Javascript must be enabled to continue!
Isolasi Dan Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Etil Asetat Daun Sambiloto
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder ekstrak etil asetat dari daun sambiloto. Isolasi tersebut dilakukan melalui tahap maserasi, fraksinasi, dan kromatografi. Identifikasi ekstrak tersebut dan isolatnya dilakukan dengan cara uji fitokimia, spektrofotometer-UV Vis, dan IR. Daun sambiloto kering sebanyak 633 gram dimaserasi dengan metanol selama 3×24 jam, dan diperoleh ekstrak kental metanol setelah melalui proses evaporasi. Ekstrak tersebut difraksinasi berturut-turut dengan n-heksana dan etil asetat untuk menghasilkan ekstrak kental etil asetat sebanyak 21,99 gram. Kemudian, ekstrak kental etil asetat dipisahkan dengan kromatografi kolom dan diuji kemurniannya dengan KLT dan diperoleh isolat murni yang berupa kristal putih dengan berat 126,3 mg. Hasil uji fitokimia ekstrak etil asetat menunjukkan bahwa daun sambiloto mengandung flavanoid dan triterpenoid. Sementara, isolat murni yang dihasilkan adalah senyawa triterpenoid. Hasil pengukuran spektrofotometer UV-Vis menunjukkan adanya 2 pita serapan pada panjang gelombang 278 dan 202, dan hasil pengukuran spektrofotometer IR adanya gugus fungsi O-H alkohol pada bilangan gelombang 3426.5 cm-1, C-H alifatik pada bilangan gelombang 2918.1 cm-1 dan 1463.3 cm-1, C=O pada bilangan gelombang 1640.6 cm-1, C=C alkena pada bilangan gelombang 1559.2 cm-1, C-H pada bilangan gelombang 802.5 cm-1 dan 886.4 cm-1, dan C-O alkohol pada bilangan gelombang 1099.6 cm-1 yang menandakan bahwa isolat merupakan suatu senyawa golongan triterpenoid
Universitas Negeri Gorontalo
Title: Isolasi Dan Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Etil Asetat Daun Sambiloto
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder ekstrak etil asetat dari daun sambiloto.
Isolasi tersebut dilakukan melalui tahap maserasi, fraksinasi, dan kromatografi.
Identifikasi ekstrak tersebut dan isolatnya dilakukan dengan cara uji fitokimia, spektrofotometer-UV Vis, dan IR.
Daun sambiloto kering sebanyak 633 gram dimaserasi dengan metanol selama 3×24 jam, dan diperoleh ekstrak kental metanol setelah melalui proses evaporasi.
Ekstrak tersebut difraksinasi berturut-turut dengan n-heksana dan etil asetat untuk menghasilkan ekstrak kental etil asetat sebanyak 21,99 gram.
Kemudian, ekstrak kental etil asetat dipisahkan dengan kromatografi kolom dan diuji kemurniannya dengan KLT dan diperoleh isolat murni yang berupa kristal putih dengan berat 126,3 mg.
Hasil uji fitokimia ekstrak etil asetat menunjukkan bahwa daun sambiloto mengandung flavanoid dan triterpenoid.
Sementara, isolat murni yang dihasilkan adalah senyawa triterpenoid.
Hasil pengukuran spektrofotometer UV-Vis menunjukkan adanya 2 pita serapan pada panjang gelombang 278 dan 202, dan hasil pengukuran spektrofotometer IR adanya gugus fungsi O-H alkohol pada bilangan gelombang 3426.
5 cm-1, C-H alifatik pada bilangan gelombang 2918.
1 cm-1 dan 1463.
3 cm-1, C=O pada bilangan gelombang 1640.
6 cm-1, C=C alkena pada bilangan gelombang 1559.
2 cm-1, C-H pada bilangan gelombang 802.
5 cm-1 dan 886.
4 cm-1, dan C-O alkohol pada bilangan gelombang 1099.
