Javascript must be enabled to continue!
Kepedulian Sosial (Surah al-Mâ`ûn Perspektif Buya Hamka Dalam Tafsir al-Azhar)
View through CrossRef
Esensi kepedulian sosial yang terkandung dalam surah al-MÄ’ūn merupakan bagian dari masyarakat sosial yang mempunyai hak dan kewajiban demi terwujudnya masyarakat yang sejahtera. Al-Qur’an memberikan pedoman bagi kehidupan masyarakat muslim yang tidak terlepas dari hak permasalahan dan kewajibannya. Karena sebagai makhluk sosial manusia mustahil dapat memisahkan hidupnya dengan manusia lain. Dalam predikat pendusta agama yang terkandung dalam surah al-MÄ’ūn tentang kepedulian sosial terhadap anak yatim dan orang miskin sangatlah layak diproyilitaskan dalam norma-norma kehidupan masyarakat. Hal ini dikarenakan setiap bentuk di masyarakat tercipta kebudayaan, sistem kehidupan, dan sistem masyarakat dengan adanya hubungan dan tuntutan kepentingan antara satu dengan yang lainnya. Berdasarkan hal tersebut, ada dua permasalahan yang menjadi kajian pokok dalam penelitian ini, yaitu:  pertama, apa esensi kepedulian sosial yang terkandung dalam surah al-MÄ’ūn?, kedua, bagaimana perspektif  Buya Hamka dalam Tafsir al-Azhar tentang kepedulian sosial dalam Surah al-MÄ’ūn?.    Â
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan, dengan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif analitik yang terfokus untuk mendeskripsikan atau memaparkan pembahasan dan mengkritisi gagasan primer yang dikonfrontasikan dengan gagasan primer lain, dengan menggunaka metode tafsir mawá¸Å«â€² Ä« dengan kajian tematik surah dalam tafsir al-Azhar karya Buya Hamka. Tujuan penggunaan kajian tematik surah ini ialah untuk mengetahui secara lengkap dan berurutan secara teratur tentang kepedulian sosial yang terkandung dalam surah al-MÄ’ūn.  Â
Penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama, esensi kepedulian sosial yaitu berdasarkan prilaku seseorang yang mempunyai sikap sama-sama peduli serta memperhatikan kondisi satu dengan yang lainnya, dengan cara bersosial dengan orang lain dalam lingkungan masyarakat sosial. Kedua, Perspektif penafsiran Buya Hamka dalam tafsir al-Azhar tentang kepedulian sosial dalam surah al-MÄ’ūn ialah  menjelaskan cakupan makna pendusta terhadap agama yang meliputi penolakan terhadap anak yatim dengan tangannya apabila mereka mendekat, dan keengganan memberi makan orang miskin. Dalam surah al-MÄ’ūn ada nilai-nilai sosial yang terkandung di dalamnya yaitu pertama, pentingnya memahami agama dengan benar, kedua, pentingnya penanganan dan pengelolaan anak yatim, ketiga, menyantuni fakir miskin, keempat, shalat sebagai parameter keimanan yang mendalam, kelima, tolong menolong.
 Â
Kata Kunci: Kepedulian Sosial, Surat al-MÄ’ūn Tafsir al-Azhar
Institut Keislaman Abdullah Faqih - INKAFA - Gresik
Title: Kepedulian Sosial (Surah al-Mâ`ûn Perspektif Buya Hamka Dalam Tafsir al-Azhar)
Description:
Esensi kepedulian sosial yang terkandung dalam surah al-MÄ’ūn merupakan bagian dari masyarakat sosial yang mempunyai hak dan kewajiban demi terwujudnya masyarakat yang sejahtera.
Al-Qur’an memberikan pedoman bagi kehidupan masyarakat muslim yang tidak terlepas dari hak permasalahan dan kewajibannya.
Karena sebagai makhluk sosial manusia mustahil dapat memisahkan hidupnya dengan manusia lain.
Dalam predikat pendusta agama yang terkandung dalam surah al-MÄ’ūn tentang kepedulian sosial terhadap anak yatim dan orang miskin sangatlah layak diproyilitaskan dalam norma-norma kehidupan masyarakat.
 Hal ini dikarenakan setiap bentuk di masyarakat tercipta kebudayaan, sistem kehidupan, dan sistem masyarakat dengan adanya hubungan dan tuntutan kepentingan antara satu dengan yang lainnya.
Berdasarkan hal tersebut, ada dua permasalahan yang menjadi kajian pokok dalam penelitian ini, yaitu:  pertama, apa esensi kepedulian sosial yang terkandung dalam surah al-MÄ’ūn?, kedua, bagaimana perspektif  Buya Hamka dalam Tafsir al-Azhar tentang kepedulian sosial dalam Surah al-MÄ’ūn?.
   Â
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan, dengan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif analitik yang terfokus untuk mendeskripsikan atau memaparkan pembahasan dan mengkritisi gagasan primer yang dikonfrontasikan dengan gagasan primer lain, dengan menggunaka metode tafsir mawá¸Å«â€² Ä« dengan kajian tematik surah dalam tafsir al-Azhar karya Buya Hamka.
