Javascript must be enabled to continue!
PENELITIAN PENAMBAHAN BAHAN BATU PADAS PADA CAMPURAN ASPAL BETON
View through CrossRef
Asphalt Concrete (Hotmix) is a mixture of coarse aggregate, fine aggregate and filler (Filler) with asphalt binder in high temperature conditions with the composition studied and regulated by technical specifications. In this study, asphalt concrete mixtures were given materials additional padas. This addition was carried out to study and determine the effect of padas on the asphalt concrete mixture with the addition of 5%, 10%, and 15%. Compressive strength specimens in the form of cylinders with a diameter of 10.09 cm and an average height of 7.8 cm. Testing is done after 2 days. Asphalt with the addition of 5% padas is better able to produce a better value of stability than others. The addition of padas rock produced a strong stability of 5% at 888.0747 kg, 10% at 598,199 kg, 15% at 441,6391 kg. To reach the optimum level, the mixture on concrete asphalt ranges < 5%Aspal Beton (Hotmix) adalah campuran agregat kasar, agregat halus, dan bahan pengisi (Filler) dengan bahan pengikat aspal dalam kondisi suhu tinggi (panas) dengan komposisi yang diteliti dan diatur oleh spesifikasi teknis.. Pada penelitian ini, campuran aspal beton diberi bahan tambahan batu padas. Penambahan ini dilakukan untuk mempelajari dan mengetahui pengaruh batu padas pada campuran aspal beton dengan penambahan 5%, 10%, dan 15%. Benda uji kuat tekan berupa silinder dengan diameter 10,09 cm dan tinggi rata rata 7,8 cm. Pengujian dilakukan setelah 2 hari. Aspal dengan penambahan batu padas 5% lebih mampu menghasilkan nilai stabilitas yang lebih baik dari pada yang lainya. Penambahan batu padas menghasilakan kuat stabilitas masing masing yaitu 5% sebesar 888.0747 kg, 10% sebesar 598.199 kg, 15% sebesar 441.6391 kg. Untuk mencapai kadar optimum maka campuran padas pada aspal beton berkisar antara < 5%
Title: PENELITIAN PENAMBAHAN BAHAN BATU PADAS PADA CAMPURAN ASPAL BETON
Description:
Asphalt Concrete (Hotmix) is a mixture of coarse aggregate, fine aggregate and filler (Filler) with asphalt binder in high temperature conditions with the composition studied and regulated by technical specifications.
In this study, asphalt concrete mixtures were given materials additional padas.
This addition was carried out to study and determine the effect of padas on the asphalt concrete mixture with the addition of 5%, 10%, and 15%.
Compressive strength specimens in the form of cylinders with a diameter of 10.
09 cm and an average height of 7.
8 cm.
Testing is done after 2 days.
Asphalt with the addition of 5% padas is better able to produce a better value of stability than others.
The addition of padas rock produced a strong stability of 5% at 888.
0747 kg, 10% at 598,199 kg, 15% at 441,6391 kg.
To reach the optimum level, the mixture on concrete asphalt ranges < 5%Aspal Beton (Hotmix) adalah campuran agregat kasar, agregat halus, dan bahan pengisi (Filler) dengan bahan pengikat aspal dalam kondisi suhu tinggi (panas) dengan komposisi yang diteliti dan diatur oleh spesifikasi teknis.
Pada penelitian ini, campuran aspal beton diberi bahan tambahan batu padas.
Penambahan ini dilakukan untuk mempelajari dan mengetahui pengaruh batu padas pada campuran aspal beton dengan penambahan 5%, 10%, dan 15%.
Benda uji kuat tekan berupa silinder dengan diameter 10,09 cm dan tinggi rata rata 7,8 cm.
Pengujian dilakukan setelah 2 hari.
Aspal dengan penambahan batu padas 5% lebih mampu menghasilkan nilai stabilitas yang lebih baik dari pada yang lainya.
Penambahan batu padas menghasilakan kuat stabilitas masing masing yaitu 5% sebesar 888.
0747 kg, 10% sebesar 598.
199 kg, 15% sebesar 441.
6391 kg.
