Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Perbandingan Aplikasi Prakiraan Cuaca Weather, BMKG, Dan WISET

View through CrossRef
Perubahan iklim dan cuaca ekstrem menjadikan prakiraan cuaca yang akurat sangat penting di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan akurasi aplikasi prakiraan cuaca BMKG, Weather, dan WISET dengan menggunakan metrik Mean Squared Error (MSE), Mean Absolute Error (MAE), dan Hit Rate, serta analisis Strengths dan Weaknesses (SW). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Weather tidak hanya memiliki MAE terendah, tetapi juga MSE yang paling baik, menunjukkan konsistensi dalam prediksi suhu, kelembapan, dan kecepatan angin. MSE untuk suhu adalah 0.0328, kelembapan 0.54, dan kecepatan angin 0.0183, yang menunjukkan performa yang lebih stabil dibandingkan dengan BMKG dan WISET. Selain itu, Hit Rate aplikasi Weather mencapai 85%, menandakan tingkat keberhasilan yang tinggi dalam prakiraan cuaca. BMKG berada di posisi kedua dalam hal MSE dan Hit Rate, sedangkan WISET menunjukkan akurasi terendah. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi pengguna dalam memilih aplikasi prakiraan cuaca yang lebih andal.
Title: Perbandingan Aplikasi Prakiraan Cuaca Weather, BMKG, Dan WISET
Description:
Perubahan iklim dan cuaca ekstrem menjadikan prakiraan cuaca yang akurat sangat penting di Indonesia.
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan akurasi aplikasi prakiraan cuaca BMKG, Weather, dan WISET dengan menggunakan metrik Mean Squared Error (MSE), Mean Absolute Error (MAE), dan Hit Rate, serta analisis Strengths dan Weaknesses (SW).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Weather tidak hanya memiliki MAE terendah, tetapi juga MSE yang paling baik, menunjukkan konsistensi dalam prediksi suhu, kelembapan, dan kecepatan angin.
MSE untuk suhu adalah 0.
0328, kelembapan 0.
54, dan kecepatan angin 0.
0183, yang menunjukkan performa yang lebih stabil dibandingkan dengan BMKG dan WISET.
Selain itu, Hit Rate aplikasi Weather mencapai 85%, menandakan tingkat keberhasilan yang tinggi dalam prakiraan cuaca.
BMKG berada di posisi kedua dalam hal MSE dan Hit Rate, sedangkan WISET menunjukkan akurasi terendah.
Temuan ini memberikan wawasan penting bagi pengguna dalam memilih aplikasi prakiraan cuaca yang lebih andal.

Related Results

Redesign UI UX Aplikasi Info BMKG Menggunakan Metode Design Thinking
Redesign UI UX Aplikasi Info BMKG Menggunakan Metode Design Thinking
E-Government merupakan sebuah istilah untuk layanan publik dari pemerintah yang memanfaatkan perkembangan teknologi informasi. Dalam E-Government, pemerintah bertujuan untuk mening...
Prakiraan Beban Listrik Menggunakan Metode Jaringan Saraf Tiruan dengan Data yang Terbatas
Prakiraan Beban Listrik Menggunakan Metode Jaringan Saraf Tiruan dengan Data yang Terbatas
Seiring dengan perkembangan zaman, prakiraan kebutuhan beban listrik menjadi salah satu hal vital dalam perencanaan pembangkitan dan distribusi. Terdapat berbagai macam cara untuk ...
Analisis Probabilistik Untuk Perediksi Cuaca Di Kota Medan Dan Kabupaten Deli Serdang (Menggunakan Metode Rantai Markov)
Analisis Probabilistik Untuk Perediksi Cuaca Di Kota Medan Dan Kabupaten Deli Serdang (Menggunakan Metode Rantai Markov)
Cuaca merupakan fenomena alam yang sulit diprediksi karena dipengaruhi oleh berbagai variabel yang saling berkaitan. Peramalan cuaca memiliki peranan penting dalam pengambilan kepu...
PENGEMBANGAN APLIKASI DASBOR CUACA DENGAN SUMBER DATA DARI YAHOO WEATHER
PENGEMBANGAN APLIKASI DASBOR CUACA DENGAN SUMBER DATA DARI YAHOO WEATHER
Dewasa ini informasi mengenai kondisi cuaca di suatu daerah dapat diperoleh melalui internet. Dengan melimpahnya berbagai data pada situs informasi cuaca, alhasil mencari data tert...
PENENTUAN AWAL BULAN KAMARIYAH BERDASARKAN INFORMASI PREDIKSI CUACA DENGAN METODE JARINGAN SYARAF TIRUN
PENENTUAN AWAL BULAN KAMARIYAH BERDASARKAN INFORMASI PREDIKSI CUACA DENGAN METODE JARINGAN SYARAF TIRUN
Menentukan masuknya awal bulan Kamariyah yang berpatokan pada peredaran bulan mengelilingi bumi memiliki metode tersendiri. Metode khusus seiring dengan perkembangan zaman yang dig...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
ARKEOASTRONOMI MASYARAKAT NELAYAN KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR DALAM MENENTUKAN CUACA PERSFEKTIF ILMU FALAK
ARKEOASTRONOMI MASYARAKAT NELAYAN KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR DALAM MENENTUKAN CUACA PERSFEKTIF ILMU FALAK
Dalam menjalankan mata pencahariannya sebagai nelayan, masyarakat nelayan di Kabupaten Kepulauan Selayar mengacu pada warisan para pendahulunya. Untuk menentukan apakah akan melaut...
A Lesson Plan for Teaching Computational Thinking Using a Weather Forecaster Robot
A Lesson Plan for Teaching Computational Thinking Using a Weather Forecaster Robot
Weather and weather forecasting are closely related to our daily lives. TV weather forecasting programs are common worldwide. Producing such a program requires a team with various ...

Back to Top