAK, KABUPATEN TEMANGGUNG
INOVASI KESENIAN RAKYAT KUDA LUMPING DI DESA GANDU, KECAMATAN TEMBARAK, KABUPATEN TEMANGGUNG
Demam kesenian rakyat kolaborasi Leakan di Temanggung rupanya sudah tidak dapat dibendung lagi. Para seniman senior rata-rata menolak kehadiran kolaborasi tersebut, mereka merasa r...
Nilai Mistis pada Bentuk Pertunjukan Kesenian Kuda Lumping Satrio Wibowo di Desa Sanggrahan Kabupaten Temanggung
Nilai Mistis pada Bentuk Pertunjukan Kesenian Kuda Lumping Satrio Wibowo di Desa Sanggrahan Kabupaten Temanggung
Bentuk pertunjukan kesenian Kuda Lumping Satrio Wibowo Temanggung dibagi menjadi tiga yaitu pertunjukan Kuda Lumping, pertunjukan tari Bali, dan pertunjukan Leak dan Barongan Bali....
Inovasi Kuda Lumping di Desa Tegalrejo Kabupaten Temanggung
Inovasi Kuda Lumping di Desa Tegalrejo Kabupaten Temanggung
AbstrakTulisan tentang Program Pengabdian Pada Masyarakat ini membahas tentang Inovasi Kuda Lumping Di Desa Tegalrejo Kabupaten Temanggung. Program ini bertujuan untuk mendorong da...
Analisa Biaya Dan Waktu Pelaksanaan Kuda-Kuda Baja Ringan Dengan Kuda-Kuda Kayu Pembangunan Puskesmas Pintu Padang
Analisa Biaya Dan Waktu Pelaksanaan Kuda-Kuda Baja Ringan Dengan Kuda-Kuda Kayu Pembangunan Puskesmas Pintu Padang
: Material kuda-kuda yang paling sering dijumpai di kalangan masyarakat adalah kayu. Seiring dengan berkembangnya teknologi di bidang teknik sipil dan pesatnya pertumbuhan hunian y...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
KOMPARASI BIAYA PENGGUNAAN KAYU DAN BAJA RINGAN UNTUK KONTRUKSI KUDA-KUDA
KOMPARASI BIAYA PENGGUNAAN KAYU DAN BAJA RINGAN UNTUK KONTRUKSI KUDA-KUDA
Perencanaan gedung pada saat ini sangat dipengaruhi oleh banyak faktor namun semua ditujukan untuk mencapai suatu struktur yang kuat dan ekonomis. Termasuk dalam hal perencanaan st...
Estetika Bentuk Pertunjukan Tari Kuda Lumping Satriyo Wibowo Kecamatan Kranggan Kabupaten Temanggung
Estetika Bentuk Pertunjukan Tari Kuda Lumping Satriyo Wibowo Kecamatan Kranggan Kabupaten Temanggung
Tari Kuda lumping adalah tari yang menggambarkan kelompok orang yang sedang naik kuda maupun menggambarkan gerak kuda. Pertunjukan tari Kuda Lumping Satriyo Wibowo Temanggung menga...
Kuda Renggong dalam Perspektif Semiotika dan Etnopedagogik Sunda
Kuda Renggong dalam Perspektif Semiotika dan Etnopedagogik Sunda
Kuda Renggong dalam Perspektif Semiotika dan Etnopedagogik Sunda merupakan sebuah karya yang mengajak pembaca menelusuri makna mendalam di balik salah satu kesenian paling ikonik d...

Back to Top