Javascript must be enabled to continue!
REKONSTRUKSI CERITA MAHABHARATA DALAM DAKWAH WALISONGO
View through CrossRef
The emergence of stories which had Islamic nuances in the puppet, known as Walisongo’s creation. Walisongo with the intelligence to read the situation and conditions of society at that time, adopt and remodel stories in the puppet by inserting the teachings of Islam. One of the stories in the puppet is Mahabharata.Those changes used by Walisongo as media of dakwah, so that becomes the problem in this research is how the development of Mahabharata story after Walisongo. The research had the purposes to know the development of Mahabharata story after Walisongo use it to propagate of Islam in Java, which has been inserted the teachings of Islam.<br /><br />This study is a qualitative research that focuses on the study of literature (library research) about the books Mahabharata, the Javanese culture (puppet), Walisongo, and dakwah. As well as data analysis in this research using descriptive analysis, an attempt to describe and analyze the development of Mahabharata after Walisongo and the continuer use it in the context of the spread of Islam in Java.<br /><br />The results showed that the development of Mahabharata story after Walisongo include: first, the Pandavas symbolized as pillars of Islam, in order to facilitate the public in the first time in knowing and understanding the five pillars of Islam. Second, the story polyandry character Draupadi in Mahabharata Hindu had changed by Walisongo into monoandri, because Islam prohibits women married to more than one males (polyandry). Third, the Heroine figure in the Hindu Mahabharata was transsexual then turned into a real woman, because in Islam are not allowed to violate their nature, are men who resemble women and women who resemble men. Fourth, the priest Drona good role models and wisely changed to a negative figure, interpreted as the views lowly clergy who abide the king. Fifth, Punakawan figure which is the native Java and then interpreted as a demonstration Walisongo or da’i. Sixth, comes pedigree Hindu god be the descendants of Prophet Adam to eliminate idolatry. Seventh, the emergence of new stories bouquet of the trustees containing the teachings of Islam, such as the story Dewaruci, amulets Kalimasada, mustaka Weni and Petruk Dadi Ratu.<br /><br />--------------------------------------------------------------------------<br /><br />Munculnya kisah-kisah dalam pewayangan yang bernuansa Islam diketahui merupakan karya Walisongo. Walisongo dengan kepandaian membaca situasi dan kondisi masyarakat waktu itu, mengadopsi dan merombak cerita-cerita dalam pewayangan dengan menyisipkan ajaran-ajaran Islam di dalamnya. Salah satu cerita dalam pewayangan yaitu cerita Mahabharata. Perubahan-perubahan tersebut merupakan pemanfaatan media dakwah oleh Walisongo, sehingga yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pengembangan cerita Mahabharata setelah adanya Walisongo. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan cerita Mahabharata setelah digunakan Walisongo dalam rangka penyebaran ajaran Islam di Jawa yang telah disisipkan ajaran Islam.<br /><br />Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang memfokuskan diri pada studi kepustakaan (library research) mengenai buku-buku Mahabharata, budaya Jawa (pewayangan), Walisongo, dan dakwah. Penelitian ini analisis data menggunakan analisis deskriptif, sebagai upaya untuk menguraikan dan menganalisis pengembangan cerita Mahabharata setelah digunakan Walisongo dan penerusnya dalam rangka penyebaran ajaran Islam di Jawa.<br /><br />Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan cerita Mahabharata setelah adanya Walisongo meliputi: pertama, Pandawa disimbolkan sebagai rukun Islam, agar memudahkan masyarakat pada waktu dulu dalam mengetahui dan memahami lima pilar agama Islam. Kedua, cerita poliandri tokoh Drupadi dalam cerita Mahabharata Hindu dirubah Walisongo menjadi monoandri, karena Islam melarang wanita menikah dengan lebih dari satu laki-laki (poliandri). Ketiga, tokoh Srikandi yang dalam Mahabharata Hindu merupakan waria kemudian berubah menjadi perempuan sejati, karena Islam tidak memperbolehkan menyalahi kodratnya, yaitu pria yang menyerupai perempuan dan perempuan yang menyerupai pria. Keempat, pendeta Drona tokoh panutan yang baik dan bijaksana dirubah menjadi tokoh negatif, dimaknai sebagai pandangan hina rohaniawan yang tunduk kepada raja. Kelima, dimunculkannya tokoh Punakawan yang merupakan asli Jawa kemudian dimaknai sebagai peraga Walisongo atau da’i. Keenam, muncullah silsilah dewa Hindu yang menjadi keturunan dari Nabi Adam untuk menghilangkan kemusyrikan. Ketujuh, munculnya cerita- cerita baru karangan para wali yang mengandung ajaran-ajaran Islam, seperti cerita Dewaruci, Jimat Kalimasada, Mustaka Weni, dan Petruk Dadi Ratu.<br /><br />
UIN Walisongo Semarang
Title: REKONSTRUKSI CERITA MAHABHARATA DALAM DAKWAH WALISONGO
Description:
The emergence of stories which had Islamic nuances in the puppet, known as Walisongo’s creation.
