Javascript must be enabled to continue!
Manajemen Seni Pertunjukan di Sanggar Gastarana Kelurahan Garegeh Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Kota Bukittinggi Sumatera Barat
View through CrossRef
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan manajemen seni pertunjukan Sanggar Gastarana di Desa Garegeh, Kecamatan Koto Selayan Mandiag, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Alat penelitian adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan alat bantu seperti pulpen, kamera dan perekam. Data primer dan data sekunder digunakan dalam bahan penelitian ini. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi literatur, observasi dan wawancara. Tahapan analisis data adalah reduksi data, deskripsi data, dan inferensi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen sanggar Gastarana terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pergerakan dan pengawasan. Perencanaan dilakukan dengan beberapa program kerja, antara lain: rogram kerja jangka panjang, program kerja jangka pendek dan program kerja adat Gatarana. Proses organisasi mencakup rangkaian kegiatan yang berbeda, dimulai dengan orientasi pada tujuan yang dapat dicapai dan diakhiri dengan kerangka kerja organisasi yang dilengkapi dengan metode dan teknik operasional, kekuatan, personel, dan peralatan yang diperlukan. Pergerakkan yang dilakukan pimpinan sanggar Gastarana adalah dengan cara memberikan pengarahan kepada semua anggota sanggar dengan melaksanakan kegiatan yang sudah direncanakan dan diorganisasikan oleh sanggar Gastarana. Pengawasan langsung dilakukan oleh pimpinan sanggar Gastarana dan berkoordinasi dengan kepengurusan sanggar yang terlibat.
Universitas Negeri Padang
Title: Manajemen Seni Pertunjukan di Sanggar Gastarana Kelurahan Garegeh Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Kota Bukittinggi Sumatera Barat
Description:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan manajemen seni pertunjukan Sanggar Gastarana di Desa Garegeh, Kecamatan Koto Selayan Mandiag, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif.
Alat penelitian adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan alat bantu seperti pulpen, kamera dan perekam.
Data primer dan data sekunder digunakan dalam bahan penelitian ini.
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi literatur, observasi dan wawancara.
Tahapan analisis data adalah reduksi data, deskripsi data, dan inferensi data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen sanggar Gastarana terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pergerakan dan pengawasan.
Perencanaan dilakukan dengan beberapa program kerja, antara lain: rogram kerja jangka panjang, program kerja jangka pendek dan program kerja adat Gatarana.
Proses organisasi mencakup rangkaian kegiatan yang berbeda, dimulai dengan orientasi pada tujuan yang dapat dicapai dan diakhiri dengan kerangka kerja organisasi yang dilengkapi dengan metode dan teknik operasional, kekuatan, personel, dan peralatan yang diperlukan.
Pergerakkan yang dilakukan pimpinan sanggar Gastarana adalah dengan cara memberikan pengarahan kepada semua anggota sanggar dengan melaksanakan kegiatan yang sudah direncanakan dan diorganisasikan oleh sanggar Gastarana.
Pengawasan langsung dilakukan oleh pimpinan sanggar Gastarana dan berkoordinasi dengan kepengurusan sanggar yang terlibat.
Related Results
STRUKTUR DRAMATIK PERTUNJUKAN DRAMA KLASIK SANGGAR TEATER MINI LAKON DEWA RUCI KAJIAN BENTUK DAN FUNGSI
STRUKTUR DRAMATIK PERTUNJUKAN DRAMA KLASIK SANGGAR TEATER MINI LAKON DEWA RUCI KAJIAN BENTUK DAN FUNGSI
ABSTRAK
Pada dasarnya nilai pendidikan karakter mempunyai tiga bagian yang saling bekaitan, yaitu pengetahuan moral, penghayatan moral dan perilaku moral. Oleh karena...
PEMETAAN MANAJEMEN SANGGAR SENI DI KABUPATEN MALINAU
PEMETAAN MANAJEMEN SANGGAR SENI DI KABUPATEN MALINAU
Pembangunan pariwisata budaya merupakan salah satu program prioritas pembangunan di KabupatenMalinau. Aktivitas kesenian yang dilakukan oleh sanggar-sanggar seni ditentukan penerap...
KONFLIK TANAH ADAT SAKAI DI KAMPUNG MANDIANGIN KECAMATAN MINAS KABUPATEN SIAK
KONFLIK TANAH ADAT SAKAI DI KAMPUNG MANDIANGIN KECAMATAN MINAS KABUPATEN SIAK
masyarakat suku sakai dapat dibedakan menjadi sakai luar dan sakai dalam. Sakai dalam merupakan warga sakai yang masih hidup setengah menetap dalam rimba belantara, dengan mata pen...
Keberadaan Sanggar Seni Acharya Budaya dalam Pengembangan Seni Tari di Kabupaten Blitar
Keberadaan Sanggar Seni Acharya Budaya dalam Pengembangan Seni Tari di Kabupaten Blitar
Sanggar adalah sebuah lembaga pendidikan yang mempunyai tujuan agar peserta didiknya memiliki keterampilan, keahlian, dan pengetahuan yang nantinya hal tersebut berguna sebagai bek...
SENI LUKIS KONSEP DAN METODE
SENI LUKIS KONSEP DAN METODE
Membuat seni lukis sebagai landasan berkarya yang mengikuti kaidah seni lukis dengan baik dan mampu menguasai konsep berkarya dan teknik seni lukis. Selanjutnya seni lukis menjadi ...
Bentuk Pertunjukan Seni Gemblak Dor di Lamongan
Bentuk Pertunjukan Seni Gemblak Dor di Lamongan
Masyarakat Lamongan umumnya hanya mengenal seni pertunjukan Sandur dan Tayub. Selain kedua seni pertunjukan tersebut, juga terdapat seni pertunjukan Gemblak Dor yang tidak kalah me...
MENINGKATKAN KINERJA GURU SDN 05 PUHUN PINTU KABUN KOTA BUKITTINGGI MELALUI SUPERVISI AKADEMIS
MENINGKATKAN KINERJA GURU SDN 05 PUHUN PINTU KABUN KOTA BUKITTINGGI MELALUI SUPERVISI AKADEMIS
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran melalui supervisi akademis pada SDN 05 Puhun Pintu Kabun Kec. Mandiangin Koto Sela...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...

