Javascript must be enabled to continue!
PENGARUH PELATIHAN PENCEGAHAN DAN MITIGASI BENCANA TERHADAP PENGETAHUAN RELAWAN
View through CrossRef
Relawan adalah tindakan kemanusiaan yang nyata dan sangat dibutuhkan. Banyak orang yang tertarik untuk menjadi relawan, baik anak muda yang belum lulus sekolah atau orang dewasa yang sudah sukses. Relawan tidak hanya ditempatkan di daerah bencana atau konflik, tetapi juga di daerah yang tidak memiliki fasilitas pendidikan dan fasilitas. Menjadi Relawan tidak mudah dan harus memiliki kemampuan dasar. Pelatihan diberikan untuk meningkatkan keterampilan dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengetahuan relawan terpengaruh oleh pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana. Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif dan menggunakan pendekatan quasi-eksperimen dengan pre-test dan post-test. 96 relawan diminta sebagai responden melalui sampling purposive. Data dikumpulkan baik sebelum maupun sesudah pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana, yang dilakukan dengan menggunakan kuisioner pengetahuan. Hasil: Analisis data menggunakan uji statistik Mann-Whitney menemukan bahwa skor peningkatan pengetahuan untuk kelompok intervensi sebesar 5.33 dan untuk kelompok kontrol sebesar 3.71. Hasil uji Mann-Whitney didapatkan nilai p<0.001 sehingga ada pengaruh pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana terhadap pengetahuan relawan. Kesimpulan: pelatihan ini dibutuhkan dan bermanfaat bagi Relawan sehingga menambah pengetahuan dan ketrampilan tentang pencegahan dan mitigasi bencana.
Volunteering is a real and much needed humanitarian act. Many people are interested in becoming volunteers, whether young people who have not yet graduated from school or adults who are already successful. Volunteers are not only placed in disaster or conflict areas, but also in areas that do not have educational facilities and facilities. Volunteering is not easy. Volunteers must have basic skills. Training is provided to improve basic skills. The aim of this research is to determine how volunteers' knowledge is affected by disaster prevention and mitigation training. This research was conducted quantitatively and used a quasi-experimental approach with pre-test and post-test. 96 volunteers were asked to act as respondents through purposive sampling. Data was collected both before and after disaster prevention and mitigation training, which was carried out using a knowledge questionnaire. Results: Data analysis using the Mann-Whitney statistical test found that the knowledge increase score for the intervention group was 5.33 and for the control group was 3.71. The results of the Mann-Whitney test showed a p value <0.001, so there was an influence of disaster prevention and mitigation training on volunteers' knowledge. Conclusion: this training is needed and useful for volunteers so that they increase their knowledge and skills regarding disaster prevention and mitigation.
Kusuma Husada University
Title: PENGARUH PELATIHAN PENCEGAHAN DAN MITIGASI BENCANA TERHADAP PENGETAHUAN RELAWAN
Description:
Relawan adalah tindakan kemanusiaan yang nyata dan sangat dibutuhkan.
Banyak orang yang tertarik untuk menjadi relawan, baik anak muda yang belum lulus sekolah atau orang dewasa yang sudah sukses.
Relawan tidak hanya ditempatkan di daerah bencana atau konflik, tetapi juga di daerah yang tidak memiliki fasilitas pendidikan dan fasilitas.
Menjadi Relawan tidak mudah dan harus memiliki kemampuan dasar.
Pelatihan diberikan untuk meningkatkan keterampilan dasar.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengetahuan relawan terpengaruh oleh pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana.
Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif dan menggunakan pendekatan quasi-eksperimen dengan pre-test dan post-test.
96 relawan diminta sebagai responden melalui sampling purposive.
Data dikumpulkan baik sebelum maupun sesudah pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana, yang dilakukan dengan menggunakan kuisioner pengetahuan.
Hasil: Analisis data menggunakan uji statistik Mann-Whitney menemukan bahwa skor peningkatan pengetahuan untuk kelompok intervensi sebesar 5.
33 dan untuk kelompok kontrol sebesar 3.
71.
Hasil uji Mann-Whitney didapatkan nilai p<0.
001 sehingga ada pengaruh pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana terhadap pengetahuan relawan.
