Javascript must be enabled to continue!
Rekonstruksi Historis Pendidikan Islam Pra-Walisongo di Nusantara
View through CrossRef
Pendidikan Islam di Nusantara tidak dapat dipahami hanya melalui fase Walisongo. Jauh sebelum para wali berkiprah secara intensif di Jawa, proses transmisi ajaran Islam telah berlangsung seiring dengan islamisasi kawasan pesisir, pertumbuhan komunitas Muslim, serta munculnya kerajaan-kerajaan Islam awal di wilayah Sumatera dan kawasan Melayu. Dalam konteks tersebut, fase pra-Walisongo merupakan tahap penting yang menandai lahirnya praktik pendidikan Islam awal di Nusantara. Namun, fase ini masih relatif kurang mendapat perhatian khusus dalam kajian sejarah pendidikan Islam. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan merekonstruksi pendidikan Islam pra-Walisongo di Nusantara dengan menelaah konteks historis islamisasi, bentuk dan ruang pendidikan, para aktor yang berperan, serta kedudukannya sebagai fondasi bagi perkembangan pendidikan Islam pada masa Walisongo dan sesudahnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis kajian kepustakaan dengan perspektif sejarah-historiografis. Sumber data diperoleh dari buku-buku sejarah Islam Indonesia, artikel jurnal ilmiah, dan karya akademik lain yang relevan dengan Islamisasi Nusantara dan sejarah pendidikan Islam awal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada fase pra-Walisongo telah berkembang praktik pendidikan Islam yang bersifat sederhana, nonformal, dan berbasis komunitas. Pendidikan berlangsung di rumah pedagang dan ulama, masjid, surau, meunasah, rangkang, serta dayah, dengan pelaku utama berupa pedagang muslim, ulama, sufi, dan elite politik setempat. Pola pengajaran halaqah, pembinaan keagamaan berbasis komunitas, serta tradisi pendidikan berasrama pada lembaga seperti dayah menunjukkan kesinambungan yang kuat dengan perkembangan pesantren pada masa Walisongo. Dengan demikian, pendidikan Islam pra-Walisongo dapat dipahami sebagai fase embrional sekaligus fondasi sejarah bagi pertumbuhan pendidikan Islam di Nusantara.
Title: Rekonstruksi Historis Pendidikan Islam Pra-Walisongo di Nusantara
Description:
Pendidikan Islam di Nusantara tidak dapat dipahami hanya melalui fase Walisongo.
Jauh sebelum para wali berkiprah secara intensif di Jawa, proses transmisi ajaran Islam telah berlangsung seiring dengan islamisasi kawasan pesisir, pertumbuhan komunitas Muslim, serta munculnya kerajaan-kerajaan Islam awal di wilayah Sumatera dan kawasan Melayu.
Dalam konteks tersebut, fase pra-Walisongo merupakan tahap penting yang menandai lahirnya praktik pendidikan Islam awal di Nusantara.
Namun, fase ini masih relatif kurang mendapat perhatian khusus dalam kajian sejarah pendidikan Islam.
Oleh karena itu, artikel ini bertujuan merekonstruksi pendidikan Islam pra-Walisongo di Nusantara dengan menelaah konteks historis islamisasi, bentuk dan ruang pendidikan, para aktor yang berperan, serta kedudukannya sebagai fondasi bagi perkembangan pendidikan Islam pada masa Walisongo dan sesudahnya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis kajian kepustakaan dengan perspektif sejarah-historiografis.
Sumber data diperoleh dari buku-buku sejarah Islam Indonesia, artikel jurnal ilmiah, dan karya akademik lain yang relevan dengan Islamisasi Nusantara dan sejarah pendidikan Islam awal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada fase pra-Walisongo telah berkembang praktik pendidikan Islam yang bersifat sederhana, nonformal, dan berbasis komunitas.
Pendidikan berlangsung di rumah pedagang dan ulama, masjid, surau, meunasah, rangkang, serta dayah, dengan pelaku utama berupa pedagang muslim, ulama, sufi, dan elite politik setempat.
Pola pengajaran halaqah, pembinaan keagamaan berbasis komunitas, serta tradisi pendidikan berasrama pada lembaga seperti dayah menunjukkan kesinambungan yang kuat dengan perkembangan pesantren pada masa Walisongo.
Dengan demikian, pendidikan Islam pra-Walisongo dapat dipahami sebagai fase embrional sekaligus fondasi sejarah bagi pertumbuhan pendidikan Islam di Nusantara.
Related Results
REKONSTRUKSI CERITA MAHABHARATA DALAM DAKWAH WALISONGO
REKONSTRUKSI CERITA MAHABHARATA DALAM DAKWAH WALISONGO
The emergence of stories which had Islamic nuances in the puppet, known as Walisongo’s creation. Walisongo with the intelligence to read the situation and conditions of society at...
Membumikan Akidah Melalui Syi’ir: Study Nilai-Nilai Akidah dalam Syi’ir Jama’ah Shalawat Nariyah Walisongo Desa Moncek Timur Lenteng Sumenep Madura
Membumikan Akidah Melalui Syi’ir: Study Nilai-Nilai Akidah dalam Syi’ir Jama’ah Shalawat Nariyah Walisongo Desa Moncek Timur Lenteng Sumenep Madura
Abstract
This article describes the values of faith on syi’ir-syi’ir of Jama'ah Shlawat Nariyah Walisongo, East Moncek Village, Lenteng Sumenep, by KHR. Muhammad Kholil As'ad...
Optimalisasi Bimbingan Pra- Nikah di Kantor Urusan Agama
Optimalisasi Bimbingan Pra- Nikah di Kantor Urusan Agama
Pre Marriage Marriage Guidance comes because of the need, with the increasing number of divorce cases that occur in the community of Ujung Berung Subdistrict, it also indicates tha...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Islam Nusantara (Sebuah Konsep Pendidikan Beragama Secara Moderat)
Islam Nusantara (Sebuah Konsep Pendidikan Beragama Secara Moderat)
Abstract
The issue of Islam Nusantara has become a new discourse for Muslims in Indonesia, a new offer in the concept of moderate religious education. Various groups have spoken o...
Perselisihan Tasawuf Di Nusantara: Perspektif Teori Konflik Karl Marx
Perselisihan Tasawuf Di Nusantara: Perspektif Teori Konflik Karl Marx
Abstract;Islam Nusantara is an Islam that is very strong with nuances of Sufism (Sufism). The process of spreading Sufism in the archipelago turned out to be colored by feuds betwe...
Periodisasi Islam Nusantara Sejak Era Walisongo
Periodisasi Islam Nusantara Sejak Era Walisongo
This study aims to explore the foundations of the Islam Nusantara concept, introduced by Nahdlatul Ulama (NU) at its 33rd Congress in Jombang in 2015. The Islam Nusantara concept r...
Pribumisasi islam: Peran Walisongo dan Perkembangan Islam di Jawa
Pribumisasi islam: Peran Walisongo dan Perkembangan Islam di Jawa
Syariat Islam dan ulama sufi, termasuk Walisongo, telah menjadi pendorong bagi budaya damai Islam. Para wali yang tergabung dalam Walisongo mencerminkan bagaimana Islam berkembang ...

