Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pemilihan Jalur LRT Dilihat Dari Aspek Volume Lalu Lintas

View through CrossRef
Dimana kinerja angkutan umum perkotaan tidak efektif yang menyebabkan waktu tempuh lebih panjang, sehingga bertumpuk menjadi kemacetan. Solusi yang dikembangkan untuk mengatasi permasalahan tersebut, Pemerintah Kota Bandung menerapkan sistem transportasi umum berkelanjutan yang memiliki kapasitas besar (massal) berbasis rel yaitu Kereta Api Light Rail Transit (LRT) dan terintegrasi dengan moda angkutan lain serta didukung oleh manajemen transportasi yang baik. Upaya Pemerintah Kota Bandung dalam menangani hal tersebut yaitu dengan merencanakan angkutan masal berbasis rel yaitu LRT di Koridor ruas jalan babakan Siliwangi. Namun dengan adanya LRT kinerja jalan mengalami perubahan dan perlu dianalisis untuk mendukung LRT dengan menggunakan Transport Demand Management. Pada Penelitian ini lokasi studi yang ditinjau berada di Jalan Babakan Siliwangi yang merupakan jalan pusat Kota Bandung yang mana angkutan moda berbasis LRT dengan kondisi eksisting Dj> 0,85. Kondisi lalu lintas setelah adanya LRT dilakukan dengan mengurangi volume lalu lintas dengan nilai probabilitas perpindahan angkutan pribadi ke Light Rail Transit demand LRT sebesar 20% dan kapasitas jalan berkurang dengan pengurangan lajur untuk LRT yang mempengaruhi kinerja di ruas jalan yang direncanakan, maka diperoleh Dj>0,85. Untuk memperbaiki kinerja jalan setelah pembangunan LRT direncanakan dengan menggunakan strategi TDM. Memilih strategi TDM dengan Analisis Multikriteria diperoleh weighted score yang tertinggi adalah Sistem Stiker (Area Licensing). Berdasarkan survei telah dilakukan dengan selisih tarif Rp 5.000,- antara tarif LRT dan tarif TDM menghasilkan nilai Dj <0,85, maka kinerja jalan sudah memenuhi syarat
Title: Pemilihan Jalur LRT Dilihat Dari Aspek Volume Lalu Lintas
Description:
Dimana kinerja angkutan umum perkotaan tidak efektif yang menyebabkan waktu tempuh lebih panjang, sehingga bertumpuk menjadi kemacetan.
Solusi yang dikembangkan untuk mengatasi permasalahan tersebut, Pemerintah Kota Bandung menerapkan sistem transportasi umum berkelanjutan yang memiliki kapasitas besar (massal) berbasis rel yaitu Kereta Api Light Rail Transit (LRT) dan terintegrasi dengan moda angkutan lain serta didukung oleh manajemen transportasi yang baik.
Upaya Pemerintah Kota Bandung dalam menangani hal tersebut yaitu dengan merencanakan angkutan masal berbasis rel yaitu LRT di Koridor ruas jalan babakan Siliwangi.
Namun dengan adanya LRT kinerja jalan mengalami perubahan dan perlu dianalisis untuk mendukung LRT dengan menggunakan Transport Demand Management.
Pada Penelitian ini lokasi studi yang ditinjau berada di Jalan Babakan Siliwangi yang merupakan jalan pusat Kota Bandung yang mana angkutan moda berbasis LRT dengan kondisi eksisting Dj> 0,85.
Kondisi lalu lintas setelah adanya LRT dilakukan dengan mengurangi volume lalu lintas dengan nilai probabilitas perpindahan angkutan pribadi ke Light Rail Transit demand LRT sebesar 20% dan kapasitas jalan berkurang dengan pengurangan lajur untuk LRT yang mempengaruhi kinerja di ruas jalan yang direncanakan, maka diperoleh Dj>0,85.
Untuk memperbaiki kinerja jalan setelah pembangunan LRT direncanakan dengan menggunakan strategi TDM.
Memilih strategi TDM dengan Analisis Multikriteria diperoleh weighted score yang tertinggi adalah Sistem Stiker (Area Licensing).
Berdasarkan survei telah dilakukan dengan selisih tarif Rp 5.
000,- antara tarif LRT dan tarif TDM menghasilkan nilai Dj <0,85, maka kinerja jalan sudah memenuhi syarat.

Related Results

Pemilihan Jalur LRT Dilihat Dari Aspek Volume Lalu Lintas
Pemilihan Jalur LRT Dilihat Dari Aspek Volume Lalu Lintas
Dimana kinerja angkutan umum perkotaan tidak efektif yang menyebabkan waktu tempuh lebih panjang, sehingga bertumpuk menjadi kemacetan. Solusi yang dikembangkan untuk mengatasi per...
Determining the relationship between land Use characteristics and passenger ridership of light rail transit lines in Kuala Lumpur
Determining the relationship between land Use characteristics and passenger ridership of light rail transit lines in Kuala Lumpur
This paper determines the relationship between land use characteristics and passenger ridership of Light Rail Transit lines in Kuala Lumpur, Malaysia. Two LRT lines, namely Kelana ...
PERHITUNGAN LALU LINTAS HARIAN RATA-RATA PADA PERSIMPANGAN ADI SUCIPTO
PERHITUNGAN LALU LINTAS HARIAN RATA-RATA PADA PERSIMPANGAN ADI SUCIPTO
Lalu lintas Harian Rata-rata adalah volume lalu lintas rata-rata dalam satu hari dari cara memperoleh data dikenal 2 jenis lalu lintas harian rata-rata, yaitu lalu lintas harian ra...
Optimalisasi Media Below the Line pada LRT Palembang dalam Upaya Perlindungan Kaum Perempuan
Optimalisasi Media Below the Line pada LRT Palembang dalam Upaya Perlindungan Kaum Perempuan
Below the line media is promotional media that is active in nature, this media interacts directly with consumers because of its nature which makes it easier for consumers to immedi...
PENGARUH AKTIVITAS PASAR TERHADAP KARAKTER LALU LINTAS: STUDI KASUS AREA PASAR GEDE SURAKARTA
PENGARUH AKTIVITAS PASAR TERHADAP KARAKTER LALU LINTAS: STUDI KASUS AREA PASAR GEDE SURAKARTA
<p><em>Aktivitas pasar mempengaruhi kondisi lalu lintas di sekitarnya. Karakteristik lalu lintas pada ruas jalan dan lingkungan yang pada kasus penelitian ini adalah in...
Pengenalan Rambu-rambu Lalu Lintas Melalui Edugames untuk Siswa Sekolah Dasar di Desa Separe
Pengenalan Rambu-rambu Lalu Lintas Melalui Edugames untuk Siswa Sekolah Dasar di Desa Separe
Di desa ini tidak semua siswa memiliki latar belakang pada dunia teknologi informasi / IT yang memadai. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat ini memberikan pengenalan kepada sisw...

Back to Top