Kesimpulan: pelatihan ini dibutuhkan dan bermanfaat bagi Relawan sehingga menambah pengetahuan dan ketrampilan tentang pencegahan dan mitigasi bencana.
Volunteering is a real and much needed humanitarian act.
Many people are interested in becoming volunteers, whether young people who have not yet graduated from school or adults who are already successful.
Volunteers are not only placed in disaster or conflict areas, but also in areas that do not have educational facilities and facilities.
Volunteering is not easy.
Volunteers must have basic skills.
Training is provided to improve basic skills.
The aim of this research is to determine how volunteers' knowledge is affected by disaster prevention and mitigation training.
This research was conducted quantitatively and used a quasi-experimental approach with pre-test and post-test.
96 volunteers were asked to act as respondents through purposive sampling.
Data was collected both before and after disaster prevention and mitigation training, which was carried out using a knowledge questionnaire.
Results: Data analysis using the Mann-Whitney statistical test found that the knowledge increase score for the intervention group was 5.
33 and for the control group was 3.
71.
The results of the Mann-Whitney test showed a p value <0.
001, so there was an influence of disaster prevention and mitigation training on volunteers' knowledge.
Conclusion: this training is needed and useful for volunteers so that they increase their knowledge and skills regarding disaster prevention and mitigation.
Related Results
Pelatihan Pencegahan Pajanan Asbes Bagi Relawan Bencana
Pelatihan Pencegahan Pajanan Asbes Bagi Relawan Bencana
Relawan perlu dibekali dengan pelatihan khusus untuk menghindari pajanan asbes. Asbes merupakan bahan mineral yang jika terhirup dapat menyebabkan masalah kesehatan serius misalnya...
Pembinaan Sekolah Siaga Bencana Melalui Pelatihan Kebencanaan Kepada Guru dan Siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Selo, Samiran, Boyolali
Pembinaan Sekolah Siaga Bencana Melalui Pelatihan Kebencanaan Kepada Guru dan Siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Selo, Samiran, Boyolali
Latar Belakang: Berdasarkan letak geografisnya, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) N 1 Selo, Boyolali, Jawa Tengah terletak di daerah rawan bencana letusan gunung berapi dan gempa bum...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
Penyuluhan Mitigasi Bencana pada Masyarakat Pulau Pramuka
Penyuluhan Mitigasi Bencana pada Masyarakat Pulau Pramuka
Pulau Pramuka adalah salah satu pulau di Kepulauan Seribu, yang terletak di sebelah utara Jakarta, Kepulauan Seribu terdiri dari sekitar 110 pulau, Pulau Pramuka adalah pulau terbe...
Mitigasi Bencana di Indonesia
Mitigasi Bencana di Indonesia
Negara Indonesia menjadi salah satu negara mempunyai potensi tinggi terhadap bencana gempabumi, tsunami, letusan gunungapi dan gerakan tanah (tanah longsor). Posisi wilayah Indones...
Pembentukan Relawan Kebencanaan Di Desa Tanjung Luar Sebagai Bentuk Kesiapsiagaan Dalam Menghadapi Bencana
Pembentukan Relawan Kebencanaan Di Desa Tanjung Luar Sebagai Bentuk Kesiapsiagaan Dalam Menghadapi Bencana
Pembentukan relawan kebencanaan sebagai salah satu program kerja KKN Desa Tanjung Luar sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana terlaksana dengan baik berkat kerjasam...
PEMAHAMAN MENEJEMEN BENCANA SISWA SMP DI KABUPATEN SLEMAN
PEMAHAMAN MENEJEMEN BENCANA SISWA SMP DI KABUPATEN SLEMAN
Strategi penanggulangan bencana akan dapat berjalan dengan efektif apabila penduduk mempunyai pemahaman yang memadai mengenai menejemen dan mitigasi bencana. Wilayah Kabupaten Slem...
Pengabdian Mitigasi Bencana di Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang
Pengabdian Mitigasi Bencana di Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang
AbstrakLatar belakang dilakukan pengabdian kepada masyarakat, karena wilayah Indonesia terletak di antara 3 lempeng tektonik, maka rentan terhadap bencana geologi. Kota Padang yang...