Walisongo with the intelligence to read the situation and conditions of society at that time, adopt and remodel stories in the puppet by inserting the teachings of Islam.
One of the stories in the puppet is Mahabharata.
Those changes used by Walisongo as media of dakwah, so that becomes the problem in this research is how the development of Mahabharata story after Walisongo.
The research had the purposes to know the development of Mahabharata story after Walisongo use it to propagate of Islam in Java, which has been inserted the teachings of Islam.
<br /><br />This study is a qualitative research that focuses on the study of literature (library research) about the books Mahabharata, the Javanese culture (puppet), Walisongo, and dakwah.
As well as data analysis in this research using descriptive analysis, an attempt to describe and analyze the development of Mahabharata after Walisongo and the continuer use it in the context of the spread of Islam in Java.
<br /><br />The results showed that the development of Mahabharata story after Walisongo include: first, the Pandavas symbolized as pillars of Islam, in order to facilitate the public in the first time in knowing and understanding the five pillars of Islam.
Second, the story polyandry character Draupadi in Mahabharata Hindu had changed by Walisongo into monoandri, because Islam prohibits women married to more than one males (polyandry).
Third, the Heroine figure in the Hindu Mahabharata was transsexual then turned into a real woman, because in Islam are not allowed to violate their nature, are men who resemble women and women who resemble men.
Fourth, the priest Drona good role models and wisely changed to a negative figure, interpreted as the views lowly clergy who abide the king.
Fifth, Punakawan figure which is the native Java and then interpreted as a demonstration Walisongo or da’i.
Sixth, comes pedigree Hindu god be the descendants of Prophet Adam to eliminate idolatry.
Seventh, the emergence of new stories bouquet of the trustees containing the teachings of Islam, such as the story Dewaruci, amulets Kalimasada, mustaka Weni and Petruk Dadi Ratu.
<br /><br />--------------------------------------------------------------------------<br /><br />Munculnya kisah-kisah dalam pewayangan yang bernuansa Islam diketahui merupakan karya Walisongo.
Walisongo dengan kepandaian membaca situasi dan kondisi masyarakat waktu itu, mengadopsi dan merombak cerita-cerita dalam pewayangan dengan menyisipkan ajaran-ajaran Islam di dalamnya.
Salah satu cerita dalam pewayangan yaitu cerita Mahabharata.
Perubahan-perubahan tersebut merupakan pemanfaatan media dakwah oleh Walisongo, sehingga yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pengembangan cerita Mahabharata setelah adanya Walisongo.
Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan cerita Mahabharata setelah digunakan Walisongo dalam rangka penyebaran ajaran Islam di Jawa yang telah disisipkan ajaran Islam.
<br /><br />Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang memfokuskan diri pada studi kepustakaan (library research) mengenai buku-buku Mahabharata, budaya Jawa (pewayangan), Walisongo, dan dakwah.
Penelitian ini analisis data menggunakan analisis deskriptif, sebagai upaya untuk menguraikan dan menganalisis pengembangan cerita Mahabharata setelah digunakan Walisongo dan penerusnya dalam rangka penyebaran ajaran Islam di Jawa.
<br /><br />Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan cerita Mahabharata setelah adanya Walisongo meliputi: pertama, Pandawa disimbolkan sebagai rukun Islam, agar memudahkan masyarakat pada waktu dulu dalam mengetahui dan memahami lima pilar agama Islam.
Kedua, cerita poliandri tokoh Drupadi dalam cerita Mahabharata Hindu dirubah Walisongo menjadi monoandri, karena Islam melarang wanita menikah dengan lebih dari satu laki-laki (poliandri).
Ketiga, tokoh Srikandi yang dalam Mahabharata Hindu merupakan waria kemudian berubah menjadi perempuan sejati, karena Islam tidak memperbolehkan menyalahi kodratnya, yaitu pria yang menyerupai perempuan dan perempuan yang menyerupai pria.
