Javascript must be enabled to continue!
Edukasi Berbasis Video Animasi untuk Meningkatkan Ketepatan Penggunaan Suppositoria di Pelayanan Primer
View through CrossRef
Penggunaan obat yang rasional merupakan salah satu aspek penting dalam pelayanan kesehatan, termasuk pada penggunaan suppositoria yang masih sering salah dalam penggunaannya oleh pasien. Kurangnya pemahaman mengenai teknik penggunaan dan penyimpanan suppositoria dapat menurunkan efektivitas terapi serta menimbulkan ketidaknyamanan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketepatan penggunaan suppositoria melalui edukasi menggunakan video animasi. Kegiatan ini dilaksanakan di Puskesmas Rawat Inap Cempaka, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dengan sasaran pasien dan atau keluarga pasien yang berkunjung ke Puskesmas. Metode yang digunakan adalah promosi kesehatan secara individu melalui pendekatan tatap muka yang didukung oleh video animasi edukatif. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest yang terdiri dari lima soal pilihan ganda untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah intervensi edukatif, dengan rata-rata nilai pretest sebesar 26 menjadi 98 pada nilai postest dan 90% responden memperoleh skor maksimal. Selain itu, responden menunjukkan partisipasi aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa edukasi melalui video animasi efektif dalam meningkatkan pemahaman dan pengetahuan terkait penggunaan suppositoria. Media edukasi ini berpotensi untuk digunakan secara berkelanjutan sebagai sarana promosi kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan primer. Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Video Animasi, Suppositoria, Penggunaan Obat Abstrakrasional, Puskesmas Onal drug use constitutes a crucial aspect of healthcare services, including the administration of suppositories, which are still frequently misused by patients. Inadequate understanding of proper techniques for the use and storage of suppositories may reduce therapeutic effectiveness and cause discomfort. This community service activity aimed to improve knowledge and the accuracy of suppository use through educational interventions utilizing animated videos. The program was conducted at the Inpatient Public Health Center Cempaka, Banjarbaru City, South Kalimantan, targeting patients and/or their family members visiting the health center. The method employed was individual health promotion through a face-to-face approach supported by an educational animated video. Evaluation was carried out using a pretest and posttest consisting of five multiple-choice questions to measure the participants’ improvement in knowledge. The results demonstrated a significant increase in knowledge following the educational intervention, with the mean pretest score improving from 26 to 98 in the posttest, and 90% of respondents achieving the maximum score. In addition, respondents showed active participation during the discussion and question-and-answer sessions. In conclusion, education delivered through animated videos was effective in enhancing understanding and knowledge regarding the proper use of suppositories. This educational medium has strong potential for sustainable implementation as a health promotion tool in primary healthcare facilities.
Center for Journal Management and Publication, Lambung Mangkurat University
Title: Edukasi Berbasis Video Animasi untuk Meningkatkan Ketepatan Penggunaan Suppositoria di Pelayanan Primer
Description:
Penggunaan obat yang rasional merupakan salah satu aspek penting dalam pelayanan kesehatan, termasuk pada penggunaan suppositoria yang masih sering salah dalam penggunaannya oleh pasien.
Kurangnya pemahaman mengenai teknik penggunaan dan penyimpanan suppositoria dapat menurunkan efektivitas terapi serta menimbulkan ketidaknyamanan.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketepatan penggunaan suppositoria melalui edukasi menggunakan video animasi.
Kegiatan ini dilaksanakan di Puskesmas Rawat Inap Cempaka, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dengan sasaran pasien dan atau keluarga pasien yang berkunjung ke Puskesmas.
Metode yang digunakan adalah promosi kesehatan secara individu melalui pendekatan tatap muka yang didukung oleh video animasi edukatif.
Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest yang terdiri dari lima soal pilihan ganda untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta.
Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah intervensi edukatif, dengan rata-rata nilai pretest sebesar 26 menjadi 98 pada nilai postest dan 90% responden memperoleh skor maksimal.
Selain itu, responden menunjukkan partisipasi aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab.
Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa edukasi melalui video animasi efektif dalam meningkatkan pemahaman dan pengetahuan terkait penggunaan suppositoria.
Media edukasi ini berpotensi untuk digunakan secara berkelanjutan sebagai sarana promosi kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan primer.
Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Video Animasi, Suppositoria, Penggunaan Obat Abstrakrasional, Puskesmas Onal drug use constitutes a crucial aspect of healthcare services, including the administration of suppositories, which are still frequently misused by patients.
Inadequate understanding of proper techniques for the use and storage of suppositories may reduce therapeutic effectiveness and cause discomfort.
