Javascript must be enabled to continue!
Kritik Feminisme dalam Kumpulan Puisi Ibuku Mengajari Bagaimana Mengisi Peluru karya Julia F. Gerhani Arungan
View through CrossRef
Kumpulan puisi Ibuku Mengajari Bagaimana Mengisi Peluru karya Julia F. Gerhani Arungan mengangkat tema tentang feminisme. Representasi feminisme terlihat dalam cara Julia F. Gerhani Arungan mendekonstruksi citra perempuan saat menjadi Istri, Ibu, dan Babu sebagai objek keinginan dan menjadikannya subjek penderita dari dampak budaya patriarki dan kapitalisme. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perjuangan dan masalah yang dihadapi perempuan dalam kumpulan puisi Ibuku Mengajari Bagaimana Mengisi Peluru serta bentuk kritik feminisme sosialis yang menentang budaya patriarki dan kapitalisme sebagai tekanan utama bagi kaum perempuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data dan sumber data dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data primer dalam penelitian ini diperoleh dari kumpulan puisi Ibuku Mengajari Bagaimana Mengisi Peluru karya Julia F. Gerhani Arungan yang diterbitkan oleh CV. Halaman Indonesia pada Oktober 2021. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari beberapa literatur seperti buku, jurnal, dan artikel yang relevan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian feminisme dalam kumpulan puisi Ibuku Mengajari Bagaimana Mengisi Peluru karya Julia F. Gerhani Arungan diperoleh enam puisi yang termasuk ke dalam perjuangan perempuan, masalah yang dihadapi perempuan, dan bentuk kritik feminisme sosialis dan citra perempuan.
PT Pustaka Cendekia Publisher
Title: Kritik Feminisme dalam Kumpulan Puisi Ibuku Mengajari Bagaimana Mengisi Peluru karya Julia F. Gerhani Arungan
Description:
Kumpulan puisi Ibuku Mengajari Bagaimana Mengisi Peluru karya Julia F.
Gerhani Arungan mengangkat tema tentang feminisme.
Representasi feminisme terlihat dalam cara Julia F.
Gerhani Arungan mendekonstruksi citra perempuan saat menjadi Istri, Ibu, dan Babu sebagai objek keinginan dan menjadikannya subjek penderita dari dampak budaya patriarki dan kapitalisme.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perjuangan dan masalah yang dihadapi perempuan dalam kumpulan puisi Ibuku Mengajari Bagaimana Mengisi Peluru serta bentuk kritik feminisme sosialis yang menentang budaya patriarki dan kapitalisme sebagai tekanan utama bagi kaum perempuan.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif.
Data dan sumber data dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder.
Data primer dalam penelitian ini diperoleh dari kumpulan puisi Ibuku Mengajari Bagaimana Mengisi Peluru karya Julia F.
Gerhani Arungan yang diterbitkan oleh CV.
Halaman Indonesia pada Oktober 2021.
Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari beberapa literatur seperti buku, jurnal, dan artikel yang relevan.
Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan.
Hasil penelitian feminisme dalam kumpulan puisi Ibuku Mengajari Bagaimana Mengisi Peluru karya Julia F.
Gerhani Arungan diperoleh enam puisi yang termasuk ke dalam perjuangan perempuan, masalah yang dihadapi perempuan, dan bentuk kritik feminisme sosialis dan citra perempuan.
Related Results
Kajian Semiotika pada Kumpulan Puisi Nyanyian Pesisir Karya Marsel Robot
Kajian Semiotika pada Kumpulan Puisi Nyanyian Pesisir Karya Marsel Robot
Kumpulan puisi Nyanyian Pesisir karya Marsel Robot merupakan objek kajian dalam artikel ini. Puisi mengekpresikan pengalaman, pengetahuan, dan perasaan ...
KRITIK SOSIAL DALAM KUMPULAN PUISI DOA UNTUK ANAK CUCU KARYA W. S. RENDRA (SOCIAL CRITICISM IN DOA UNTUK ANAK CUCU ANTHOLOGY BY W.S. RENDRA)
KRITIK SOSIAL DALAM KUMPULAN PUISI DOA UNTUK ANAK CUCU KARYA W. S. RENDRA (SOCIAL CRITICISM IN DOA UNTUK ANAK CUCU ANTHOLOGY BY W.S. RENDRA)
Kritik Sosial dalam Kumpulan Puisi Doa untuk Anak Cucu karya W.S. Rendra. Tujuan dari penelitianini adalah: (1) Mendeskripsikan wujud kritik sosial (tentang kemiskinan, kejahatan, ...
APRESIASI PUISI DALAM GERAKAN LITERASI
APRESIASI PUISI DALAM GERAKAN LITERASI
Memahami puisi dan memahami prosa ada bedanya. Ini disebabkan karena bahasa yang digunakan dalam puisi berbeda dengan yang dipakai prosa. Memahami puisi mungkin sedikit lebih rumit...
KARAKTERISTIK PUISI KARYA-KARYA W.S RENDRA
KARAKTERISTIK PUISI KARYA-KARYA W.S RENDRA
Puisi memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain, adanya sebuah karakteristik dikarenakan ada faktor pembeda. Karakteristik puisi adalah ciri khas yang terdapat didalam pui...
Membaca Puisi
Membaca Puisi
Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra. Secara etimologis kata puisi berasal dari bahasa Yunani poeima yang berarti membuat atau poeisis yang berarti pembuatan, dalam bahasa I...
Membaca Puisi
Membaca Puisi
Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra. Secara etimologis kata puisi berasal dari bahasa Yunani poeima yang berarti membuat atau poeisis yang berarti pembuatan, dalam bahasa I...
ANALISIS SEMIOTIKA RIFFATERRE PADA PUISI BARU KARYA SULTAN TAKDIR ALISJAHBANA
ANALISIS SEMIOTIKA RIFFATERRE PADA PUISI BARU KARYA SULTAN TAKDIR ALISJAHBANA
Bahasa merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan. Aktivitas Bahasa mengenal adanya empat keterampilan berbahasa yaitu, mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis....
PERBEDAAN PENGARUH METODE PEMBELAJARAN TEKNIK DAN BERMAIN TERHADAP HASIL BELAJAR TOLAK PELURU GAYA OBREIN PADA SISWA KELAS 4 DAN 5 SD N 02 MALANGGATEN TAHUN PELAJARAN 2022/2023.
PERBEDAAN PENGARUH METODE PEMBELAJARAN TEKNIK DAN BERMAIN TERHADAP HASIL BELAJAR TOLAK PELURU GAYA OBREIN PADA SISWA KELAS 4 DAN 5 SD N 02 MALANGGATEN TAHUN PELAJARAN 2022/2023.
Tujuan penelitian untuk mengetahui Perbedaan Pengaruh Metode Pembelajaran Teknik dan Bermain Terhadap Hasil Belajar Tolak Peluru Gaya Obrein Pada siswa kelas 4 dan 5 SD N 02 Malang...

