Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisa Blazer menggunakan Pola Dankaerts Ditinjau dari Faktor Kenyamanan pada Ukuran M, L dan XL

View through CrossRef
Blazer sekarang digunakan dalam acara resmi atau tidak resmi. Wanita menggunakan blazer tidak hanya dari modelnya saja tetapi juga dari kenyamanannya. Faktor kenyamanan Blazer dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya yaitu pembuatan pola. Terdapat beberapa metode pola, salah satunya yaitu metode pola Dankaerts. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor kenyamanan pada blazer menggunakan pola Dankaerts ukuran M, L dan XL ditinjau dari dua sudut pandang yaitu faktor kenyamanan statis dan faktor kenyamanan kinetis. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Instrumen penelitian ini berupa angket dan lembar pengamatan yang diberikan kepada tiga responden dan tiga panelis. Lembar pengamatan terdiri dari dua bagian variabel yaitu kenyamanan statis dan kenyamanan kinetis. Faktor kenyamanan statis terdapat 17 indikator sedangkan faktor kenyamanan kinetis terdapat 3 indikator. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis persentase. Penelitian tentang faktor kenyamanan blazer menggunakan pola Dankaerts pada ukuran M faktor kenyamanan statis mendapatkan persentase nyaman sebanyak 75,56 persen sedangkan faktor kenyamanan kinetis kategori nyaman sebanyak 78,94 persen. Untuk faktor kenyamanan blazer ukuran L ditinjau dari faktor kenyamanan statis persentase nyaman adalah 76,11 persen sedangkan faktor kenyamanan kinetis kategori nyaman sebanyak 87,34 persen. Dan faktor kenyamanan blazer ukuran XL faktor kenyamanan statis memperoleh persentase nyaman sejumlah 89,58 persen sedangkan faktor kenyamanan kinetis kategori nyaman sejumlah 81,08 persen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian faktor kenyamanan tertinggi pada blazer menggunakan pola Dankaerts ditinjau dari faktor kenyamanan statis adalah ukuran XL dan faktor kenyamanan kinetis adalah ukuran L. Ini dapat disimpulkan bahwa pola Dankaerts sesuai dan nyaman pada wanita bertubuh gemuk atau ukuran besar. Disarankan: (1) bagi peneliti sejenis untuk mengembangkan dari berbagai aspek lain; (2) bagi guru dapat dijadikan sebagai masukan untuk pemilihan pola dalam pembuatan blazer; (3) bagi pelaku bisnis (pembuat pola atau produksi busana) lebih diperhatikan dalam proses pengambilan ukuran dan pembuatan pola.
Title: Analisa Blazer menggunakan Pola Dankaerts Ditinjau dari Faktor Kenyamanan pada Ukuran M, L dan XL
Description:
Blazer sekarang digunakan dalam acara resmi atau tidak resmi.
Wanita menggunakan blazer tidak hanya dari modelnya saja tetapi juga dari kenyamanannya.
Faktor kenyamanan Blazer dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya yaitu pembuatan pola.
Terdapat beberapa metode pola, salah satunya yaitu metode pola Dankaerts.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor kenyamanan pada blazer menggunakan pola Dankaerts ukuran M, L dan XL ditinjau dari dua sudut pandang yaitu faktor kenyamanan statis dan faktor kenyamanan kinetis.
Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif.
Instrumen penelitian ini berupa angket dan lembar pengamatan yang diberikan kepada tiga responden dan tiga panelis.
Lembar pengamatan terdiri dari dua bagian variabel yaitu kenyamanan statis dan kenyamanan kinetis.
Faktor kenyamanan statis terdapat 17 indikator sedangkan faktor kenyamanan kinetis terdapat 3 indikator.
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan angket.
Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis persentase.
Penelitian tentang faktor kenyamanan blazer menggunakan pola Dankaerts pada ukuran M faktor kenyamanan statis mendapatkan persentase nyaman sebanyak 75,56 persen sedangkan faktor kenyamanan kinetis kategori nyaman sebanyak 78,94 persen.
Untuk faktor kenyamanan blazer ukuran L ditinjau dari faktor kenyamanan statis persentase nyaman adalah 76,11 persen sedangkan faktor kenyamanan kinetis kategori nyaman sebanyak 87,34 persen.
Dan faktor kenyamanan blazer ukuran XL faktor kenyamanan statis memperoleh persentase nyaman sejumlah 89,58 persen sedangkan faktor kenyamanan kinetis kategori nyaman sejumlah 81,08 persen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian faktor kenyamanan tertinggi pada blazer menggunakan pola Dankaerts ditinjau dari faktor kenyamanan statis adalah ukuran XL dan faktor kenyamanan kinetis adalah ukuran L.
Ini dapat disimpulkan bahwa pola Dankaerts sesuai dan nyaman pada wanita bertubuh gemuk atau ukuran besar.
Disarankan: (1) bagi peneliti sejenis untuk mengembangkan dari berbagai aspek lain; (2) bagi guru dapat dijadikan sebagai masukan untuk pemilihan pola dalam pembuatan blazer; (3) bagi pelaku bisnis (pembuat pola atau produksi busana) lebih diperhatikan dalam proses pengambilan ukuran dan pembuatan pola.

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Catatan Editor: Mengembangkan penelitian tentang tingkah laku prososial dan altruisme
Catatan Editor: Mengembangkan penelitian tentang tingkah laku prososial dan altruisme
Selama masa pandemi COVID-19, tak jarang kita menyaksikan tampilnya karakteristik suka menolong pada manusia. Dalam komunitas luring mau-pun daring, berbagai aktivitas memberikan b...
PERBEDAAN PROSES DAN HASIL BLAZER WANITA ANTARA YANG DIKERJAKAN DI TAILOR DENGAN DI MODISTE
PERBEDAAN PROSES DAN HASIL BLAZER WANITA ANTARA YANG DIKERJAKAN DI TAILOR DENGAN DI MODISTE
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah perbedaan proses dan hasil Blazer Wanita antara yang dikerjakan di Tailor dengan di Modiste dan manakah hasil yang lebih baik. ...
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESTETIKA VESPA MODIFIKASI KOMUNITAS VESPA BONDOWOSO  Syarief Abdurahman Arrahim1, I Wayan Sudiarta2, I Gst Ngr. Sura Ardana31,2,3Program Studi Pendidikan Seni RupaFakultas Ba...
IDENTIFIKASI FAKTOR LINGKUNGAN KENYAMANAN TERMAL PADA RUANG AULA DI GEDUNG RUANG KREATIF AHMAD DJUHARA CIREBON
IDENTIFIKASI FAKTOR LINGKUNGAN KENYAMANAN TERMAL PADA RUANG AULA DI GEDUNG RUANG KREATIF AHMAD DJUHARA CIREBON
Ruang Kreatif Ahmad Djuhara merupakan gedung pre-fungsi dari bangunan rumah dinas Keresidenan Cirebon, dan sekarang menjadi gedung kreatif untuk berkumpulnya generasi muda di wilay...

Back to Top