Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

DAMPAK PEMBINAAN PENGOLAHAN MAKANAN SPESIFIK DAERAH BAGI PEDAGANG KECIL DI NAGARI MANDEH KECAMATAN TARUSAN, KABUPATEN PESISIR SELATAN

View through CrossRef
Nagari Mandeh merupakan 1 dari 23 Nagari di Kecamatan Koto XI Tarusan dengan jarak 42 Km dari ibu kota kabupaten, termasuk kategori kecamatan miskin. Kawasan Mandeh merupakan daerah yang baru dijadikan objek wisata pantai setelah pemerintah membuat jalan baru dari Tarusan sampai ke Sungai Pinang, Sebagian besar penduduk mempunyai mata pencaharian utama sebagai nelayan tradisional yang sangat bergantung pada keadaan cuaca dan musim. Hal ini berarti besar atau kecilnya jumlah pendapatan mereka sangat tergantung pada hasil melaut yang diperoleh, serta naik turunnya harga ikan dipasaran. Pada saat jumlah ikan banyak dipasaran, sering nelayan ini mendapatkan hasil pendapatan yang rendah karena harga ikan murah dan kadang dibuang karena tidak mengetahui cara mengolah ikan supaya tahan lama atau menjadi produk olahan ikan yang lebih bernilai jual. Namun setelah jalan baru itu di bangun, terjadi perobahan besar terhadap penduduk yang ada di sekitar kawasan mandeh, dengan dijadikannya kawasan mandeh sebagai objek wisata. Hal mereka bingung mau menjual apa di warung yang sudah dicanangkan pemerintah setempat. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka tim pengabdian bertujuan untuk memberikan pengetahuan di bidang makanan (bahan, hygiene dan sanitasi, manajemen usaha) dengan metode ceramah dan penyejian gambargambar yang berkaitaan dengan tema dan keterampilan dengan metode demonstrasi dan pelatihan (mengolah ikan) kepada kelompok mitra (ibu-ibu/remaja putri) pedagang kecil makanan jajanan di kawasan Mandeh tersebut, khususnya keterampilan mengolah berbagai jenis makanan spesifik daerah berbasis ikan yang berdaya saing, dengan target khalayak dapat memanfaatkan waktu luangnya dengan baik, yang akhinya dapat dijadikan suatu usaha rumah tangga, yang dapat meningkatkan ekonomi keluarga.  
Title: DAMPAK PEMBINAAN PENGOLAHAN MAKANAN SPESIFIK DAERAH BAGI PEDAGANG KECIL DI NAGARI MANDEH KECAMATAN TARUSAN, KABUPATEN PESISIR SELATAN
Description:
Nagari Mandeh merupakan 1 dari 23 Nagari di Kecamatan Koto XI Tarusan dengan jarak 42 Km dari ibu kota kabupaten, termasuk kategori kecamatan miskin.
Kawasan Mandeh merupakan daerah yang baru dijadikan objek wisata pantai setelah pemerintah membuat jalan baru dari Tarusan sampai ke Sungai Pinang, Sebagian besar penduduk mempunyai mata pencaharian utama sebagai nelayan tradisional yang sangat bergantung pada keadaan cuaca dan musim.
Hal ini berarti besar atau kecilnya jumlah pendapatan mereka sangat tergantung pada hasil melaut yang diperoleh, serta naik turunnya harga ikan dipasaran.
Pada saat jumlah ikan banyak dipasaran, sering nelayan ini mendapatkan hasil pendapatan yang rendah karena harga ikan murah dan kadang dibuang karena tidak mengetahui cara mengolah ikan supaya tahan lama atau menjadi produk olahan ikan yang lebih bernilai jual.
Namun setelah jalan baru itu di bangun, terjadi perobahan besar terhadap penduduk yang ada di sekitar kawasan mandeh, dengan dijadikannya kawasan mandeh sebagai objek wisata.
Hal mereka bingung mau menjual apa di warung yang sudah dicanangkan pemerintah setempat.
Berdasarkan permasalahan tersebut, maka tim pengabdian bertujuan untuk memberikan pengetahuan di bidang makanan (bahan, hygiene dan sanitasi, manajemen usaha) dengan metode ceramah dan penyejian gambargambar yang berkaitaan dengan tema dan keterampilan dengan metode demonstrasi dan pelatihan (mengolah ikan) kepada kelompok mitra (ibu-ibu/remaja putri) pedagang kecil makanan jajanan di kawasan Mandeh tersebut, khususnya keterampilan mengolah berbagai jenis makanan spesifik daerah berbasis ikan yang berdaya saing, dengan target khalayak dapat memanfaatkan waktu luangnya dengan baik, yang akhinya dapat dijadikan suatu usaha rumah tangga, yang dapat meningkatkan ekonomi keluarga.
 .

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PKM PEMBINAAN PENGOLAHAN HASIL LAUT BAGI PEDAGANG KECIL DI NAGARI MANDEH, KECAMATAN TARUSAN, KABUPATEN PESISIR SELATAN
PKM PEMBINAAN PENGOLAHAN HASIL LAUT BAGI PEDAGANG KECIL DI NAGARI MANDEH, KECAMATAN TARUSAN, KABUPATEN PESISIR SELATAN
Nagari Mandeh memiliki potensi SDM dan SDA yang sangat baik  yang dapat menjadikan Nagari Mandeh menjadi salah satu nagari wisata.  Kawasan Mandeh merupakan daerah yang baru dijadi...
This study aims to obtain an overview of (1) the involvement of the Nagari Mandeh community in the development of tourism in the Mandeh area, (2) the formation of community groups ...
Nagari Berprestasi : Strategi Kepemimpinan Wali Nagari dan Peran Masyarakat di Nagari Pandai Sikek
Nagari Berprestasi : Strategi Kepemimpinan Wali Nagari dan Peran Masyarakat di Nagari Pandai Sikek
This article aims to describe the leadership strategies of village guardian at PandaiSikek village and society’s participation in achieving village achievement at national l...
Analisis Kesejahteraan Pedagang Pasar Pagi Sambas dalam Perspektif Maqashid al-Syariah
Analisis Kesejahteraan Pedagang Pasar Pagi Sambas dalam Perspektif Maqashid al-Syariah
Pedagang pasar pagi Sambas perlu mendapatkan dukungan, bimbingan, dan arahan agar dapat meningkatkan taraf hidup dan meningkatkan pendapatan sehingga berpengaruh kepada tingkat kes...
Perbedaan Perilaku Masyarakat dalam Pelaksanaan Nagari Siaga di Nagari Padang Laweh dan Nagari Kubang Putiah Kabupaten Agam
Perbedaan Perilaku Masyarakat dalam Pelaksanaan Nagari Siaga di Nagari Padang Laweh dan Nagari Kubang Putiah Kabupaten Agam
The number of Nagari Siaga in West Sumatera Province at the end of the year 2008 is 2.125. However this number has not been reached the target yet that are 3.317 Nagari Siaga. The ...

Back to Top