Javascript must be enabled to continue!
INOVASI KESENIAN RAKYAT KUDA LUMPING DI DESA GANDU, KECAMATAN TEMBARAK, KABUPATEN TEMANGGUNG
View through CrossRef
Demam kesenian rakyat kolaborasi Leakan di Temanggung rupanya sudah tidak dapat dibendung lagi. Para seniman senior rata-rata menolak kehadiran kolaborasi tersebut, mereka merasa risih dengan pengembangan seni pertunjukan yang demikian. Akhirnya Dinas melarang pertunjukan kolaborasi Kuda Lumping dengan tari Leak, Pendet dan Barong Bali. Hal ini dimaksudkan untuk mengembalikan eksistensi pertunjukan Kuda Lumping seperti semula sebagai seni yang mempunyai ciri khas Temanggung. Kesenian Kuda Lumping Sri Budoyo berada pada situasi yang rumit, di tengah-tengah tuntutan selera masyarakat yang semakin beraneka ragam. Tekad masyarakat pendukung kesenian sudah bulat untuk menjaga dan melestarikan kesenian Kuda Lumping supaya tetap eksis dengan ciri khasnya. Berbagai permasalahan mitra sebagi akibat masuknya kesenian luar daerah yang mengusik eksistensi kesenian lokal sebagai ciri khas daerah, maka akan ditawarkan solusi untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi. Inovasi adalah sebuah cara yang akan dilakukan sebagai solusinya. Inovasi yang dilakukan adalah pemberdayaan anak-anak sebagai generasi penerus kesenian Kuda Lumping di desa Gandu II, yang nantikan akan memegang kendali kesenian di desa tersebut. Anak-anak diberi pelatihan tari Geculan sebagai dasar kepenarian mereka, gerak-gerak yang disusun disesuaikan dengan usianya.Kata kunci: Inovasi, Kesenian rakyat, Kuda Lumping.Abstract The folk art fever of the Leakan collaboration in Temanggung apparently cannot be stopped anymore. The average senior artists reject the presence of the collaboration, they feel uncomfortable with the development of such performing arts. Finally the Office banned the performance of the Kuda Lumping collaboration with the Leak, Pendet and Barong Bali dances. This is intended to restore the existence of the Kuda Lumping performance as originally as an art that has a characteristic Temanggung. Sri Budoyo’s Kuda Lumping Art is in a complicated situation, amidst the increasingly diverse demands of the people’s tastes. The determination of the people supporting the arts has been unanimous to maintain and preserve the Kuda Lumping art in order to continue to exist with its trademark. Various partner problems as a result of the entry of arts outside the region that disturb the existence of local arts as a regional characteristic, will be offered a solution to overcome the problems faced. Innovation is a method that will be carried out as a solution. The innovation carried out was the empowerment of children as the next generation of Kuda Lumping art in the village of Gandu II, who were looking forward to taking control of the arts in the village. The children were given Geculan dance training as a basis for their dance, the movements arranged according to their age. Keywords: Innovation, Folk art, Kuda Lumping.
Title: INOVASI KESENIAN RAKYAT KUDA LUMPING DI DESA GANDU, KECAMATAN TEMBARAK, KABUPATEN TEMANGGUNG
Description:
Demam kesenian rakyat kolaborasi Leakan di Temanggung rupanya sudah tidak dapat dibendung lagi.
Para seniman senior rata-rata menolak kehadiran kolaborasi tersebut, mereka merasa risih dengan pengembangan seni pertunjukan yang demikian.
Akhirnya Dinas melarang pertunjukan kolaborasi Kuda Lumping dengan tari Leak, Pendet dan Barong Bali.
Hal ini dimaksudkan untuk mengembalikan eksistensi pertunjukan Kuda Lumping seperti semula sebagai seni yang mempunyai ciri khas Temanggung.
Kesenian Kuda Lumping Sri Budoyo berada pada situasi yang rumit, di tengah-tengah tuntutan selera masyarakat yang semakin beraneka ragam.
Tekad masyarakat pendukung kesenian sudah bulat untuk menjaga dan melestarikan kesenian Kuda Lumping supaya tetap eksis dengan ciri khasnya.
Berbagai permasalahan mitra sebagi akibat masuknya kesenian luar daerah yang mengusik eksistensi kesenian lokal sebagai ciri khas daerah, maka akan ditawarkan solusi untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi.
Inovasi adalah sebuah cara yang akan dilakukan sebagai solusinya.
Inovasi yang dilakukan adalah pemberdayaan anak-anak sebagai generasi penerus kesenian Kuda Lumping di desa Gandu II, yang nantikan akan memegang kendali kesenian di desa tersebut.
