Javascript must be enabled to continue!
PENGEMBANGAN BUSANA CASUAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL DENGAN TEKNIK PATCHWORK DAN SULAMAN SASHIKO
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan mengembangkan busana casual dengan memanfaatkan teknik patchwork dan sulaman sashiko berbahan kearifan lokal melalui model PPE (Perencanaan, Produksi, Evaluasi). Pada tahap perencanaan, fokus diarahkan pada penciptaan konsep busana yang sederhana, nyaman, relevan dengan tren mode kontemporer, sekaligus mempertahankan nilai budaya. Tahap produksi menghasilkan busana dengan detail patchwork dari potongan kain lokal serta sulaman sashiko yang rapi dan artistik, sehingga tidak hanya menonjolkan estetika tetapi juga menghadirkan narasi budaya dan prinsip keberlanjutan. Tahap evaluasi dilakukan melalui pengujian produk oleh dua ahli busana serta presentasi di depan subjek uji coba. Subjek penelitian terdiri atas dua orang ahli berpengalaman dalam pengembangan busana. Hasil uji menunjukkan bahwa produk memiliki kualitas baik dengan persentase 89,5%, menegaskan potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut. Kualitas ini tercermin dari aspek kesatuan melalui perpaduan warna, tekstur, desain, patchwork, dan sulaman sashiko yang serasi. Keseimbangan teknik, hiasan, serta visual antara atasan dan bawahan. Irama yang konsisten dalam susunan motif dan penerapan teknik. Proporsi busana yang seimbang dan sesuai tubuh pemakai. Harmoni antara tekstur, motif, warna, dan bentuk desain. Serta aksen patchwork dan sulaman sashiko yang ditempatkan strategis sebagai titik fokus visual. Secara keseluruhan, busana tampak proporsional, selaras, dan memiliki daya tarik estetis yang kuat, sekaligus memperlihatkan potensi pengembangan produk berbasis budaya lokal yang berkelanjutan.
Universitas Pendidikan Ganesha
Title: PENGEMBANGAN BUSANA CASUAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL DENGAN TEKNIK PATCHWORK DAN SULAMAN SASHIKO
Description:
Penelitian ini bertujuan mengembangkan busana casual dengan memanfaatkan teknik patchwork dan sulaman sashiko berbahan kearifan lokal melalui model PPE (Perencanaan, Produksi, Evaluasi).
Pada tahap perencanaan, fokus diarahkan pada penciptaan konsep busana yang sederhana, nyaman, relevan dengan tren mode kontemporer, sekaligus mempertahankan nilai budaya.
Tahap produksi menghasilkan busana dengan detail patchwork dari potongan kain lokal serta sulaman sashiko yang rapi dan artistik, sehingga tidak hanya menonjolkan estetika tetapi juga menghadirkan narasi budaya dan prinsip keberlanjutan.
Tahap evaluasi dilakukan melalui pengujian produk oleh dua ahli busana serta presentasi di depan subjek uji coba.
Subjek penelitian terdiri atas dua orang ahli berpengalaman dalam pengembangan busana.
Hasil uji menunjukkan bahwa produk memiliki kualitas baik dengan persentase 89,5%, menegaskan potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut.
Kualitas ini tercermin dari aspek kesatuan melalui perpaduan warna, tekstur, desain, patchwork, dan sulaman sashiko yang serasi.
Keseimbangan teknik, hiasan, serta visual antara atasan dan bawahan.
Irama yang konsisten dalam susunan motif dan penerapan teknik.
Proporsi busana yang seimbang dan sesuai tubuh pemakai.
Harmoni antara tekstur, motif, warna, dan bentuk desain.
Serta aksen patchwork dan sulaman sashiko yang ditempatkan strategis sebagai titik fokus visual.
Secara keseluruhan, busana tampak proporsional, selaras, dan memiliki daya tarik estetis yang kuat, sekaligus memperlihatkan potensi pengembangan produk berbasis budaya lokal yang berkelanjutan.
Related Results
Penerapan Sulaman Timbul pada Pelengkap Busana Anak
Penerapan Sulaman Timbul pada Pelengkap Busana Anak
Sulaman timbul berupa sulaman yang menimbulkan kesan bergelombang pada permukaan kain sesuai dengan lekuk gambar. Sulaman timbul dapat diterapkan pada berbagai produk dalam dunia f...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Pemberdayaan Perempuan melalui Kelompok Pengrajin Sulaman Bayangan di Barung-Barung Belantai Kabupaten Pesisir Selatan
Pemberdayaan Perempuan melalui Kelompok Pengrajin Sulaman Bayangan di Barung-Barung Belantai Kabupaten Pesisir Selatan
Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya kelompok pengrajin Sulaman Bayangan yang menjadi pemberdayaan bagi kaum perempuan dalam meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga. Perem...
Strategi Menjaga Eksistensi Kearifan Lokal sebagai Identitas Nasional di Era Disrupsi
Strategi Menjaga Eksistensi Kearifan Lokal sebagai Identitas Nasional di Era Disrupsi
Penelitian ini memiliki fokus untuk mengetahui keterkaitan antara kearifan lokal dengan identitas nasional, tantangan kearifan lokal di era disrupsi, dan strategi menjaga eksistens...
MUTIARA HITAM SEBAGAI IDE PENCIPTAAN BUSANA PESTA
MUTIARA HITAM SEBAGAI IDE PENCIPTAAN BUSANA PESTA
The background of the work is the many accessories worn by women in the form of pearls which are the inspiration for creating the work. Pearls can also be associated with the socia...
PERANCANGAN COCKTAIL DRESS DARI INSPIRASI MODE ERA ROCOCO
PERANCANGAN COCKTAIL DRESS DARI INSPIRASI MODE ERA ROCOCO
Merealisasikan cocktail dress dari inspirasi mode Era Rococo dengan style feminine romantic (busana yang memiliki desain kerut atau lipatan kecil membentuk gelombang dengan warna y...
PENGEMBANGAN BUSANA MUSLIM UNTUK KESEMPATAN KERJA DENGAN SUMBER IDE TARI RUDAT
PENGEMBANGAN BUSANA MUSLIM UNTUK KESEMPATAN KERJA DENGAN SUMBER IDE TARI RUDAT
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan proses pengembangan busana muslim untuk kesempatan kerja dengan sumber ide Tari Rudat, 2) mendeskripsikan hasil dari pengembangan...

