Javascript must be enabled to continue!
Perencanaan Promenade untuk Pariwisata Berkelanjutan di Bukit Lawang
View through CrossRef
Promenade merupakan jalur pedestrian yang tidak hanya befungsi sebagai tempat untuk berjalan bagi pejalan kaki namun juga sebagai daya tarik tersendiri yang membuat pengunanya melupakan waktu. Sehinga promenade biasanya banyak dijumpai di daerah wisata terutama wisata tepi air dimana salah satu daya tariknya adalah meilhat pemandangan di tepi air tersebut. Selain itu, promenade juga tanggap akan lingkungan sekitarnya terutama untuk kawasan yang memiliki resiko banjir. Bukit Lawang merupakan kawasan wisata yang di konservasi, namun kawasan wisata belum memiliki perencanaan yang berkelanjutan terutama di bagian tepi sungai yang masih di penuhi oleh bangunan –bangunan meskipun sudah pernah terjadi banjir bandang di daerah tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini membahas tentang perencanaan promenade di kawasan wisata Bukit Lawang untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan disana. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan cara observasi langsung dan studi banding kasus sejenis, kemudian data yang diperoleh akan dianalisa dengan studi literatur. Hasilnya adalah berupa konsep perencanaan promenade di kawasan wisata Bukit Lawang untuk mengembangkan pariwisata berkelanjutan di sana.
The promenade is a pedestrian lane that not only functions as a place for walking for pedestrians but also as a special attraction that makes its users forget time. So the promenade is usually found in many tourist areas, especially waterfront tourism, where one of the magnets is seeing the scenery on the edge of the water. Besides, the promenade is also responsive to the surrounding environment, especially for areas that have the risk of flooding. Bukit Lawang is a conserved tourist area, but the tourism area does not have sustainable planning, especially on the banks of the river which is still filled with buildings even though flash floods have occurred in the area. Therefore, this study discusses the planning of a promenade in the Bukit Lawang tourist area for the development of sustainable tourism there. The method used is a qualitative method through direct observation and comparative studies of similar cases, then the data obtained will be analyzed with literature studies. The result is a concept of planning a promenade in the Bukit Lawang tourist area to develop sustainable tourism there.
Universitas Sumatera Utara
Title: Perencanaan Promenade untuk Pariwisata Berkelanjutan di Bukit Lawang
Description:
Promenade merupakan jalur pedestrian yang tidak hanya befungsi sebagai tempat untuk berjalan bagi pejalan kaki namun juga sebagai daya tarik tersendiri yang membuat pengunanya melupakan waktu.
Sehinga promenade biasanya banyak dijumpai di daerah wisata terutama wisata tepi air dimana salah satu daya tariknya adalah meilhat pemandangan di tepi air tersebut.
Selain itu, promenade juga tanggap akan lingkungan sekitarnya terutama untuk kawasan yang memiliki resiko banjir.
Bukit Lawang merupakan kawasan wisata yang di konservasi, namun kawasan wisata belum memiliki perencanaan yang berkelanjutan terutama di bagian tepi sungai yang masih di penuhi oleh bangunan –bangunan meskipun sudah pernah terjadi banjir bandang di daerah tersebut.
Oleh karena itu, penelitian ini membahas tentang perencanaan promenade di kawasan wisata Bukit Lawang untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan disana.
Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan cara observasi langsung dan studi banding kasus sejenis, kemudian data yang diperoleh akan dianalisa dengan studi literatur.
Hasilnya adalah berupa konsep perencanaan promenade di kawasan wisata Bukit Lawang untuk mengembangkan pariwisata berkelanjutan di sana.
The promenade is a pedestrian lane that not only functions as a place for walking for pedestrians but also as a special attraction that makes its users forget time.
So the promenade is usually found in many tourist areas, especially waterfront tourism, where one of the magnets is seeing the scenery on the edge of the water.
Besides, the promenade is also responsive to the surrounding environment, especially for areas that have the risk of flooding.
Bukit Lawang is a conserved tourist area, but the tourism area does not have sustainable planning, especially on the banks of the river which is still filled with buildings even though flash floods have occurred in the area.
Therefore, this study discusses the planning of a promenade in the Bukit Lawang tourist area for the development of sustainable tourism there.
