Javascript must be enabled to continue!
MENJADI MUSLIM DI NEGARA SEKULER: Negosiasi Identitas Melayu-Muslim di Singapura Kontemporer
View through CrossRef
Kajian tentang Islam di Singapura umumnya berfokus pada hubungan antara negara dan institusi keagamaan, kebijakan multikulturalisme, serta pengelolaan keberagaman dalam masyarakat sekuler. Namun, masih relatif sedikit penelitian yang mengkaji bagaimana Muslim Singapura menegosiasikan identitas keagamaannya dalam kehidupan sehari-hari di tengah tuntutan sekularisme, modernitas, dan globalisasi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis proses negosiasi identitas Muslim di Singapura serta faktor-faktor yang memengaruhi pembentukan identitas tersebut dalam konteks negara sekuler yang multikultural. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research melalui analisis berbagai literatur akademik, dokumen kebijakan, dan hasil penelitian mengenai Islam, masyarakat Melayu-Muslim, serta sekularisme di Singapura. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori sekularisme Talal Asad, teori identitas Stuart Hall, dan teori strukturasi Anthony Giddens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas Muslim di Singapura merupakan konstruksi sosial yang terus dibentuk melalui interaksi antara agama, etnisitas Melayu, kewarganegaraan, dan arus globalisasi. Sekularisme negara tidak semata-mata membatasi kehidupan beragama, tetapi juga menciptakan ruang bagi munculnya berbagai bentuk adaptasi dan negosiasi identitas. Di sisi lain, perkembangan teknologi digital dan meningkatnya keterhubungan global telah memperluas sumber-sumber pembentukan identitas keagamaan, terutama di kalangan generasi muda Muslim. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa identitas Muslim Singapura berkembang dalam bentuk yang fleksibel, reflektif, dan adaptif tanpa kehilangan keterikatannya pada nilai-nilai agama. Artikel ini berargumen bahwa negosiasi identitas merupakan strategi sosial yang memungkinkan komunitas Muslim mempertahankan relevansi agama dalam masyarakat modern sekaligus menjadi bagian integral dari negara sekuler yang multikultural. Dengan demikian, pengalaman Muslim Singapura menunjukkan bahwa hubungan antara Islam dan sekularisme tidak selalu bersifat konfliktual, tetapi dapat menghasilkan bentuk-bentuk koeksistensi dan integrasi yang dinamis dalam masyarakat kontemporer.
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Title: MENJADI MUSLIM DI NEGARA SEKULER: Negosiasi Identitas Melayu-Muslim di Singapura Kontemporer
Description:
Kajian tentang Islam di Singapura umumnya berfokus pada hubungan antara negara dan institusi keagamaan, kebijakan multikulturalisme, serta pengelolaan keberagaman dalam masyarakat sekuler.
Namun, masih relatif sedikit penelitian yang mengkaji bagaimana Muslim Singapura menegosiasikan identitas keagamaannya dalam kehidupan sehari-hari di tengah tuntutan sekularisme, modernitas, dan globalisasi.
Artikel ini bertujuan untuk menganalisis proses negosiasi identitas Muslim di Singapura serta faktor-faktor yang memengaruhi pembentukan identitas tersebut dalam konteks negara sekuler yang multikultural.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research melalui analisis berbagai literatur akademik, dokumen kebijakan, dan hasil penelitian mengenai Islam, masyarakat Melayu-Muslim, serta sekularisme di Singapura.
Analisis dilakukan dengan menggunakan teori sekularisme Talal Asad, teori identitas Stuart Hall, dan teori strukturasi Anthony Giddens.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas Muslim di Singapura merupakan konstruksi sosial yang terus dibentuk melalui interaksi antara agama, etnisitas Melayu, kewarganegaraan, dan arus globalisasi.
Sekularisme negara tidak semata-mata membatasi kehidupan beragama, tetapi juga menciptakan ruang bagi munculnya berbagai bentuk adaptasi dan negosiasi identitas.
Di sisi lain, perkembangan teknologi digital dan meningkatnya keterhubungan global telah memperluas sumber-sumber pembentukan identitas keagamaan, terutama di kalangan generasi muda Muslim.
Temuan penelitian memperlihatkan bahwa identitas Muslim Singapura berkembang dalam bentuk yang fleksibel, reflektif, dan adaptif tanpa kehilangan keterikatannya pada nilai-nilai agama.
