Javascript must be enabled to continue!
ESTETIKA STILASI MOTIF BATIK DJAWA HOKOKAI PADA HIJAB DENGAN TEKNIK DIGITAL PRINTING
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui estetika stilasi motif batik djawa hokokai pada hijab dengan teknik digital printing menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan desain eksperimen. Eksperimen dilakukan dengan membuat lima motif stilasi djawa hokokai pada lima hijab yang akan dinilai kepada lima panelis ahli dengan teori penilaian estetika wujud (unsur bentuk, warna, tekstur), estetika penampilan (prinsip harmoni, proporsi), dan estetika bobot/isi (gagasan/ide, suasana) dengan penerapan unsur dan prinsip desain.Hasil dari penilaian estetika wujud, pada unsur bentuk bunga sakura, burung merak, dan kupu-kupu sudah nampak cukup konkrit dalam artian motif tersebut memiliki kontur yang dapat dikenali bentuknya saat dilihat. Unsur warna pada desain sudah memvisualisasikan komposisi dan kombinasi warna yang baik pada desain sehingga memberikan kesan indah, serasi, dan menarik perhatian. Tekstur pada kelima motif kain memiliki struktur halus saat diraba dan adem saat digunakan sehingga tidak mengurangi nilai fungsi dan penampilan. Pada penilaian estetika penampilan, desain yang disajikan sudah dilakukan perpaduan dan penyusunan unsur desain dengan harmonis sehingga memberikan kesan selaras pada kesatuan desain. Proporsi ukuran dan keseimbangan bentuk motif pada desain sudah memiliki perbandingan yang sesuai antara motif dan ukuran sehingga tercipta desain yang menarik dan serasi. Pada penilaian estetika bobot/isi, kelima desain motif sudah menciptakan suatu gagasan baru dari hasil pemikiran atau konsep yang dibuat untuk menciptakan suatu karya.
Universitas Negeri Jakarta
Title: ESTETIKA STILASI MOTIF BATIK DJAWA HOKOKAI PADA HIJAB DENGAN TEKNIK DIGITAL PRINTING
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui estetika stilasi motif batik djawa hokokai pada hijab dengan teknik digital printing menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan desain eksperimen.
Eksperimen dilakukan dengan membuat lima motif stilasi djawa hokokai pada lima hijab yang akan dinilai kepada lima panelis ahli dengan teori penilaian estetika wujud (unsur bentuk, warna, tekstur), estetika penampilan (prinsip harmoni, proporsi), dan estetika bobot/isi (gagasan/ide, suasana) dengan penerapan unsur dan prinsip desain.
Hasil dari penilaian estetika wujud, pada unsur bentuk bunga sakura, burung merak, dan kupu-kupu sudah nampak cukup konkrit dalam artian motif tersebut memiliki kontur yang dapat dikenali bentuknya saat dilihat.
Unsur warna pada desain sudah memvisualisasikan komposisi dan kombinasi warna yang baik pada desain sehingga memberikan kesan indah, serasi, dan menarik perhatian.
Tekstur pada kelima motif kain memiliki struktur halus saat diraba dan adem saat digunakan sehingga tidak mengurangi nilai fungsi dan penampilan.
Pada penilaian estetika penampilan, desain yang disajikan sudah dilakukan perpaduan dan penyusunan unsur desain dengan harmonis sehingga memberikan kesan selaras pada kesatuan desain.
Proporsi ukuran dan keseimbangan bentuk motif pada desain sudah memiliki perbandingan yang sesuai antara motif dan ukuran sehingga tercipta desain yang menarik dan serasi.
Pada penilaian estetika bobot/isi, kelima desain motif sudah menciptakan suatu gagasan baru dari hasil pemikiran atau konsep yang dibuat untuk menciptakan suatu karya.
Related Results
STUDI KASUS BATIK KAJANG PADATI PADA EMI ARLIN FASHION DESIGNER DI KOTA PADANG
STUDI KASUS BATIK KAJANG PADATI PADA EMI ARLIN FASHION DESIGNER DI KOTA PADANG
Each batik product in various regions has its own characteristics with different sources of inspiration. Such as kajang padati batik from West Sumatra which has its own characteris...
TEKNIK PEWARNAAN ALAM PADA KAIN BATIK DI KOTA JAMBI (Studi Kasus pada Batik Jambi Ariny Kelurahan Pasir Panjang Jambi Seberang)
TEKNIK PEWARNAAN ALAM PADA KAIN BATIK DI KOTA JAMBI (Studi Kasus pada Batik Jambi Ariny Kelurahan Pasir Panjang Jambi Seberang)
Batik is the result of the handicrafts of the Indonesian people that are hundreds of years old. The main characteristic of batik cloth is in terms of batik coloring. One of the nat...
PERANCANGAN FILM DOKUMENTER BATIK DRUJU SEBAGAI MEDIA PENGENALAN BATIK KHAS MALANG
PERANCANGAN FILM DOKUMENTER BATIK DRUJU SEBAGAI MEDIA PENGENALAN BATIK KHAS MALANG
PERANCANGAN FILM DOKUMENTER BATIK DRUJUSEBAGAI MEDIA PENGENALAN BATIK KHAS MALANG Hindam Basith Rafiqi1721073411Penciptaan Fotografi Pascasarjana ISI YogyakartaEmail : hindambasith...
KAJIAN MOTIF BATIK PRING SEDAPUR KARYA NUNUNG WIJAYANTI DI GROBOGAN MENGGUNAKAN KONSEP PENCIPTAAN KRIYA
KAJIAN MOTIF BATIK PRING SEDAPUR KARYA NUNUNG WIJAYANTI DI GROBOGAN MENGGUNAKAN KONSEP PENCIPTAAN KRIYA
ABSTRAK Batik merupakan salah satu perwujudan dari kebudayaan Indonesia yang dituangkan dalam selembar kain. Batik Grobogan merupakan salah satu ikon yang menggambarkan karakterist...
WORKSHOP SIMA BATIK DESA TANJUNG REJO: PENGEMBANGAN DESAIN BATIK CAP
WORKSHOP SIMA BATIK DESA TANJUNG REJO: PENGEMBANGAN DESAIN BATIK CAP
Sima Batik is very popular in Tanjung Rejo Village and other areas because of the good quality of its stamped batik so that the potential for income and profit is also visible in t...
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESTETIKA VESPA MODIFIKASI KOMUNITAS VESPA BONDOWOSO Syarief Abdurahman Arrahim1, I Wayan Sudiarta2, I Gst Ngr. Sura Ardana31,2,3Program Studi Pendidikan Seni RupaFakultas Ba...
Sosialisasi Pengenalan Desain Batik dengan Katalog Brosur dan Pembuatan Video Profil Batik Sujo
Sosialisasi Pengenalan Desain Batik dengan Katalog Brosur dan Pembuatan Video Profil Batik Sujo
Batik merupakan salah satu kerajinan yang memiliki nilia seni yang tinggi dan telah menjadi bagian dari kebudayaan Indonesia. Motif batik terdiri dari pola dasar dan corak yang mem...
CENGKEH SEBAGAI INSPIRASI PENGEMBANGAN MOTIF BATIK BERBASIS DIGITAL DI KABUPATEN BULELENG
CENGKEH SEBAGAI INSPIRASI PENGEMBANGAN MOTIF BATIK BERBASIS DIGITAL DI KABUPATEN BULELENG
Batik is one of the textile products that began to develop in Buleleng Regency. The presence of batik in the Buleleng district is used as an alternative for souvenirs and souvenirs...

