Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISIS POTENSI KEBUTUHAN PENGEMBANGAN VIDEO ANIMASI KONSEP JARING-JARING MAKANAN BERBASIS CANVA PADA PELAJARAN IPAS KELAS V SD

View through CrossRef
The cultivation of ecological concepts, especially food webs, is an essential part of learning Natural and Social Sciences (NSP) at the elementary school level that demands a contextual, visual, and fun learning approach. However, the results of preliminary observations at SD Negeri 2 Jirak showed that grade V students had difficulty in understanding the interrelationships between living things in the ecosystem due to low cognitive engagement and limited interactive visual learning media. This research uses a descriptive quantitative approach with a needs survey design as the initial stage of the Alessi & Trolip development model, namely in the planning stage. The research subjects included fifth grade students and teachers at SD Negeri 2 Jirak. Data collection techniques were carried out through a validated closed questionnaire, complemented by semi-structured interviews to strengthen quantitative data. The results showed that 72% of students had a visual learning style preference, and 81% showed high interest in using Canva-based videos. In addition, 74% of students felt that the video media helped improve concept understanding, while 70% actively asked questions after watching the video. Interviews revealed that animated media with attractive appearance, clear sound, and contextual content increased student focus and engagement. Teachers rated the Canva-based media as easily accessible and supported students' visual understanding of abstract material such as food webs. These findings suggest that the development of contextual and visual animated video media is needed and has the potential to improve the quality of IPAS learning in primary schools. These results provide a conceptual basis for designing media that are adaptive to student needs and pedagogical challenges in the digital era. ABSTRAKPenanaman konsep ekologi, khususnya jaring-jaring makanan, merupakan bagian esensial dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di tingkat sekolah dasar yang menuntut pendekatan pembelajaran yang kontekstual, visual, dan menyenangkan. Namun, hasil observasi awal di SD Negeri 2 Jirak menunjukkan bahwa siswa kelas V mengalami kesulitan dalam memahami keterkaitan antar makhluk hidup dalam ekosistem akibat rendahnya keterlibatan kognitif dan terbatasnya media pembelajaran visual yang interaktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain survei kebutuhan sebagai tahapan awal dari model pengembangan alessi & trolip yakni dalam tahap perencanaan. Subjek penelitian meliputi siswa dan guru kelas V di SD Negeri 2 Jirak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket tertutup yang telah divalidasi, dilengkapi wawancara semi-terstruktur untuk memperkuat data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 72% siswa memiliki preferensi gaya belajar visual, dan 81% menunjukkan ketertarikan tinggi terhadap penggunaan video berbasis Canva. Selain itu, 74% siswa merasa media video membantu meningkatkan pemahaman konsep, sedangkan 70% aktif bertanya setelah menonton video. Wawancara mengungkap bahwa media animasi dengan tampilan menarik, suara jelas, dan konten kontekstual meningkatkan fokus serta keterlibatan siswa. Guru menilai media berbasis Canva mudah diakses dan mendukung pemahaman visual siswa terhadap materi abstrak seperti jaring-jaring makanan. Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan media video animasi kontekstual dan visual sangat dibutuhkan serta potensial meningkatkan kualitas pembelajaran IPAS di sekolah dasar. Hasil ini menjadi dasar konseptual dalam merancang media yang adaptif terhadap kebutuhan siswa dan tantangan pedagogis di era digital.
Title: ANALISIS POTENSI KEBUTUHAN PENGEMBANGAN VIDEO ANIMASI KONSEP JARING-JARING MAKANAN BERBASIS CANVA PADA PELAJARAN IPAS KELAS V SD
Description:
The cultivation of ecological concepts, especially food webs, is an essential part of learning Natural and Social Sciences (NSP) at the elementary school level that demands a contextual, visual, and fun learning approach.
However, the results of preliminary observations at SD Negeri 2 Jirak showed that grade V students had difficulty in understanding the interrelationships between living things in the ecosystem due to low cognitive engagement and limited interactive visual learning media.
This research uses a descriptive quantitative approach with a needs survey design as the initial stage of the Alessi & Trolip development model, namely in the planning stage.
The research subjects included fifth grade students and teachers at SD Negeri 2 Jirak.
Data collection techniques were carried out through a validated closed questionnaire, complemented by semi-structured interviews to strengthen quantitative data.
The results showed that 72% of students had a visual learning style preference, and 81% showed high interest in using Canva-based videos.
In addition, 74% of students felt that the video media helped improve concept understanding, while 70% actively asked questions after watching the video.
Interviews revealed that animated media with attractive appearance, clear sound, and contextual content increased student focus and engagement.
Teachers rated the Canva-based media as easily accessible and supported students' visual understanding of abstract material such as food webs.
These findings suggest that the development of contextual and visual animated video media is needed and has the potential to improve the quality of IPAS learning in primary schools.
These results provide a conceptual basis for designing media that are adaptive to student needs and pedagogical challenges in the digital era.