Artikel ini berargumen bahwa negosiasi identitas merupakan strategi sosial yang memungkinkan komunitas Muslim mempertahankan relevansi agama dalam masyarakat modern sekaligus menjadi bagian integral dari negara sekuler yang multikultural.
Dengan demikian, pengalaman Muslim Singapura menunjukkan bahwa hubungan antara Islam dan sekularisme tidak selalu bersifat konfliktual, tetapi dapat menghasilkan bentuk-bentuk koeksistensi dan integrasi yang dinamis dalam masyarakat kontemporer.
Related Results
tugas resume hukum tata negara
tugas resume hukum tata negara
Hukum tata Negara dapar diartikan dalam arti sempit maupun dalam arti luas. Secara arti sempit hukum tata negara dapat diartikan hukum yang mengatur organisasi negra sedangkan dala...
tugas hukum tata negara
tugas hukum tata negara
Tujuan Hukum Tata Negara yang di simpulkan beberapa definisi di atas,bahwa hukum HTN mengkaji beberapa aspek krusial,yakni Negara/ organ Negara,hubungan antara organ/lembaga Negara...
Persepsi Pelajar Melayu UNITEN berkaitan Kemahiran Menggunakan Tulisan Jawi sebagai lambang Identiti Bangsa Melayu dan Tulisan Jawi sebagai lambang Identiti Bangsa Melayu Beragama Islam
Persepsi Pelajar Melayu UNITEN berkaitan Kemahiran Menggunakan Tulisan Jawi sebagai lambang Identiti Bangsa Melayu dan Tulisan Jawi sebagai lambang Identiti Bangsa Melayu Beragama Islam
Sejarah perkembangan tulisan Jawi sangat berkait rapat dengan penyebaran agama Islam daripada orang Parsi ke Kepulauan Melayu (Nik Hassan & Wan Zana, 2015). Tulisan Jawi dalam ...
PERAN ETNIS MELAYU NUSANTARA DALAM KEMAJUAN SINGAPURA
PERAN ETNIS MELAYU NUSANTARA DALAM KEMAJUAN SINGAPURA
Singapura dikenal sebagai negara yang memiliki kelebihan tersendiri seperti lokasi yang strategis, pendidikan berkualitas tinggi, perekonomian yang memadai, dan lainnya. Metode ya...
Sikap dan Motivasi Murid Sekolah Rendah dalam Kalangan Etnik Luar Bandar Terhadap Bahasa Melayu
Sikap dan Motivasi Murid Sekolah Rendah dalam Kalangan Etnik Luar Bandar Terhadap Bahasa Melayu
Sikap dan motivasi dalam kalangan etnik di luar bandar terhadap bahasa Melayu akan mempengaruhi penguasaan bahasa tersebut.walaupun bahasa Melayu telah digunakan secara meluas ole...
ANISHA-HTN
ANISHA-HTN
NAMA:ANISHANIM :10200120233KELAS :HTN-FMATA KULIAH:HUKUM TATA NEGARAHUKUM TATA NEGARAA.Pengertian Hukum tata Negara pada dasarnya adalah hukum yang mengatur organisasi kek...
PERKEMBANGAN PERSATUAN MELAYU DI NEGERI-NEGERI MELAYU BERSEKUTU SEBELUM PERANG DUNIA KEDUA
PERKEMBANGAN PERSATUAN MELAYU DI NEGERI-NEGERI MELAYU BERSEKUTU SEBELUM PERANG DUNIA KEDUA
Kajian ini adalah mengenai perkembangan persatuan Melayu sebelum Perang Dunia Kedua. Tempoh antara tahun 1896, iaitu dengan penubuhan Negeri-negeri Melayu Bersekutu (NNMB) hingga t...
HISTORIOGRAFI MELAYU: ISLAM DALAM SEJARAH DAN KEBUDAYAAN MELAYU
HISTORIOGRAFI MELAYU: ISLAM DALAM SEJARAH DAN KEBUDAYAAN MELAYU
Abstrak: Historiografi Melayu:Islam dalam Sejarah dan Kebudayaan Melayu. Melayu sebagai identitas masyarakat Indonesia menjadi sangat penting didalam Historiografi “penulisan sejar...