Tujuan penggunaan kajian tematik surah ini ialah untuk mengetahui secara lengkap dan berurutan secara teratur tentang kepedulian sosial yang terkandung dalam surah al-MÄ’ūn.
 Â
Penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama, esensi kepedulian sosial yaitu berdasarkan prilaku seseorang yang mempunyai sikap sama-sama peduli serta memperhatikan kondisi satu dengan yang lainnya, dengan cara bersosial dengan orang lain dalam lingkungan masyarakat sosial.
Kedua, Perspektif penafsiran Buya Hamka dalam tafsir al-Azhar tentang kepedulian sosial dalam surah al-MÄ’ūn ialah  menjelaskan cakupan makna pendusta terhadap agama yang meliputi penolakan terhadap anak yatim dengan tangannya apabila mereka mendekat, dan keengganan memberi makan orang miskin.
Dalam surah al-MÄ’ūn ada nilai-nilai sosial yang terkandung di dalamnya yaitu pertama, pentingnya memahami agama dengan benar, kedua, pentingnya penanganan dan pengelolaan anak yatim, ketiga, menyantuni fakir miskin, keempat, shalat sebagai parameter keimanan yang mendalam, kelima, tolong menolong.
 Â
Kata Kunci: Kepedulian Sosial, Surat al-MÄ’ūn Tafsir al-Azhar.
Related Results
[Interpretation Method of Al-Ilmi Hamka and Al-Maraghiy on Al-Kawniyah Verses: A Comparison] Metode Pentafsiran Al-Ilmiy Hamka dan Al-Maraghiy Terhadap Ayat-Ayat Al-Kawniyyah : Satu Perbandingan
[Interpretation Method of Al-Ilmi Hamka and Al-Maraghiy on Al-Kawniyah Verses: A Comparison] Metode Pentafsiran Al-Ilmiy Hamka dan Al-Maraghiy Terhadap Ayat-Ayat Al-Kawniyyah : Satu Perbandingan
The Tafsir al-Azhar of HAMKA is one of the Malay world's tafsir which reveals the vastness of knowledge that encompasses and covers all disciplines of science. In this interpretati...
AYAT-AYAT PUASA DALAM TAFSIR AL-AZHAR
AYAT-AYAT PUASA DALAM TAFSIR AL-AZHAR
Abstract
This study examines interpretations on fasting verses in QS. Al-Baqarah verses 183, 185, and 187 through Tafsir Al-Azhar by Buya Hamka, one of the most eminent Indonesian...
ANALISIS PESAN MORAL KARAKTER BUYA HAMKA PADA FILM BUYA HAMKA VOLUME 1
ANALISIS PESAN MORAL KARAKTER BUYA HAMKA PADA FILM BUYA HAMKA VOLUME 1
"Buya Hamka Volume 1" is a biographical film that explores the life of Buya Hamka, an influential scholar and writer from Indonesia. This abstract presents an in-depth analysis of ...
The Significance of Pancasila Values for Character Building from an Islamic Perspective
The Significance of Pancasila Values for Character Building from an Islamic Perspective
Pancasila is the foundation of the Indonesian state, derived from various aspects of the nation's founding fathers, including Islamic teachings. This qualitative, literature-based ...
Interpretasi Personalitas Buya Hamka Dalam Film Buya Hamka Volume II
Interpretasi Personalitas Buya Hamka Dalam Film Buya Hamka Volume II
Film “Buya Hamka” mengisahkan perjalanan hidup Abdul Malik Karim Amrullah, seorang tokoh ulama dan sastrawan terkemuka Indonesia yang lebih dikenal dengan nama Buya Hamka. Film ini...
POLA PENAFSIRAN MUHAMMAD BASIUNI IMRAN DALAM TAFSĪR TŪJUH SŪRAH DAN ĀYĀT AṢ-ṢIYĀM TERHADAP TAFSIR MUHAMMAD RASYID RIDHA: (Kajian Intertekstualitas)
POLA PENAFSIRAN MUHAMMAD BASIUNI IMRAN DALAM TAFSĪR TŪJUH SŪRAH DAN ĀYĀT AṢ-ṢIYĀM TERHADAP TAFSIR MUHAMMAD RASYID RIDHA: (Kajian Intertekstualitas)
Pada abad ke-20 M, penulisan tafsir al-Qur’an yang lahir di Nusantara umumnya menampilkan ciri kemodernannya, baik dari segi bahasa dan aksara. Namun, berbeda dengan Tafsīr Tūjuh S...
Tazkiyatun Nafs Terminology: Buya Hamka's View
Tazkiyatun Nafs Terminology: Buya Hamka's View
Humans need tazkiyatun Nafs in life for the process of approaching oneself to Allah so that life is always directed. Buya Hamka is a figure who is concerned about tazkiyatun nafs i...
Kajian Kritis terhadap Rumusan Konsep Mufassir: Perspektif Ushul Tafsir
Kajian Kritis terhadap Rumusan Konsep Mufassir: Perspektif Ushul Tafsir
In the study of ushûl al-tafsir, among the most important things in discussing the basics of interpretation is establishing the concept of mufassir. This is because without underst...

