Javascript must be enabled to continue!
TOKSISITAS EKSTRAK ETIL ASETAT KULIT BIJI JENGKOL
View through CrossRef
Penelitian ini melakukan kajian terhadap toksisitas ekstrak etil asetat dari kuli biji jengkol (Archidendron jiringa) Jack. I. C. Nielsen) dengan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Nilai LC50 ekstrak diperoleh dari persamaan regresi linear dari log konsentrasi vs probit % mortalitas. Kulit biji jengkol dikeringkan pada temperature ruang selama 1 x 24 jam dan dimaserasi dengan methanol. Filtrat yang diperoleh diuapkan dengan menggunakan rotary evaporator untuk memperoleh ekstrak pekat methanol. Selanjutnya, ekstrak pekat methanol dilarutkan dalam air dan dipartisi dengan etil asetat, diulangi beberapa kali, dan diuapkan kembali untuk memperoleh ekstrak pekat etil asetat. Uji fitokimia untuk penentuan kandung fenolik dilakukan dengan FeCl3. Uji kandungan fenol dengan FeCl3 menunjukkan hasil positif untuk ekstrak etil asetat. Nilai LC50 untuk ekstrak etil asetat adalah 14.19 ppm. Berdasarkan nilai LC50 ekstrak etil asetat kulit biji jengkol dikategorikan sangat toksik. Toksisitas ekstrak etil asetat dapat diasosiasikan oleh kandungan senyawa fenol dalam ekstrak.
This research studied about toxicity ethyl acetate extract of jiringa (Archidendron jiringa) Jack. I. C. Nielsen) pods by using Brine Shrimp Letality Test (BSLT) method. The LC50 of extract obtained from linear regression equation on chart log concentration vs probit % mortality. Pods of jiringa dried at room temperature 1 x 24 h and then macerated with methanol. Filtrat were evaporated with rotary evapoarator to obtained methanol extract. Further, methanol extract dissolved with water and partitioned with ethyl acetate for several times, and then evaporated to obtained ethyl acetate extract. Test consitution of phenolic compound performed by using FeCl3. Test phenolic compounds with FeCl3 showed positive test for ethyl acetate. The LC50 values of ethyl acetate was 14.19 ppm. Ethyl acetate extract of jiringa (Archidendron jiringa) Jack. I. C. Nielsen) pods showed high toxicity. The high toxicity cause of phenolic compounds constitution. Ethyl acetate extract of jiringa’s pods has high toxicity because it contains phenolic compounds.
Title: TOKSISITAS EKSTRAK ETIL ASETAT KULIT BIJI JENGKOL
Description:
Penelitian ini melakukan kajian terhadap toksisitas ekstrak etil asetat dari kuli biji jengkol (Archidendron jiringa) Jack.
I.
C.
Nielsen) dengan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT).
Nilai LC50 ekstrak diperoleh dari persamaan regresi linear dari log konsentrasi vs probit % mortalitas.
Kulit biji jengkol dikeringkan pada temperature ruang selama 1 x 24 jam dan dimaserasi dengan methanol.
Filtrat yang diperoleh diuapkan dengan menggunakan rotary evaporator untuk memperoleh ekstrak pekat methanol.
Selanjutnya, ekstrak pekat methanol dilarutkan dalam air dan dipartisi dengan etil asetat, diulangi beberapa kali, dan diuapkan kembali untuk memperoleh ekstrak pekat etil asetat.
Uji fitokimia untuk penentuan kandung fenolik dilakukan dengan FeCl3.
Uji kandungan fenol dengan FeCl3 menunjukkan hasil positif untuk ekstrak etil asetat.
Nilai LC50 untuk ekstrak etil asetat adalah 14.
19 ppm.
Berdasarkan nilai LC50 ekstrak etil asetat kulit biji jengkol dikategorikan sangat toksik.
Toksisitas ekstrak etil asetat dapat diasosiasikan oleh kandungan senyawa fenol dalam ekstrak.
This research studied about toxicity ethyl acetate extract of jiringa (Archidendron jiringa) Jack.
I.
C.
Nielsen) pods by using Brine Shrimp Letality Test (BSLT) method.
The LC50 of extract obtained from linear regression equation on chart log concentration vs probit % mortality.
Pods of jiringa dried at room temperature 1 x 24 h and then macerated with methanol.
Filtrat were evaporated with rotary evapoarator to obtained methanol extract.
Further, methanol extract dissolved with water and partitioned with ethyl acetate for several times, and then evaporated to obtained ethyl acetate extract.
Test consitution of phenolic compound performed by using FeCl3.
Test phenolic compounds with FeCl3 showed positive test for ethyl acetate.