Keempat, pendeta Drona tokoh panutan yang baik dan bijaksana dirubah menjadi tokoh negatif, dimaknai sebagai pandangan hina rohaniawan yang tunduk kepada raja.
Kelima, dimunculkannya tokoh Punakawan yang merupakan asli Jawa kemudian dimaknai sebagai peraga Walisongo atau da’i.
Keenam, muncullah silsilah dewa Hindu yang menjadi keturunan dari Nabi Adam untuk menghilangkan kemusyrikan.
Ketujuh, munculnya cerita- cerita baru karangan para wali yang mengandung ajaran-ajaran Islam, seperti cerita Dewaruci, Jimat Kalimasada, Mustaka Weni, dan Petruk Dadi Ratu.
<br /><br />.
Related Results
Strategi Dakwah Ustadz Ramdan Fawzi di Masa Pandemi
Strategi Dakwah Ustadz Ramdan Fawzi di Masa Pandemi
Abstrak.Da’i banyak yang mengamalkan dakwah menggunakan media sosial alternatif, salah satunya di platform YouTube. Kegiatan ini juga dilakukan oleh Ustadz Ramdan Fawzi dalam berda...
ANTROPOLOGI DAKWAH: Menimbang Sebuah Pendekatan Baru Studi Ilmu Dakwah
ANTROPOLOGI DAKWAH: Menimbang Sebuah Pendekatan Baru Studi Ilmu Dakwah
Abstrak: Antropologi dakwah adalah terminologi yang terdiri dari dua kata, yaitu antropologi dan dakwah. Seperti juga antropologi, dakwah merupakan salah satu disiplin ilmu. Bedany...
Membumikan Akidah Melalui Syi’ir: Study Nilai-Nilai Akidah dalam Syi’ir Jama’ah Shalawat Nariyah Walisongo Desa Moncek Timur Lenteng Sumenep Madura
Membumikan Akidah Melalui Syi’ir: Study Nilai-Nilai Akidah dalam Syi’ir Jama’ah Shalawat Nariyah Walisongo Desa Moncek Timur Lenteng Sumenep Madura
Abstract
This article describes the values of faith on syi’ir-syi’ir of Jama'ah Shlawat Nariyah Walisongo, East Moncek Village, Lenteng Sumenep, by KHR. Muhammad Kholil As'ad...
Identifikasi Cerita Rakyat Sumbawa
Identifikasi Cerita Rakyat Sumbawa
Selama ini pemerintah tampaknya hanya berusaha untuk memajukan kebudayaan nasional. Padahal pemerintah diharapkan juga menggali dan memperkenalkan kekayaan khasanah kebudayaan loka...
Strategi Dakwah Komunitas “Bikers Dakwah Bandung” dalam Membentuk Akhlak Anggota Komunitasnya
Strategi Dakwah Komunitas “Bikers Dakwah Bandung” dalam Membentuk Akhlak Anggota Komunitasnya
Abstract. The motorcycle community is often considered to be doing harassment on the streets such as bullying, bribes, and other negative actions, but the “Bikers Dakwah Bandung” c...
Pemanfaatan Cerita Rakyat Sumbawa Sebagai Bahan Literasi Siswa Sekolah Dasar
Pemanfaatan Cerita Rakyat Sumbawa Sebagai Bahan Literasi Siswa Sekolah Dasar
Cerita rakyat Kabupaten Sumbawa Nusa Tenggara Barat merupakan cerita rakyat yang tumbuh dan berkembang secara lisan dan menyebar secara turun temurun dari generasi ke generasi beri...
ANALISIS GAYA BAHASA DALAM CERITA RAKYAT ACEH BESAR
ANALISIS GAYA BAHASA DALAM CERITA RAKYAT ACEH BESAR
Penelitian ini membahas tentang analisis gaya bahasa dalam cerita rakyat Aceh Besar. Rumusan masalah penelitian ini adalah apa saja jenis-jenis gaya bahasa yang terdapat dalam ceri...
Riset Komunikasi Dakwah Berbasis Budaya Indonesia
Riset Komunikasi Dakwah Berbasis Budaya Indonesia
Buku ini mengemukakan berbagai topik-topik yang diangkat dari hasil penelitian dimulai konsep ‘riset dakwah’ dan ‘riset komunikasi dakwah’ dengan mengadakan penjelajahan wawasan ...