ABSTRAKPenanaman konsep ekologi, khususnya jaring-jaring makanan, merupakan bagian esensial dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di tingkat sekolah dasar yang menuntut pendekatan pembelajaran yang kontekstual, visual, dan menyenangkan.
Namun, hasil observasi awal di SD Negeri 2 Jirak menunjukkan bahwa siswa kelas V mengalami kesulitan dalam memahami keterkaitan antar makhluk hidup dalam ekosistem akibat rendahnya keterlibatan kognitif dan terbatasnya media pembelajaran visual yang interaktif.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain survei kebutuhan sebagai tahapan awal dari model pengembangan alessi & trolip yakni dalam tahap perencanaan.
Subjek penelitian meliputi siswa dan guru kelas V di SD Negeri 2 Jirak.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket tertutup yang telah divalidasi, dilengkapi wawancara semi-terstruktur untuk memperkuat data kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 72% siswa memiliki preferensi gaya belajar visual, dan 81% menunjukkan ketertarikan tinggi terhadap penggunaan video berbasis Canva.
Selain itu, 74% siswa merasa media video membantu meningkatkan pemahaman konsep, sedangkan 70% aktif bertanya setelah menonton video.
Wawancara mengungkap bahwa media animasi dengan tampilan menarik, suara jelas, dan konten kontekstual meningkatkan fokus serta keterlibatan siswa.
Guru menilai media berbasis Canva mudah diakses dan mendukung pemahaman visual siswa terhadap materi abstrak seperti jaring-jaring makanan.
Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan media video animasi kontekstual dan visual sangat dibutuhkan serta potensial meningkatkan kualitas pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
Hasil ini menjadi dasar konseptual dalam merancang media yang adaptif terhadap kebutuhan siswa dan tantangan pedagogis di era digital.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Media Video Animasi Interaktif Berpendekatan Kontekstual Pada Mata Pelajaran IPAS Siswa Kelas IV SDN 5 Kampung Baru
Media Video Animasi Interaktif Berpendekatan Kontekstual Pada Mata Pelajaran IPAS Siswa Kelas IV SDN 5 Kampung Baru
Siswa sering mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep abstrak karena materi yang disajikan kurang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, keterbatasan media vid...
ESTETIKA ANIMASI: KONSEP DAN GAYA ANIMASI BUL
ESTETIKA ANIMASI: KONSEP DAN GAYA ANIMASI BUL
Animasi berjudul Bul adalah karya animasi terbaik kategori film animasi 2 Dimensi dalam lomba Animafest Film Animasi di MNCTV. Animasi ini diproduksi oleh salah satu studio animasi...
PEMBINGKAIAN RUANG VISUAL DALAM DESAIN VIDEO MUSIK ANIMASI SABDA ALAM SEBAGAI SENI MENYAMPAIKAN PESAN KAMPANYE
PEMBINGKAIAN RUANG VISUAL DALAM DESAIN VIDEO MUSIK ANIMASI SABDA ALAM SEBAGAI SENI MENYAMPAIKAN PESAN KAMPANYE
Animated music video is an audio-visual media design that is presented in an illustrative narrative with song accompaniment. This spectacle has become a model for campaign media de...
Pengembangan Media Pembelajaran Video Animasi Pada Materi Vulkanisme Kelas X di Pondok Pesantren Daarul Muhsinin Labuhan Batu
Pengembangan Media Pembelajaran Video Animasi Pada Materi Vulkanisme Kelas X di Pondok Pesantren Daarul Muhsinin Labuhan Batu
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis : (1) Kelayakan media pembelajaran video animasi pada materi vulkanisme kelas X di Ponpes Daarul Muhsinin Labuhan Batu (2) Respon siswa ...
Pengembangan Media Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Video Animasi Bagi Siswa Kelas VII Pondok Pesantren Darul Ishlah Bulukumba
Pengembangan Media Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Video Animasi Bagi Siswa Kelas VII Pondok Pesantren Darul Ishlah Bulukumba
Penelitian ini membahas tentang pengembangan media pembelajaran bahasa Arab berbasis video animasi. Penelitian ini bertujuan untuk, (1) Mengembangkan media pembelajaran bahasa Arab...
Studi Literatur: Pengembangan Media Pembelajaran dengan Video Animasi Powtoon
Studi Literatur: Pengembangan Media Pembelajaran dengan Video Animasi Powtoon
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) kelayakan media pembelajaran dengan video animasi powtoon; (2) respons terhadap media pembelajaran dengan video animasi powtoon; (...
Efektivitas Media Pembelajaran AudiovisualBerupa Video Animasi Berbasis Powtoon Dalam Pembelajaran Ipa
Efektivitas Media Pembelajaran AudiovisualBerupa Video Animasi Berbasis Powtoon Dalam Pembelajaran Ipa
Penelitian studi literatur memiliki tujuan untuk mendeskripsikan bagaimana hasil validasi produk pengembangan media pembelajaran video animasi Powtoon, pengaruh penerapan video ani...

Back to Top