The method used is a qualitative method through direct observation and comparative studies of similar cases, then the data obtained will be analyzed with literature studies.
The result is a concept of planning a promenade in the Bukit Lawang tourist area to develop sustainable tourism there.
Related Results
Pengembangan Tata Hijau Wisata Berkelanjutan Bukit Lawang
Pengembangan Tata Hijau Wisata Berkelanjutan Bukit Lawang
Bukit Lawang merupakan kawasan wisata alam yang terletak di Sumatera Utara, yang memiliki potensi wisata alam yang terkenal baik domestic maupun mancanegara. Bukit Lawang juga meru...
Tata Guna Lahan Bukit Lawang sebagai Kawasan Wisata Berkelanjutan
Tata Guna Lahan Bukit Lawang sebagai Kawasan Wisata Berkelanjutan
Bukit Lawang merupakan bagian dari kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) yang menjadi tujuan wisata di Kabupaten Langkat. Aktivitas wisata dan konservasi yang terd...
ANCIENT SETTLEMENT INDICATIONS IN LUWU REGENCY, SOUTH SULAWESI
ANCIENT SETTLEMENT INDICATIONS IN LUWU REGENCY, SOUTH SULAWESI
Tulisan ini bertujuan menjelaskan sejumlah data arkeologi, tradisi dan lingkungan okupasi manusia di Kabupaten Luwu. Metode pengumpulan data dilakukan dengan survei dan ekskavasi. ...
ALIH WAHANA CERITA RAKYAT WATU LAWANG SEBAGAI NASKAH DRAMA WATU LAWANG DAN RELEVANSINYA BAGI BAHAN AJAR DRAMA DI SMA NEGERI 2 PURBALINGGA
ALIH WAHANA CERITA RAKYAT WATU LAWANG SEBAGAI NASKAH DRAMA WATU LAWANG DAN RELEVANSINYA BAGI BAHAN AJAR DRAMA DI SMA NEGERI 2 PURBALINGGA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan (1) Alih wahana cerita rakyat Watu Lawang ke dalam naskah drama Watu Lawang pada alur. (2) Alih wahana cerita rakyat ...
Strategi Pengembangan Kawasan Pariwisata Bukit Tangkiling Di Kecamatan Bukit Batu
Strategi Pengembangan Kawasan Pariwisata Bukit Tangkiling Di Kecamatan Bukit Batu
Penelitian ini mengkaji kesesuaian pengembangan daerah wisata di Kawasan Bukit Tangkiling di Kecamatan Bukit Batu . Alasan penelitian ini dilakukan karena daerah Kawasan Bukit Tang...
Dampak Wisata Puncak Lawang Terhadap Perekonomian Masyarakat Di Nagari Lawang Kecamatan Matur (2000-2022)
Dampak Wisata Puncak Lawang Terhadap Perekonomian Masyarakat Di Nagari Lawang Kecamatan Matur (2000-2022)
Penelitian ini mengkaji tentang bagaimana Dampak Destinasi Wisata Puncak Lawang Terhadap Perekonomia Masyarakat Di Nagari Lawang Kecamatan Matur Tahun 2000-2022. Penelitian ini dil...
Factors Related To The Incidence Of Cesarean Sections At RSUD Empat Lawang Of Empat Lawang Regency In 2025
Factors Related To The Incidence Of Cesarean Sections At RSUD Empat Lawang Of Empat Lawang Regency In 2025
Childbirth is the process whereby a full-term or near full-term baby is delivered from the mother's womb, followed by the expulsion of the placenta and fetal membranes from the wom...
ANALISIS LAWANG SEWU SEBAGAI DESTINASI DARK TOURISM TERHADAP PENGALAMAN WISATAWAN NUSANTARA (STUDI KASUS BANGUNAN BERSEJARAH LAWANG SEWU)
ANALISIS LAWANG SEWU SEBAGAI DESTINASI DARK TOURISM TERHADAP PENGALAMAN WISATAWAN NUSANTARA (STUDI KASUS BANGUNAN BERSEJARAH LAWANG SEWU)
This research’s purpose is to identify and analyze how Lawang Sewu as a Dark Tourism Destination towards domestic tourists’ motivation. So it can explain that Lawang Sewu is indica...

