Javascript must be enabled to continue!
Keanekaragaman Jenis Makroalga di Pantai Afuik, Desa Dualaus, Kabupaten Belu
View through CrossRef
Pantai Afuik, Desa Dualaus, Kabupaten Belu, merupakan kawasan pesisir yang memiliki potensi keanekaragaman hayati makroalga. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kekayaan jenis, keanekaragaman, serta pemanfaatan makroalga oleh masyarakat setempat. Penelitian dilaksanakan pada Februari–Maret 2025 menggunakan metode line transect dengan 20 garis transek sepanjang 25 m serta survei kuesioner kepada masyarakat. Data dianalisis secara kuantitatif menggunakan indeks keanekaragaman, kekayaan, dominansi, keseragaman, kelimpahan dan Indeks Nilai Penting sedangkan kualitatif berdasarkan hasil kuesioner. Hasil penelitian menemukan sembilan jenis makroalga dari tiga divisi: Chlorophyta (Caulerpa racemosa, C. sertularoides, Halimeda opuntia, H. cuneata, Boergesenia forbesii), Phaeophyta (Sargassum binderi, Padina gymnospora, Turbinaria ornata), dan Rhodophyta (Gracilaria coronopifolia). Total individu yang diperoleh sebanyak 836 dengan dominansi Sargassum binderi (364 individu). Nilai indeks keanekaragaman (H’=1,54) tergolong sedang, indeks kekayaan (1,18) rendah, indeks dominansi (0,287) rendah, indeks keseragaman (0,171) kecil, indeks kelimpahan total (0,176 ind/m2), dan INP tertinggi (70,87). Hasil kuesioner menunjukkan masyarakat hanya memanfaatkan G. coronopifolia sebagai sayuran lokal (“Gama/Kama”), dengan kontribusi ekonomi yang masih terbatas. Masing-masing jenis tersebut yang ditemukan mempunyai ciri-ciri dan manfaat yang berbeda, kualitas dari perairan sangat berpengaruh juga terhadap keanekaragaman sehingga kualitas lingkungan perairan yang cocok merupakan faktor penentu pertumbuhan dan perkembangan makroalga.
Title: Keanekaragaman Jenis Makroalga di Pantai Afuik, Desa Dualaus, Kabupaten Belu
Description:
Pantai Afuik, Desa Dualaus, Kabupaten Belu, merupakan kawasan pesisir yang memiliki potensi keanekaragaman hayati makroalga.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kekayaan jenis, keanekaragaman, serta pemanfaatan makroalga oleh masyarakat setempat.
Penelitian dilaksanakan pada Februari–Maret 2025 menggunakan metode line transect dengan 20 garis transek sepanjang 25 m serta survei kuesioner kepada masyarakat.
Data dianalisis secara kuantitatif menggunakan indeks keanekaragaman, kekayaan, dominansi, keseragaman, kelimpahan dan Indeks Nilai Penting sedangkan kualitatif berdasarkan hasil kuesioner.
Hasil penelitian menemukan sembilan jenis makroalga dari tiga divisi: Chlorophyta (Caulerpa racemosa, C.
sertularoides, Halimeda opuntia, H.
cuneata, Boergesenia forbesii), Phaeophyta (Sargassum binderi, Padina gymnospora, Turbinaria ornata), dan Rhodophyta (Gracilaria coronopifolia).
Total individu yang diperoleh sebanyak 836 dengan dominansi Sargassum binderi (364 individu).
Nilai indeks keanekaragaman (H’=1,54) tergolong sedang, indeks kekayaan (1,18) rendah, indeks dominansi (0,287) rendah, indeks keseragaman (0,171) kecil, indeks kelimpahan total (0,176 ind/m2), dan INP tertinggi (70,87).
Hasil kuesioner menunjukkan masyarakat hanya memanfaatkan G.
coronopifolia sebagai sayuran lokal (“Gama/Kama”), dengan kontribusi ekonomi yang masih terbatas.
Masing-masing jenis tersebut yang ditemukan mempunyai ciri-ciri dan manfaat yang berbeda, kualitas dari perairan sangat berpengaruh juga terhadap keanekaragaman sehingga kualitas lingkungan perairan yang cocok merupakan faktor penentu pertumbuhan dan perkembangan makroalga.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PERBANDINGAN STRUKTUR DAN KOMPOSISI MAKROALGA DI PANTAI DRINI DAN PANTAI KRAKAL
PERBANDINGAN STRUKTUR DAN KOMPOSISI MAKROALGA DI PANTAI DRINI DAN PANTAI KRAKAL
ABSTRACTDrini and Krakal Beach are two beaches in the Gunungkidul area which are crowded with visitors. The high human activity, directly and indirectly will affect marine organism...
Identifikasi Keanekaragaman Makroalga di Pantai Nangahale Doi Kabupaten Sikka Nusa Tenggara Timur
Identifikasi Keanekaragaman Makroalga di Pantai Nangahale Doi Kabupaten Sikka Nusa Tenggara Timur
Makroalga memiliki beragam manfaat, namun informasi awal yang didapatkan peneliti bahwa jenis-jenis Makroalga yang ditemukan di Pantai Nangahale Doi belum diketahui sampai saat in...
ANALISIS KEBIJAKAN PENGEMBANGAN EKONOMI DESA PANTAI KABUPATEN SUBANG
ANALISIS KEBIJAKAN PENGEMBANGAN EKONOMI DESA PANTAI KABUPATEN SUBANG
Kabupaten Subang merupakan kabupaten yang memiliki panjang garis pantai sekitar 68km di daerah Pantai Utara dan luas area pertambakan sebesar 10.000 ha, merupakan potensiuntuk peng...
KEANEKARAGAMAN JENIS DAN PERSEBARAN MOLLUSCA DI PANTAI BONDO DAN PANTAI PRAWEAN BANDENGAN KEBUPATEN JEPARA
KEANEKARAGAMAN JENIS DAN PERSEBARAN MOLLUSCA DI PANTAI BONDO DAN PANTAI PRAWEAN BANDENGAN KEBUPATEN JEPARA
ABSTRACTThis research was held in May 2016 and finished in June 2016. The objective of this research are to find out the diversity and the distribution of Mollusca on the Bondo bea...
SPESIES MAKROALGA DI PERAIRAN PANTAI DESA HATU KABUPATEN MALUKU TENGAH
SPESIES MAKROALGA DI PERAIRAN PANTAI DESA HATU KABUPATEN MALUKU TENGAH
Makroalga merupakan komponen penting di dalam ekosistem perairan karena berfungsi sebagai produsen yang menentukan kelangsungan hidup dari berbagai organisme perairan. Dengan kata ...
Identifikasi Makroalga di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Jakarta
Identifikasi Makroalga di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Jakarta
Saat ini banyak hasil penelitian terkait penyebaran makroalga di Indonesia. Namun informasi terkait penyebaran makroalga di Pulau Tidung di kawasan Kepulauan Seribu cukup sulit dit...
Keanekaragaman Jenis Makroalga di Perairan Teluk Gilimanuk Bali
Keanekaragaman Jenis Makroalga di Perairan Teluk Gilimanuk Bali
Makroalga di pesisir Indonesia memiliki keanekaragaman spesies biodiversity yang tinggi, namun organisme ini sangat rentan terhadap perubahan kondisi lingkungan baik secara alami s...

