Javascript must be enabled to continue!
Profil Nutrisi dan Fraksi Serat Pakan Silase Komplit Berbahan Ampas Tebu dengan Penambahan Legume Indigofera dan Molases
View through CrossRef
Ampas tebu memiliki komponen serat yang tinggi sehingga perlu adanya perbaikan nutrisi dengan penambahan legume indigofera yang diolah menggunakan teknik silase. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis profil nutrisi dan fraksi serat ampas tebu yang disilase dengan penambahan legume indigofera dan molases. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Pola Faktorial (3x2) dengan 3 ulangan. Faktor A terdiri dari: A1 = 100 % ampas tebu; A2 = 75 % ampas tebu + 25 % indigofera; A3 = 50 % ampas tebu + 50 % indigofera, selanjutnya faktor B terdiri dari: B0 = 5 % molases; B1 = 10 % molases. Parameter yang diamati meliputi kandungan nutrient silase (bahan kering, protein kasar, lemak kasar, serat kasar, abu dan Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen) % serta fraksi serat meliput (NDF dan ADF) %. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak terdapat interaksi (P>0.05) antara proporsi bahan ampas tebu + legume indigofera dengan penambahan molases terhadap parameter bahan kering, protein kasar, lemak kasar, dan Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen, serat kasar, NDF, dan ADF) %, tetapi faktor perlakuan proporsi bahan ampas tebu + legume indigofera berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap bahan kering, protein kasar, abu, serat kasar, NDF dan ADF . Proporsi silase berbahan 50 % ampas tebu + 50 % legume indigofera menghasilkan nilai protein kasar tertinggi serta serat kasar, NDF, dan ADF terendah dibandingkan dengan kombinasi perlakuan lainnya. Selanjutnya penambahan molases hingga 10 % pada proses silase belum memperlihatkan kemampuan memperbaiki kualitas nutrisi dan fraksi serat secara keseluruhan.
Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari
Title: Profil Nutrisi dan Fraksi Serat Pakan Silase Komplit Berbahan Ampas Tebu dengan Penambahan Legume Indigofera dan Molases
Description:
Ampas tebu memiliki komponen serat yang tinggi sehingga perlu adanya perbaikan nutrisi dengan penambahan legume indigofera yang diolah menggunakan teknik silase.
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis profil nutrisi dan fraksi serat ampas tebu yang disilase dengan penambahan legume indigofera dan molases.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Pola Faktorial (3x2) dengan 3 ulangan.
Faktor A terdiri dari: A1 = 100 % ampas tebu; A2 = 75 % ampas tebu + 25 % indigofera; A3 = 50 % ampas tebu + 50 % indigofera, selanjutnya faktor B terdiri dari: B0 = 5 % molases; B1 = 10 % molases.
Parameter yang diamati meliputi kandungan nutrient silase (bahan kering, protein kasar, lemak kasar, serat kasar, abu dan Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen) % serta fraksi serat meliput (NDF dan ADF) %.
Hasil penelitian ini menunjukkan tidak terdapat interaksi (P>0.
05) antara proporsi bahan ampas tebu + legume indigofera dengan penambahan molases terhadap parameter bahan kering, protein kasar, lemak kasar, dan Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen, serat kasar, NDF, dan ADF) %, tetapi faktor perlakuan proporsi bahan ampas tebu + legume indigofera berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap bahan kering, protein kasar, abu, serat kasar, NDF dan ADF .
Proporsi silase berbahan 50 % ampas tebu + 50 % legume indigofera menghasilkan nilai protein kasar tertinggi serta serat kasar, NDF, dan ADF terendah dibandingkan dengan kombinasi perlakuan lainnya.
Selanjutnya penambahan molases hingga 10 % pada proses silase belum memperlihatkan kemampuan memperbaiki kualitas nutrisi dan fraksi serat secara keseluruhan.