6 cm-1 yang menandakan bahwa isolat merupakan suatu senyawa golongan triterpenoid.
Related Results
OPTIMASI PELARUT TERHADAP PARAMETER SPESIFIK EKSTRAK KITOLOD ( Isotoma longiflora)
OPTIMASI PELARUT TERHADAP PARAMETER SPESIFIK EKSTRAK KITOLOD ( Isotoma longiflora)
Latar belakang :Pelarut merupakan komponen yang sangat berpengaruh terhadap parameter spesifik maupun non spesifik dalam ekstrak. Sesuai prinsip like disolve like, akan diperoleh h...
Kajian Pengaruh Ekstrak Daun Sambiloto (Andrographis paniculata) Terhadap Sistem Reproduksi Mencit (Mus musculus)
Kajian Pengaruh Ekstrak Daun Sambiloto (Andrographis paniculata) Terhadap Sistem Reproduksi Mencit (Mus musculus)
ABSTRAK
Masalah kesehatan reproduksi merupakan perhatian utama di dunia saat ini. Andrografolid, senyawa fitokimia yang terkandung dalam daun sambiloto ( Andrographis panikulata )...
PENETAPAN KADAR FENOLIK TOTAL EKSTRAK ETANOL DAN FRAKSI ETIL ASETAT HERBA RUMPUT BAMBU (Lopatherum gracile Brongn.) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE
PENETAPAN KADAR FENOLIK TOTAL EKSTRAK ETANOL DAN FRAKSI ETIL ASETAT HERBA RUMPUT BAMBU (Lopatherum gracile Brongn.) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE
Sebagian besar masyarakat Indonesia masih menggunakan obat tradisional dalam pengobatan. Salah satu tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat adalah rumput bambu (Lopatherum gracile Br...
TOKSISITAS EKSTRAK ETIL ASETAT KULIT BIJI JENGKOL
TOKSISITAS EKSTRAK ETIL ASETAT KULIT BIJI JENGKOL
Penelitian ini melakukan kajian terhadap toksisitas ekstrak etil asetat dari kuli biji jengkol (Archidendron jiringa) Jack. I. C. Nielsen) dengan menggunakan metode Brine Shrimp Le...
EKSTRAKSI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA KIMIA PADA DAUN PURING (Codiaeum variegatum) DENGAN PELARUT AIR, ETANOL, ETIL ASETAT DAN N-HEKSANA
EKSTRAKSI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA KIMIA PADA DAUN PURING (Codiaeum variegatum) DENGAN PELARUT AIR, ETANOL, ETIL ASETAT DAN N-HEKSANA
Paper ini membahas ekstraksi dan identifikasi senyawa kimia pada daun puring (codiaeum variegatum) yang berpotensi sebagai obat penyembuh luka. Serbuk daun puring dimaserasi dengan...
Aktivitas Antibakteri Senyawa Fenolik dari Fraksi Kulit Buah Kopi Robusta (Coffea canephora L.)
Aktivitas Antibakteri Senyawa Fenolik dari Fraksi Kulit Buah Kopi Robusta (Coffea canephora L.)
Kulit buah kopi mengandung senyawa golongan fenolik yang memiliki efek biologis khususnya sebagai antibakteri. Kulit buah kopi diekstraksi dan kemudian difraksinasi menggunakan aku...
Uji Aktivitas Antiradikal Bebas Ekstrak Daun Paliasa (Kleinhovia hospita Linn.)
Uji Aktivitas Antiradikal Bebas Ekstrak Daun Paliasa (Kleinhovia hospita Linn.)
Telah dilakukan identifikasi senyawa antiradical bebas pada ekstrak daun paliasa (K. hospita).Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa antiradical bebas berdasarkan...
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI ETIL ASETAT DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI ETIL ASETAT DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli
Latar Belakang : Escherichia coli merupakan bakteri penyebab diare. Banyak yang melaporkan terjadinya resistensi antibiotik terhadap Escherichia coli. Oleh karena itu dibutuhkan a...

