Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS TERHADAP HARI BAIK DAN HARI BURUK DALAM SISTEM PENANGGALAN KALENDER SUKU BUGIS PERSPEKTIF ILMU FALAK
View through CrossRef
Abstrack
This research discusses the Bugis Tribal Dating System Falak Science Perspective (Analysis of Good Days and Bad Days in the Bugis CalendarThe perception of the people in Karangan Village of Pinrang Regency towards the Bugis dating system is all good because the community has long used Bugis dating by looking at Ompo'na Ulengnge and a good time to do an event. But there are also people who do not understand the dating system but use it by asking people who know the dating system. Bugis calendar in Karangan Village using Lontara Pitue or the system 7 days a week is the same as the calendar used around the world. The Bugis dating system of falak science perspective uses the circulation of the moon and believes all days are good days. It's just a better day between those good days. The bugis dating system in Karangan Village can be used because of its benchmark to good things and does not teach that must worship other than Allah Swt.
Keywords : Dating, Bugis, Falak Science
Abstrak
Penelitian ini membahas tentang Sistem Penanggalan Suku Bugis Perspektif Ilmu Falak (Analisis Terhadap Hari Baik dan Hari Buruk Dalam Kalender Suku Bugis). Persepsi masyarakat di Desa Karangan Kabupaten Pinrang terhadap sistem penanggalan Suku Bugis semua baik karena masyarakat tersebut sudah lama menggunakan penanggalan Bugis dengan cara melihat Ompo’na Ulengnge dan waktu yang baik untuk melakukan suatu acara. Namun ada juga masyarakat yang tidak memahami sistem penanggalan tersebut tetapi menggunakannya dengan cara bertanya kepada orang yang mengetahui sistem penanggalan tersebut. Penanggalan Bugis di Desa Karangan menggunakan Lontara Pitue atau sistem 7 hari dalam sepekan sama dengan kalender yang dipakai seluruh dunia. Sistem penanggalan Suku Bugis perspektif Ilmu Falak menggunakan peredaran bulan dan mempercayai semua hari adalah hari baik. Hanya saja hari yang lebih baik diantara hari-hari baik tersebut. Sistem penanggalan Suku Bugis di Desa Karangan bisa dipakai karena patokannya kepada hal-hal yang baik dan tidak mengajarkan bahwa harus menyembah selain Allah swt.
Kata Kunci : Penanggalan, Bugis, Ilmu Falak
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Title: ANALISIS TERHADAP HARI BAIK DAN HARI BURUK DALAM SISTEM PENANGGALAN KALENDER SUKU BUGIS PERSPEKTIF ILMU FALAK
Description:
Abstrack
This research discusses the Bugis Tribal Dating System Falak Science Perspective (Analysis of Good Days and Bad Days in the Bugis CalendarThe perception of the people in Karangan Village of Pinrang Regency towards the Bugis dating system is all good because the community has long used Bugis dating by looking at Ompo'na Ulengnge and a good time to do an event.
But there are also people who do not understand the dating system but use it by asking people who know the dating system.
Bugis calendar in Karangan Village using Lontara Pitue or the system 7 days a week is the same as the calendar used around the world.
The Bugis dating system of falak science perspective uses the circulation of the moon and believes all days are good days.
It's just a better day between those good days.
The bugis dating system in Karangan Village can be used because of its benchmark to good things and does not teach that must worship other than Allah Swt.
Keywords : Dating, Bugis, Falak Science
Abstrak
Penelitian ini membahas tentang Sistem Penanggalan Suku Bugis Perspektif Ilmu Falak (Analisis Terhadap Hari Baik dan Hari Buruk Dalam Kalender Suku Bugis).
Persepsi masyarakat di Desa Karangan Kabupaten Pinrang terhadap sistem penanggalan Suku Bugis semua baik karena masyarakat tersebut sudah lama menggunakan penanggalan Bugis dengan cara melihat Ompo’na Ulengnge dan waktu yang baik untuk melakukan suatu acara.
Namun ada juga masyarakat yang tidak memahami sistem penanggalan tersebut tetapi menggunakannya dengan cara bertanya kepada orang yang mengetahui sistem penanggalan tersebut.
Penanggalan Bugis di Desa Karangan menggunakan Lontara Pitue atau sistem 7 hari dalam sepekan sama dengan kalender yang dipakai seluruh dunia.
Sistem penanggalan Suku Bugis perspektif Ilmu Falak menggunakan peredaran bulan dan mempercayai semua hari adalah hari baik.
Hanya saja hari yang lebih baik diantara hari-hari baik tersebut.
Sistem penanggalan Suku Bugis di Desa Karangan bisa dipakai karena patokannya kepada hal-hal yang baik dan tidak mengajarkan bahwa harus menyembah selain Allah swt.
Kata Kunci : Penanggalan, Bugis, Ilmu Falak.
Related Results
SEJARAH BUDAYA MASYARAKAT BUGIS DI KELURAHAN BOEPINANG KECAMATAN POLEANG KABUPATEN BOMBANA
SEJARAH BUDAYA MASYARAKAT BUGIS DI KELURAHAN BOEPINANG KECAMATAN POLEANG KABUPATEN BOMBANA
ABSTRAK: Tujuan utama penelitian ini adalah: (1) Untuk menjelaskan bentuk-bentuk kebudayaan masyarakat suku Bugis di Kelurahan Boepinang Kecamatan Poleang Kabupaten Bombana, (2) Un...
Studi Komparatif Sistem Penanggalan Istirhamiah dan Sistem Penanggalan Masehi
Studi Komparatif Sistem Penanggalan Istirhamiah dan Sistem Penanggalan Masehi
Penelitian ini membahas tentang Sistem Penanggalan yang di gunakan di Indonesia khususnya pada masyarakat Jawa dan masyarakat umum. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pust...
PEMERTAHANAN BAHASA BUGIS DI KOTA AMBON [Bugis Language Defence in the city of Ambon]
PEMERTAHANAN BAHASA BUGIS DI KOTA AMBON [Bugis Language Defence in the city of Ambon]
This study examines the maintenance of Bugis language in the Wara neighborhood, Ambon City. As a language brought by immigrants from South Sulawesi, the Bugis language is a minorit...
Homonim Kosakata Bugis dalam Falsafah Hidup Masyarakat Bugis
Homonim Kosakata Bugis dalam Falsafah Hidup Masyarakat Bugis
Homonyms of Bugis Language in Philosophy of Life of The Bugis People ABSTRAKFalsafah Bugis selain sarat dengan unsur etika dan moralitas juga mengandung nilai sastra yang tinggi. P...
SEJARAH MASYARAKAT NELAYAN SUKU BUGIS DI DESA POLEWALI, KECAMATAN LAINEA KABUPATEN KONAWE SELATAN (1950-2017)
SEJARAH MASYARAKAT NELAYAN SUKU BUGIS DI DESA POLEWALI, KECAMATAN LAINEA KABUPATEN KONAWE SELATAN (1950-2017)
ABSTRAK: Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana sejarah kedatangan orang Bugis di Desa Polewali Kecamatan Lainea Kabupaten Konawe Selatan? (2) Bagaimana kond...
ANALISIS KEMAMPUAN MAHASISWA PG PAUD UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA DALAM PROSES PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS
ANALISIS KEMAMPUAN MAHASISWA PG PAUD UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA DALAM PROSES PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS
Bahasa merupakan aspek terpenting dalam hidup setiap individu. Bahasa adalah sebuah sistem yang digunakan untuk berkomunikasi antara satu individu dengan individu lainnya. Dengan m...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...