Related Results
Kecernaan dan Karakteristik Fermentasi Rumen Silase Sorgum dan Indigofera sebagai Pakan Sumber Energi dan Protein secara In Vitro
Kecernaan dan Karakteristik Fermentasi Rumen Silase Sorgum dan Indigofera sebagai Pakan Sumber Energi dan Protein secara In Vitro
Tanaman sorgum dan legume indigofera merupakan hijauan sumber energi dan protein yang dapat dikombinasi menjadi pakan silase lengkap kaya nutrisi dan murah sehinga dapat menjadi ...
Efek Lama Pemeraman Silase Ampas Tebu (Saccharum officinarium L.) dengan Penambahan Urea dan Kapur (Ca(OH)2) Terhadap Kualitas Nutrisi
Efek Lama Pemeraman Silase Ampas Tebu (Saccharum officinarium L.) dengan Penambahan Urea dan Kapur (Ca(OH)2) Terhadap Kualitas Nutrisi
ABSTRAK. Besarnya limbah ampas tebu yang dihasilkan belum mampu dimanfaatkan oleh masyarakat sehingga ampas tebu yang dihasilkan sering kali dibuang dan diabaikan. Pembakaran ampas...
PENGARUH SERAT TEBU TERHADAP SIFAT MEKANIS
PENGARUH SERAT TEBU TERHADAP SIFAT MEKANIS
Populasi manusia saat ini yang semakin meningkat tiap tahunnya mengakibatkan meningkatnya jumlah kebutuhan pangan dan papan. Dua kebutuhan tersebut sebenarnya dapat dimanfaatkan de...
Evaluasi Kandungan Nutrien dan Fraksi Serat Pakan Fermentasi Berbahan Dasar Kulit Nanas dan Daun Singkong sebagai Pakan Ruminansia
Evaluasi Kandungan Nutrien dan Fraksi Serat Pakan Fermentasi Berbahan Dasar Kulit Nanas dan Daun Singkong sebagai Pakan Ruminansia
Kombinasi limbah kulit nanas dan daun singkong berbentuk silase berpotensi sebagai alternatif penyediaan sumber pakan hijauan pengganti rumput lapang. Tujuan penelitian ini untuk ...
PENINGKATAN KETERAMPILAN PRESERVASI HIJAUAN PETERNAK SAPI MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI FERMENTASI ANAEROB
PENINGKATAN KETERAMPILAN PRESERVASI HIJAUAN PETERNAK SAPI MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI FERMENTASI ANAEROB
THE USE OF ANAEROBIC FERMENTATION TECHNOLOGY TO IMPROVE THE FORAGE PRESERVATION OF BEEF CATTLE FARMERSNurmeiliasari1*, Sutriyono 1, Tris Akbarilah 1, Nurjamiah Rangkuti2, Andre S...
Potensi Pemanfaatan Ampas Tebu sebagai Bahan Baku Pakan Ikan
Potensi Pemanfaatan Ampas Tebu sebagai Bahan Baku Pakan Ikan
Ampas tebu merupakan salah satu produk samping yang dihasilkan oleh industri gula dan belum dimanfaatkan secara optimal. Ampas tebu yang dihasilkan oleh proses produksi gula mencap...
Potensi Pemanfaatan Ampas Tebu sebagai Bahan Baku Pakan Ikan
Potensi Pemanfaatan Ampas Tebu sebagai Bahan Baku Pakan Ikan
Ampas tebu merupakan salah satu produk samping yang dihasilkan oleh industri gula dan belum dimanfaatkan secara optimal. Ampas tebu yang dihasilkan oleh proses produksi gula mencap...
KARAKTERISTIK BIOBRIKET AMPAS TEBU PT.MADUBARU PG MADUKISMO YOGYAKARTA
KARAKTERISTIK BIOBRIKET AMPAS TEBU PT.MADUBARU PG MADUKISMO YOGYAKARTA
Sebagai salah satu usaha untuk meminimalisir limbah ampas tebu dan tetes tebu (molase) di PT.Madubaru PG.Madukismo Kecamatan Kasihan Bantul Yogyakarta, dibutuhkan penanganan dan pe...