This community service activity aimed to improve knowledge and the accuracy of suppository use through educational interventions utilizing animated videos.
The program was conducted at the Inpatient Public Health Center Cempaka, Banjarbaru City, South Kalimantan, targeting patients and/or their family members visiting the health center.
The method employed was individual health promotion through a face-to-face approach supported by an educational animated video.
Evaluation was carried out using a pretest and posttest consisting of five multiple-choice questions to measure the participants’ improvement in knowledge.
The results demonstrated a significant increase in knowledge following the educational intervention, with the mean pretest score improving from 26 to 98 in the posttest, and 90% of respondents achieving the maximum score.
In addition, respondents showed active participation during the discussion and question-and-answer sessions.
In conclusion, education delivered through animated videos was effective in enhancing understanding and knowledge regarding the proper use of suppositories.
This educational medium has strong potential for sustainable implementation as a health promotion tool in primary healthcare facilities.
Related Results
ESTETIKA ANIMASI: KONSEP DAN GAYA ANIMASI BUL
ESTETIKA ANIMASI: KONSEP DAN GAYA ANIMASI BUL
Animasi berjudul Bul adalah karya animasi terbaik kategori film animasi 2 Dimensi dalam lomba Animafest Film Animasi di MNCTV. Animasi ini diproduksi oleh salah satu studio animasi...
PEMBINGKAIAN RUANG VISUAL DALAM DESAIN VIDEO MUSIK ANIMASI SABDA ALAM SEBAGAI SENI MENYAMPAIKAN PESAN KAMPANYE
PEMBINGKAIAN RUANG VISUAL DALAM DESAIN VIDEO MUSIK ANIMASI SABDA ALAM SEBAGAI SENI MENYAMPAIKAN PESAN KAMPANYE
Animated music video is an audio-visual media design that is presented in an illustrative narrative with song accompaniment. This spectacle has become a model for campaign media de...
Studi Literatur: Pengembangan Media Pembelajaran dengan Video Animasi Powtoon
Studi Literatur: Pengembangan Media Pembelajaran dengan Video Animasi Powtoon
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) kelayakan media pembelajaran dengan video animasi powtoon; (2) respons terhadap media pembelajaran dengan video animasi powtoon; (...
Media Video Animasi Interaktif Berpendekatan Kontekstual Pada Mata Pelajaran IPAS Siswa Kelas IV SDN 5 Kampung Baru
Media Video Animasi Interaktif Berpendekatan Kontekstual Pada Mata Pelajaran IPAS Siswa Kelas IV SDN 5 Kampung Baru
Siswa sering mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep abstrak karena materi yang disajikan kurang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, keterbatasan media vid...
Efektivitas Media Pembelajaran AudiovisualBerupa Video Animasi Berbasis Powtoon Dalam Pembelajaran Ipa
Efektivitas Media Pembelajaran AudiovisualBerupa Video Animasi Berbasis Powtoon Dalam Pembelajaran Ipa
Penelitian studi literatur memiliki tujuan untuk mendeskripsikan bagaimana hasil validasi produk pengembangan media pembelajaran video animasi Powtoon, pengaruh penerapan video ani...
SISTEM RUJUKAN DALAM SISTEM PELAYANAN KESEHATAN MATERNAL PERINATAL DI INDONESIA
SISTEM RUJUKAN DALAM SISTEM PELAYANAN KESEHATAN MATERNAL PERINATAL DI INDONESIA
ABSTRAK
Kasus keterlambatan rujukan merupakan salah satu permasalahan utama terjadinya kematian ibu dan bayi di Indonesia. Kematian ibu dan bayi dapat diakibatkan pelayanan d...
Pengembangan Media Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Video Animasi Bagi Siswa Kelas VII Pondok Pesantren Darul Ishlah Bulukumba
Pengembangan Media Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Video Animasi Bagi Siswa Kelas VII Pondok Pesantren Darul Ishlah Bulukumba
Penelitian ini membahas tentang pengembangan media pembelajaran bahasa Arab berbasis video animasi. Penelitian ini bertujuan untuk, (1) Mengembangkan media pembelajaran bahasa Arab...
PERBANDINGAN KINERJA BROWSER PADA PEMANFAATAN ANIMASI SVG (SCALABLE VECTOR GRAPHIC)
PERBANDINGAN KINERJA BROWSER PADA PEMANFAATAN ANIMASI SVG (SCALABLE VECTOR GRAPHIC)
Penggunaan Motion Graphic (MG) tidak hanya dugunakan sebagai sarana media seni, namun perkembanganya MG dapat dimanfaatakan di berbagai bidang. Baik bidang pendidikan, periklanan, ...

