Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Media Video Animasi Interaktif Berpendekatan Kontekstual Pada Mata Pelajaran IPAS Siswa Kelas IV SDN 5 Kampung Baru

View through CrossRef
Siswa sering mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep abstrak karena materi yang disajikan kurang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, keterbatasan media video animasi interaktif berpendekatan kontekstual menyebabkan kurangnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, sehingga diperlukan pengembangan media video animasi interaktif berpendekatan kontekstual untuk meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan dan menganalisis efektivitas media video animasi interaktif berpendekatan kontekstual dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) bagi siswa kelas IV Sekolah Dasar. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Hannafin and Peck. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes, metode observasi, dan metode wawancara. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, analisis kualitatif dan analisis statistika inferensial uji-t. penelitian ini menggunakan subjek, ahli isi pembelajaran, ahli desain pembelajaran, ahli media pembelajaran, 3 orang siswa untuk uji coba perorangan, 9 siswa untuk uji coba kelompok kecil dan 22 orang siswa kelas IV untuk uji coba lapangan. Hasil penelitian pengembangan ini yaitu (1) media video animasi interaktif berpendekatan kontekstual ini dikembangkan dengan model Hannafin and Peck melalui tiga tahapan (penilaian kebutuhan, desain, dan pengembangan dan implementasi). (2) validitas media video animasi interaktif dari hasil uji ahli isi pembelajaran sebesar 100%, uji ahli desain pembelajaran sebesar 95%, uji ahli media pembelajaran sebesar 90%, uji coba perorangan sebesar 100%, uji coba kelompok kecil sebesar 96%, dan uji coba lapangan sebesar 100%, dengan persentase skor yang dikualifikasikan sangat baik. (3) efektivitas media video animasi interaktif diukur dari hasil uji-t yang menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan dari hasil belajar siswa antar sebelum menggunakan media video animasi interaktif berpendekatan kontekstual dengan sesudah menggunakan media video animasi interaktif berpendekatan kontekstual pada muatan mata pelajaran IPAS dengan rata-rata pretest 57,27 dan posttest 71,55 dengan hasil uji-t  memakai SPSS didapatkan nilai sig 0,001 < 0,05 menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara variabel awal dengan variabel akhir. Ini menunjukkan terdapat pengaruh yang bermakna terhadap perbedaan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah memakai media video animasi interaktif. Maka dengan hasil yang didapat disimpulkan bahwa media video animasi interaktif berpendekatan kontekstual pada mata pelajaran IPAS efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas IV.
Title: Media Video Animasi Interaktif Berpendekatan Kontekstual Pada Mata Pelajaran IPAS Siswa Kelas IV SDN 5 Kampung Baru
Description:
Siswa sering mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep abstrak karena materi yang disajikan kurang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari.
Selain itu, keterbatasan media video animasi interaktif berpendekatan kontekstual menyebabkan kurangnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, sehingga diperlukan pengembangan media video animasi interaktif berpendekatan kontekstual untuk meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa.
Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan dan menganalisis efektivitas media video animasi interaktif berpendekatan kontekstual dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) bagi siswa kelas IV Sekolah Dasar.
Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Hannafin and Peck.
Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes, metode observasi, dan metode wawancara.
Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, analisis kualitatif dan analisis statistika inferensial uji-t.
penelitian ini menggunakan subjek, ahli isi pembelajaran, ahli desain pembelajaran, ahli media pembelajaran, 3 orang siswa untuk uji coba perorangan, 9 siswa untuk uji coba kelompok kecil dan 22 orang siswa kelas IV untuk uji coba lapangan.
Hasil penelitian pengembangan ini yaitu (1) media video animasi interaktif berpendekatan kontekstual ini dikembangkan dengan model Hannafin and Peck melalui tiga tahapan (penilaian kebutuhan, desain, dan pengembangan dan implementasi).
(2) validitas media video animasi interaktif dari hasil uji ahli isi pembelajaran sebesar 100%, uji ahli desain pembelajaran sebesar 95%, uji ahli media pembelajaran sebesar 90%, uji coba perorangan sebesar 100%, uji coba kelompok kecil sebesar 96%, dan uji coba lapangan sebesar 100%, dengan persentase skor yang dikualifikasikan sangat baik.
(3) efektivitas media video animasi interaktif diukur dari hasil uji-t yang menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan dari hasil belajar siswa antar sebelum menggunakan media video animasi interaktif berpendekatan kontekstual dengan sesudah menggunakan media video animasi interaktif berpendekatan kontekstual pada muatan mata pelajaran IPAS dengan rata-rata pretest 57,27 dan posttest 71,55 dengan hasil uji-t  memakai SPSS didapatkan nilai sig 0,001 < 0,05 menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara variabel awal dengan variabel akhir.
Ini menunjukkan terdapat pengaruh yang bermakna terhadap perbedaan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah memakai media video animasi interaktif.
Maka dengan hasil yang didapat disimpulkan bahwa media video animasi interaktif berpendekatan kontekstual pada mata pelajaran IPAS efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas IV.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., &amp; Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Implementasi Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran IPAS di SDN Sumberdodol 1 Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan
Implementasi Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran IPAS di SDN Sumberdodol 1 Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan perencanaan kurikulum merdeka pada mata pelajaran IPAS Kelas IV di SDN Sumberdodol 1 Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan. (2) Men...
POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS
POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS
The pattern of community activities in Tasikmalaya, Kampung Naga can be identified as a cultural transformation that exists in the neighborhood of the traditional house and can be ...
Pengembangan Media Pembelajaran Video Animasi Pada Materi Vulkanisme Kelas X di Pondok Pesantren Daarul Muhsinin Labuhan Batu
Pengembangan Media Pembelajaran Video Animasi Pada Materi Vulkanisme Kelas X di Pondok Pesantren Daarul Muhsinin Labuhan Batu
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis : (1) Kelayakan media pembelajaran video animasi pada materi vulkanisme kelas X di Ponpes Daarul Muhsinin Labuhan Batu (2) Respon siswa ...
PEMBINGKAIAN RUANG VISUAL DALAM DESAIN VIDEO MUSIK ANIMASI SABDA ALAM SEBAGAI SENI MENYAMPAIKAN PESAN KAMPANYE
PEMBINGKAIAN RUANG VISUAL DALAM DESAIN VIDEO MUSIK ANIMASI SABDA ALAM SEBAGAI SENI MENYAMPAIKAN PESAN KAMPANYE
Animated music video is an audio-visual media design that is presented in an illustrative narrative with song accompaniment. This spectacle has become a model for campaign media de...
ESTETIKA ANIMASI: KONSEP DAN GAYA ANIMASI BUL
ESTETIKA ANIMASI: KONSEP DAN GAYA ANIMASI BUL
Animasi berjudul Bul adalah karya animasi terbaik kategori film animasi 2 Dimensi dalam lomba Animafest Film Animasi di MNCTV. Animasi ini diproduksi oleh salah satu studio animasi...
ANALISIS POTENSI KEBUTUHAN PENGEMBANGAN VIDEO ANIMASI KONSEP JARING-JARING MAKANAN BERBASIS CANVA PADA PELAJARAN IPAS KELAS V SD
ANALISIS POTENSI KEBUTUHAN PENGEMBANGAN VIDEO ANIMASI KONSEP JARING-JARING MAKANAN BERBASIS CANVA PADA PELAJARAN IPAS KELAS V SD
The cultivation of ecological concepts, especially food webs, is an essential part of learning Natural and Social Sciences (NSP) at the elementary school level that demands a conte...

Back to Top