The LC50 values of ethyl acetate was 14.
19 ppm.
Ethyl acetate extract of jiringa (Archidendron jiringa) Jack.
I.
C.
Nielsen) pods showed high toxicity.
The high toxicity cause of phenolic compounds constitution.
Ethyl acetate extract of jiringa’s pods has high toxicity because it contains phenolic compounds.
Related Results
Pengaruh Penambahan Tepung Jengkol (Archidendron pauciflorum) Terhadap Daya Terima Kerupuk Jengkol
Pengaruh Penambahan Tepung Jengkol (Archidendron pauciflorum) Terhadap Daya Terima Kerupuk Jengkol
AbstractThis research aimed to portray the effect of jengkol flour addition with different concentrations on consumer acceptance. This research was conducted at the Food Processing...
PENETAPAN KADAR FENOLIK TOTAL EKSTRAK ETANOL DAN FRAKSI ETIL ASETAT HERBA RUMPUT BAMBU (Lopatherum gracile Brongn.) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE
PENETAPAN KADAR FENOLIK TOTAL EKSTRAK ETANOL DAN FRAKSI ETIL ASETAT HERBA RUMPUT BAMBU (Lopatherum gracile Brongn.) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE
Sebagian besar masyarakat Indonesia masih menggunakan obat tradisional dalam pengobatan. Salah satu tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat adalah rumput bambu (Lopatherum gracile Br...
Pengaruh Pelarut N-Heksan, Etil Asetat, Dan Etanol 96% Terhadap Kadar Flavonoid dan Aktivitas Antioksidan Kulit Buah Lamtoro (Leucaena leucocephala)
Pengaruh Pelarut N-Heksan, Etil Asetat, Dan Etanol 96% Terhadap Kadar Flavonoid dan Aktivitas Antioksidan Kulit Buah Lamtoro (Leucaena leucocephala)
Limbah kulit buah lamtoro di Indonesia dihasilkan dalam jumlah banyak sehingga dapat menjadi masalah bagi lingkungan jika tidak di Kelola dengan baik. Ekstrak kulit buah lamtoro me...
OPTIMASI PELARUT TERHADAP PARAMETER SPESIFIK EKSTRAK KITOLOD ( Isotoma longiflora)
OPTIMASI PELARUT TERHADAP PARAMETER SPESIFIK EKSTRAK KITOLOD ( Isotoma longiflora)
Latar belakang :Pelarut merupakan komponen yang sangat berpengaruh terhadap parameter spesifik maupun non spesifik dalam ekstrak. Sesuai prinsip like disolve like, akan diperoleh h...
Aktivitas Antibakteri Senyawa Fenolik dari Fraksi Kulit Buah Kopi Robusta (Coffea canephora L.)
Aktivitas Antibakteri Senyawa Fenolik dari Fraksi Kulit Buah Kopi Robusta (Coffea canephora L.)
Kulit buah kopi mengandung senyawa golongan fenolik yang memiliki efek biologis khususnya sebagai antibakteri. Kulit buah kopi diekstraksi dan kemudian difraksinasi menggunakan aku...
SIFAT ANTIOKSIDATIF EKSTRAK TEH (Camellia sinensis Linn.) JENIS TEH HIJAU, TEH HITAM, TEH OOLONG DAN TEH PUTIH DENGAN PENGERINGAN BEKU (Freeze Drying)
SIFAT ANTIOKSIDATIF EKSTRAK TEH (Camellia sinensis Linn.) JENIS TEH HIJAU, TEH HITAM, TEH OOLONG DAN TEH PUTIH DENGAN PENGERINGAN BEKU (Freeze Drying)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat antioksidatif ekstrak teh (Camellia sinensis Linn.) jenis teh hijau, teh hitam, teh oolong dan teh putih dengan pengeringan beku (Fr...
Penentuan Aktivitas Antioksidan dari Ekstrak Metanol, Etil Asetat dan Heksana Tanaman Ruku-Ruku (Ocimum tenuiflorum l.) dengan Metode DPPH
Penentuan Aktivitas Antioksidan dari Ekstrak Metanol, Etil Asetat dan Heksana Tanaman Ruku-Ruku (Ocimum tenuiflorum l.) dengan Metode DPPH
Tanaman ruku-ruku (Ocimum tenuiflorum L.) merupakan herbal yang banyak digunakan masyarakat dalam pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi antioksidan dari sel...
Isolasi Dan Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Etil Asetat Daun Sambiloto
Isolasi Dan Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Etil Asetat Daun Sambiloto
Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder ekstrak etil asetat dari daun sambiloto. Isolasi tersebut dilakukan melalui tahap maseras...