Anak-anak diberi pelatihan tari Geculan sebagai dasar kepenarian mereka, gerak-gerak yang disusun disesuaikan dengan usianya.
Kata kunci: Inovasi, Kesenian rakyat, Kuda Lumping.
Abstract The folk art fever of the Leakan collaboration in Temanggung apparently cannot be stopped anymore.
The average senior artists reject the presence of the collaboration, they feel uncomfortable with the development of such performing arts.
Finally the Office banned the performance of the Kuda Lumping collaboration with the Leak, Pendet and Barong Bali dances.
This is intended to restore the existence of the Kuda Lumping performance as originally as an art that has a characteristic Temanggung.
Sri Budoyo’s Kuda Lumping Art is in a complicated situation, amidst the increasingly diverse demands of the people’s tastes.
The determination of the people supporting the arts has been unanimous to maintain and preserve the Kuda Lumping art in order to continue to exist with its trademark.
Various partner problems as a result of the entry of arts outside the region that disturb the existence of local arts as a regional characteristic, will be offered a solution to overcome the problems faced.
Innovation is a method that will be carried out as a solution.
The innovation carried out was the empowerment of children as the next generation of Kuda Lumping art in the village of Gandu II, who were looking forward to taking control of the arts in the village.
The children were given Geculan dance training as a basis for their dance, the movements arranged according to their age.
Keywords: Innovation, Folk art, Kuda Lumping.
Related Results
Nilai Mistis pada Bentuk Pertunjukan Kesenian Kuda Lumping Satrio Wibowo di Desa Sanggrahan Kabupaten Temanggung
Nilai Mistis pada Bentuk Pertunjukan Kesenian Kuda Lumping Satrio Wibowo di Desa Sanggrahan Kabupaten Temanggung
Bentuk pertunjukan kesenian Kuda Lumping Satrio Wibowo Temanggung dibagi menjadi tiga yaitu pertunjukan Kuda Lumping, pertunjukan tari Bali, dan pertunjukan Leak dan Barongan Bali....
Inovasi Kuda Lumping di Desa Tegalrejo Kabupaten Temanggung
Inovasi Kuda Lumping di Desa Tegalrejo Kabupaten Temanggung
AbstrakTulisan tentang Program Pengabdian Pada Masyarakat ini membahas tentang Inovasi Kuda Lumping Di Desa Tegalrejo Kabupaten Temanggung. Program ini bertujuan untuk mendorong da...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Analisa Biaya Dan Waktu Pelaksanaan Kuda-Kuda Baja Ringan Dengan Kuda-Kuda Kayu Pembangunan Puskesmas Pintu Padang
Analisa Biaya Dan Waktu Pelaksanaan Kuda-Kuda Baja Ringan Dengan Kuda-Kuda Kayu Pembangunan Puskesmas Pintu Padang
: Material kuda-kuda yang paling sering dijumpai di kalangan masyarakat adalah kayu. Seiring dengan berkembangnya teknologi di bidang teknik sipil dan pesatnya pertumbuhan hunian y...
KOMPARASI BIAYA PENGGUNAAN KAYU DAN BAJA RINGAN UNTUK KONTRUKSI KUDA-KUDA
KOMPARASI BIAYA PENGGUNAAN KAYU DAN BAJA RINGAN UNTUK KONTRUKSI KUDA-KUDA
Perencanaan gedung pada saat ini sangat dipengaruhi oleh banyak faktor namun semua ditujukan untuk mencapai suatu struktur yang kuat dan ekonomis. Termasuk dalam hal perencanaan st...
ANALISIS SEMIOTIKA DALAM KESENIAN KUDA LUMPING BIMA SAKTI
ANALISIS SEMIOTIKA DALAM KESENIAN KUDA LUMPING BIMA SAKTI
This research aims to determine the meaning of Kuda Lumping Bima Sakti Art performance. The research method used is descriptive qualitative. The main research informant was Jono Su...
Regenerasi Kesenian Kuda Lumping Di Paguyuban Langen Budi Setyo Utomo
Regenerasi Kesenian Kuda Lumping Di Paguyuban Langen Budi Setyo Utomo
Kuda Lumping merupakan kesenian yang perlu kita jaga kelestariannya agar tetap lestariseiring perkembangan zaman. Salah satu cara untuk melestarikan kesenian Kuda Lumping adalahden...
Kesenian Kuda Lumping Sanggar New Suryo Budoyo Dikecamatan Lahat Kabupaten Lahat
Kesenian Kuda Lumping Sanggar New Suryo Budoyo Dikecamatan Lahat Kabupaten Lahat
In accordance with the phenomena in the field, the background to this thesis is the Kuda Lumping art which has developed in the Sumatra region, specifically the transmigration regi...