Untuk mencapai kadar optimum maka campuran padas pada aspal beton berkisar antara < 5%.
Related Results
PENGARUH BAHAN PENGISI BATU KARANG TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN BETON ASPAL LAPIS AUS ASBUTON
PENGARUH BAHAN PENGISI BATU KARANG TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN BETON ASPAL LAPIS AUS ASBUTON
Abstract
Mountain coral found in Taeno Village, Ambon, is available in abundance and has the potential to be used as a filler for asphalt concrete mixtures. This research aims ...
ANALISIS KUAT TARIK BELAH BETON PADA STANDAR KUAT TEKAN K.250 DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR
ANALISIS KUAT TARIK BELAH BETON PADA STANDAR KUAT TEKAN K.250 DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR
Beton merupakan bahan konstruksi yang sangat penting dan paling dominan digunakan pada struktur bangunan. Beton sangat diminati karena bahan ini merupakan bahan konstruksi yang mem...
KOMPARASI ANTARA SIFAT ASPAL KARET DENGAN ASPAL MURNI PADA LAPIS PERKERASAN AC-WC MENGGUNAKAN AGREGAT KALIMANTAN SELATAN
KOMPARASI ANTARA SIFAT ASPAL KARET DENGAN ASPAL MURNI PADA LAPIS PERKERASAN AC-WC MENGGUNAKAN AGREGAT KALIMANTAN SELATAN
Untuk mendapatkan mutu lapisan yang lebih baik perlu dilakukannya modifikasi campuran aspal.
Dalam modifikasi campuran aspal, polimer yang biasanya digunakan dan paling sesua...
Penentuan Karakteristik Aspal Porus Menggunakan Agregat Kasar Batu Pecah Parengan Tuban Dengan Metode Uji Marshall
Penentuan Karakteristik Aspal Porus Menggunakan Agregat Kasar Batu Pecah Parengan Tuban Dengan Metode Uji Marshall
Aspal porus merupakan teknologi perkerasan jalan dengan beberapa kelebihan seperti mengurangi aquaplaning dan meredam kebisingan. Aspal porus saat ini sedang terus dikembangkan ole...
ANALISIS TEKNIS PENGARUH PENAMBANGAN BATU PADAS TERHADAP KERUSAKAN DAERAH ALIRAN SUNGAI OOS DI UBUD GIANYAR
ANALISIS TEKNIS PENGARUH PENAMBANGAN BATU PADAS TERHADAP KERUSAKAN DAERAH ALIRAN SUNGAI OOS DI UBUD GIANYAR
Pada jaman dahulu pemakaian material batu padas di Bali pada umumnya terbatas hanya untuk bangunan suci dan untuk keperluan perumahan bangsawan/ keraton. Namun dengan perkembangan ...
Pengaruh Nilai Sand Equivalent Dan Durasi Perendaman Terhadap Durabilitas Campuran Aspal Beton
Pengaruh Nilai Sand Equivalent Dan Durasi Perendaman Terhadap Durabilitas Campuran Aspal Beton
Aspal Beton adalah jenis perkerasan jalan dari campuran agregat, dengan bahan pengikat aspal. Sumber agregat tidak pernah luput dari bahan yang merugikan, seperti butiran lunak ata...
Studi Pemanfaatan Limbah Serat Gergaji Kayu dan Limbah Kertas Sebagai Campuran Beton Ringan
Studi Pemanfaatan Limbah Serat Gergaji Kayu dan Limbah Kertas Sebagai Campuran Beton Ringan
Limbah sering digunakan sebagai bahan untuk berbagai keperluan, termasuk dalam rekayasa bahan bangunan. Salah satu jenis limbah yang masih jarang diteliti sebagai campuran dalam pe...
Pengaruh Penambahan Batu Cadas Terhadap Agregat Kasar Untuk Pengujian Kuat Tekan pada Beton
Pengaruh Penambahan Batu Cadas Terhadap Agregat Kasar Untuk Pengujian Kuat Tekan pada Beton
: Batu cadas (batu trass) adalah batuan yang telah mengalami perubahan komposisi kimia yang di sebabkan oleh pelapukan dan pengaruh kondisi air bawah tanah. Bahan galian ini berwar...

