Javascript must be enabled to continue!
Kajian Historisitas Tafsir Lughowi
View through CrossRef
Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji dan menjelaskan tentang sejarah kemunculan Tafsir Lughawi, batasan istilah Tafsir Lughawi, dan polemik tafsir Lughawi. Tulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif, dan melalui studi pustaka. Hasil dari tulisan ini dapat disimpulkan bahwa bibit tafsir Lughawi sudah ada sejak masa Nabi. Namun proses pembentukannya baru mulai setelah generasi tabi’in. Dalam proses tersebut, Nuruddin membaginya ke dalam tiga periode: pembentukan, penguasaan, dan pembaharuan. Dalam pembentukannya pada era pertengahan, ada berbagai polemik yang menjadi kritik bagi penafsiran dengan berbagai corak penafsiran. Antara lain adalah penafsiran yang cenderung memihak pada golongan tertentu. Polemik ini dianggap dapat menghilangkan esensi dari penafsiran al-Qur’an yang harusnya menjadi rahmat bagi seluruh alam. Puncak dari terbentuknya tafsir Lughawi ini adalah pada periode pembaharuan, yaitu ketika Amin al-Khuli sukses menjadikannya sebagai metode penafsiran yang disebut al-Tafsir al-Adabi li al-Qur’an. Metode tersebut kemudian sering dilakukan oleh cendekiawan muslim dalam menafsirkan al-Qur’an berdasarkan pendekatan Lughawi.
Sunan Gunung Djati State Islamic University of Bandung
Title: Kajian Historisitas Tafsir Lughowi
Description:
Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji dan menjelaskan tentang sejarah kemunculan Tafsir Lughawi, batasan istilah Tafsir Lughawi, dan polemik tafsir Lughawi.
Tulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif, dan melalui studi pustaka.
Hasil dari tulisan ini dapat disimpulkan bahwa bibit tafsir Lughawi sudah ada sejak masa Nabi.
Namun proses pembentukannya baru mulai setelah generasi tabi’in.
Dalam proses tersebut, Nuruddin membaginya ke dalam tiga periode: pembentukan, penguasaan, dan pembaharuan.
Dalam pembentukannya pada era pertengahan, ada berbagai polemik yang menjadi kritik bagi penafsiran dengan berbagai corak penafsiran.
Antara lain adalah penafsiran yang cenderung memihak pada golongan tertentu.
Polemik ini dianggap dapat menghilangkan esensi dari penafsiran al-Qur’an yang harusnya menjadi rahmat bagi seluruh alam.
Puncak dari terbentuknya tafsir Lughawi ini adalah pada periode pembaharuan, yaitu ketika Amin al-Khuli sukses menjadikannya sebagai metode penafsiran yang disebut al-Tafsir al-Adabi li al-Qur’an.
Metode tersebut kemudian sering dilakukan oleh cendekiawan muslim dalam menafsirkan al-Qur’an berdasarkan pendekatan Lughawi.
Related Results
[Interpretation Method of Al-Ilmi Hamka and Al-Maraghiy on Al-Kawniyah Verses: A Comparison] Metode Pentafsiran Al-Ilmiy Hamka dan Al-Maraghiy Terhadap Ayat-Ayat Al-Kawniyyah : Satu Perbandingan
[Interpretation Method of Al-Ilmi Hamka and Al-Maraghiy on Al-Kawniyah Verses: A Comparison] Metode Pentafsiran Al-Ilmiy Hamka dan Al-Maraghiy Terhadap Ayat-Ayat Al-Kawniyyah : Satu Perbandingan
The Tafsir al-Azhar of HAMKA is one of the Malay world's tafsir which reveals the vastness of knowledge that encompasses and covers all disciplines of science. In this interpretati...
Kajian Kritis terhadap Rumusan Konsep Mufassir: Perspektif Ushul Tafsir
Kajian Kritis terhadap Rumusan Konsep Mufassir: Perspektif Ushul Tafsir
In the study of ushûl al-tafsir, among the most important things in discussing the basics of interpretation is establishing the concept of mufassir. This is because without underst...
DISKURSUS MUNĀSABAH: Problem Tafsīr al-Qur’ān bi ’l-Qur’ān
DISKURSUS MUNĀSABAH: Problem Tafsīr al-Qur’ān bi ’l-Qur’ān
Abstract: Munāsabah al-Qur’ān is a part of ‘Ulūm al-Qur’ān which presents pros and contrast. The pros ulama makes munāsabah as a method to reveal enigma system of Quran verses and ...
POLA PENAFSIRAN MUHAMMAD BASIUNI IMRAN DALAM TAFSĪR TŪJUH SŪRAH DAN ĀYĀT AṢ-ṢIYĀM TERHADAP TAFSIR MUHAMMAD RASYID RIDHA: (Kajian Intertekstualitas)
POLA PENAFSIRAN MUHAMMAD BASIUNI IMRAN DALAM TAFSĪR TŪJUH SŪRAH DAN ĀYĀT AṢ-ṢIYĀM TERHADAP TAFSIR MUHAMMAD RASYID RIDHA: (Kajian Intertekstualitas)
Pada abad ke-20 M, penulisan tafsir al-Qur’an yang lahir di Nusantara umumnya menampilkan ciri kemodernannya, baik dari segi bahasa dan aksara. Namun, berbeda dengan Tafsīr Tūjuh S...
Pembelajaran Tafsir Di Dayah Ummul Ayman Samalanga
Pembelajaran Tafsir Di Dayah Ummul Ayman Samalanga
Dayah Ummul Ayman is one of the largest dayah in Aceh. The teaching of tafsir in this dayah is carried out through dayah curriculum and adapted to the abilities of students. Standa...
SEJARAH PERKEMBANGAN TAFSIR
SEJARAH PERKEMBANGAN TAFSIR
AbstrakKegiatan tafsir Al-Qu’ran telah dimulai sejak masa Nabi Muhammad Saw dan terus mengalami perkembangan dari masa ke masa, yaitu periode Nabi Muhammad Saw dan sahabatnya, peri...
STUDI KRITIS TAFSIR AL-MANAR KARYA MUHAMMAD ABBDUH DAN RASYID RIDLA
STUDI KRITIS TAFSIR AL-MANAR KARYA MUHAMMAD ABBDUH DAN RASYID RIDLA
Al-Qur’an, dalam tradisi pemikiran Islam, telah melahirkan sederetan teks turunan yang demikian luas dan mengagumkan yang disebut Tafsir. Tafsir al-Qur’an adalah penjelasan tentang...
Tafsir Method of Tartib Nuzuli: An Analytical Study of Muhammad Darwazah's Kitab al-Tafsir al-Hadith and Muhammad al-Jabiri's Kitab Fahm al-Qur`an al-Hakim
Tafsir Method of Tartib Nuzuli: An Analytical Study of Muhammad Darwazah's Kitab al-Tafsir al-Hadith and Muhammad al-Jabiri's Kitab Fahm al-Qur`an al-Hakim
The study of tafsir tartib nuzuli is still quite rare. This study seeks to complete the study. Tafsir tartib nuzuli is still considered “strange” by the majority of Muslims. This s...

