Javascript must be enabled to continue!
Evaluasi Aspek Kenyamanan Bangunan Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) (Studi Kasus: SDN Sumurboto, Kota Semarang)
View through CrossRef
Ruang kelas merupakan ruang utama di sebuah sekolah karena menjadi tempat terjadinya proses belajar mengajar. Oleh karena itu, aspek kenyamanan termal, akustik, serta visual merupakan hal yang perlu diperhatikan karena aspek tersebut dapat memberi pengaruh positif pada kesehatan dan kinerja belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi aspek kenyamanan yang meliputi kenyamanan termal, kenyamanan visual, serta kenyamanan akustik SDN Sumurboto sesuai dengan SNI. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode pengukuran di lapangan dengan menggunakan beberapa alat yaitu laser distance meter, digital anemometer, digital clock thermohygrometer, sound level meter, dan digital luxmeter. Survei pengukuran dilakukan di 3 (tiga) titik ruang kelas, yaitu kelas IV A dan IV B. Penelitian ini merupakan studi evaluasi terhadap kenyamanan termal (tingkat pencahayaan, tingkat kelembaban, kecepatan udara, tingkat temperatur suhu), tingkat kebisingan dan pencahayaan bangunan. Hasil penelitian ini menunjukkan Pencahayaan pada ruang kelas IV A dan IV B belum merata. Tingkat kebisingan di ruang kelas IV A dan IV B masih terlalu tinggi dan tidak sesuai standar berdasarkan SNI 03-6386-2000. Berdasarkan SNI 03-6572-2001, ruang kelas IV A dan IV B SDN Sumurboto belum sesuai standar kenyamanan termal di Indonesia.
Title: Evaluasi Aspek Kenyamanan Bangunan Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) (Studi Kasus: SDN Sumurboto, Kota Semarang)
Description:
Ruang kelas merupakan ruang utama di sebuah sekolah karena menjadi tempat terjadinya proses belajar mengajar.
Oleh karena itu, aspek kenyamanan termal, akustik, serta visual merupakan hal yang perlu diperhatikan karena aspek tersebut dapat memberi pengaruh positif pada kesehatan dan kinerja belajar siswa.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi aspek kenyamanan yang meliputi kenyamanan termal, kenyamanan visual, serta kenyamanan akustik SDN Sumurboto sesuai dengan SNI.
Metode Penelitian yang digunakan adalah metode pengukuran di lapangan dengan menggunakan beberapa alat yaitu laser distance meter, digital anemometer, digital clock thermohygrometer, sound level meter, dan digital luxmeter.
Survei pengukuran dilakukan di 3 (tiga) titik ruang kelas, yaitu kelas IV A dan IV B.
Penelitian ini merupakan studi evaluasi terhadap kenyamanan termal (tingkat pencahayaan, tingkat kelembaban, kecepatan udara, tingkat temperatur suhu), tingkat kebisingan dan pencahayaan bangunan.
Hasil penelitian ini menunjukkan Pencahayaan pada ruang kelas IV A dan IV B belum merata.
Tingkat kebisingan di ruang kelas IV A dan IV B masih terlalu tinggi dan tidak sesuai standar berdasarkan SNI 03-6386-2000.
Berdasarkan SNI 03-6572-2001, ruang kelas IV A dan IV B SDN Sumurboto belum sesuai standar kenyamanan termal di Indonesia.
Related Results
Evaluasi Aspek Utilitas Bangunan Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) (Studi Kasus: SDN Sumurboto, Kota Semarang)
Evaluasi Aspek Utilitas Bangunan Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) (Studi Kasus: SDN Sumurboto, Kota Semarang)
Utilitas dalam sebuah bangunan, terutama sekolah sangat penting, karena sebuah bangunan tidak dapat digunakan tanpa adanya utilitas. Proteksi dari sambaran petir dan kebakaran sang...
EVALUASI SISTEM PENCAHAYAAN PADA PERPUSTAKAAN NASIONAL
EVALUASI SISTEM PENCAHAYAAN PADA PERPUSTAKAAN NASIONAL
ABSTRAK Kualitas pencahayaan adalahsalah satu faktor penting dalam kegiatan membaca. Gedung Perpustakaan membutuhkan tingkat pencahayaan sebesar 300 lux sesuai dengan Standar Nasio...
Analisa Blazer menggunakan Pola Dankaerts Ditinjau dari Faktor Kenyamanan pada Ukuran M, L dan XL
Analisa Blazer menggunakan Pola Dankaerts Ditinjau dari Faktor Kenyamanan pada Ukuran M, L dan XL
Blazer sekarang digunakan dalam acara resmi atau tidak resmi. Wanita menggunakan blazer tidak hanya dari modelnya saja tetapi juga dari kenyamanannya. Faktor kenyamanan Blazer dipe...
ARSITEKTUR KONTEKSTUAL PADA RANCANGAN BANGUNAN GALERI NASIONAL INDONESIA
ARSITEKTUR KONTEKSTUAL PADA RANCANGAN BANGUNAN GALERI NASIONAL INDONESIA
Pada tahun 2013, Galeri Nasional Indonesia bersama dengan Ikatan Arsitek Indonesia Jakarta menggagas pengembangan bangunan Galeri Nasional Indonesia bersamaan dengan rencana utama ...
Evaluasi Kesesuaian Pola Bangunan Lembaga Pembinaan Khusus Anak dan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan
Evaluasi Kesesuaian Pola Bangunan Lembaga Pembinaan Khusus Anak dan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan
Fungsi dan Tujuan dari pendirian Lembaga Pemasyarakatan menjadikan pembangunannya tak dapat dilakukan secara asal, diperlukan standar dan standarisasi agar bangunan Lembaga Pemasya...
IMPLEMENTASI PENJAMINAN MUTU DALAM MENGHADAPI GLOBALISASI, ANALISIS DAN IMPLIKASI:STUDI KASUS
IMPLEMENTASI PENJAMINAN MUTU DALAM MENGHADAPI GLOBALISASI, ANALISIS DAN IMPLIKASI:STUDI KASUS
Globalisasi mengharuskan kualitas yang tinggi yang diharapkan oleh para pelanggan, karena itu merupakan tolok ukur dalam mempertahankan kesetiaan pelanggan. Disisi lain untuk mempe...
IMPLEMENTASI STANDAR BANGUNAN INSTALASI RAWAT JALAN DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI
IMPLEMENTASI STANDAR BANGUNAN INSTALASI RAWAT JALAN DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI
Bangunan fisik rumah sakit yang sesuai dengan standar yang ada dapat mendukung peningkatan kinerja sumber daya manusia rumah sakit. Hal ini karena kondisi fisik lingkungan kerja be...
Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Tabung Baja Elpiji Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen Jo Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 47/M-IND/PER/3/2012
Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Tabung Baja Elpiji Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen Jo Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 47/M-IND/PER/3/2012
Abstract. National development aims to create a just and prosperous society based on law. Economic development in the era of globalization must be able to support the growth of the...

