Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Potensi Trichoderma asperellum TKD dalam Menghambat Phytophthora spp. pada Benih Kakao Selama Masa Penyimpanan

View through CrossRef
Benih berkualitas sangat diperlukan dalam perbanyakan tanaman kakao. Adanya infeksi Phytophthora spp. menjadikan kualitas benih kakao menurun yang berdampak pada kemampuan tumbuh tanaman. Cendawan T. asperellum TKD dapat menghambat pertumbuhan patogen. Tujuan penelitian ini yaitu menguji kemampuan T. asperellum TKD dalam menghambat Phytophthora spp. secara in vitro dan in vivo, menentukan konsentrasi spora T. asperellum TKD yang optimum dan uji viabilitas benih. Perlakuan in vitro dilakukan dengan kultur ganda, dan perlakuan in vivo dilakukan pada benih kakao. Parameter yang diamati meliputi persentase daya hambat dengan kultur ganda, daya kecambah, indeks kecepatan perkecambahan dan penurunan populasi Phytophtora spp. Hasil penelitian menunjukan T. asperellum TKD menghambat Phytophthora spp. secara in vitro dan in vivo (P≤0,05). Rerata daya hambat in vitro adalah 58,74±4,58%. Konsentrasi spora T. asperellum TKD hingga 104 efektif menurunkan populasi Phytophthora spp secara in vivo. Konsentrasi spora T. asperellum TKD yang dapat menghambat pertumbuhan Phytophthora spp.  yang optimum adalah konsentrasi T1,70x106. Mekanisme penghambat T. asperellum TKD adalah kompetisi dimana terjadi interaksi dengan mekanisme mikoparasit dan antibiosis. Pemberian T. asperellum TKD menyebabkan benih memiliki daya perkecambahan lebih dari 80% dengan diikuti indeks kecepatan kecambah yang tinggi. Pemberian T. asperellum TKD mampu menghambat pertumbuhan Phytophthora spp. secara in vitro dan in vivo dan benih kakao dapat berkecambah optimal hingga hari ke-7 penyimpanan setelah pemberian T. asperellum TKD. 
Title: Potensi Trichoderma asperellum TKD dalam Menghambat Phytophthora spp. pada Benih Kakao Selama Masa Penyimpanan
Description:
Benih berkualitas sangat diperlukan dalam perbanyakan tanaman kakao.
Adanya infeksi Phytophthora spp.
menjadikan kualitas benih kakao menurun yang berdampak pada kemampuan tumbuh tanaman.
Cendawan T.
asperellum TKD dapat menghambat pertumbuhan patogen.
Tujuan penelitian ini yaitu menguji kemampuan T.
asperellum TKD dalam menghambat Phytophthora spp.
secara in vitro dan in vivo, menentukan konsentrasi spora T.
asperellum TKD yang optimum dan uji viabilitas benih.
Perlakuan in vitro dilakukan dengan kultur ganda, dan perlakuan in vivo dilakukan pada benih kakao.
Parameter yang diamati meliputi persentase daya hambat dengan kultur ganda, daya kecambah, indeks kecepatan perkecambahan dan penurunan populasi Phytophtora spp.
Hasil penelitian menunjukan T.
asperellum TKD menghambat Phytophthora spp.
secara in vitro dan in vivo (P≤0,05).
Rerata daya hambat in vitro adalah 58,74±4,58%.
Konsentrasi spora T.
asperellum TKD hingga 104 efektif menurunkan populasi Phytophthora spp secara in vivo.
Konsentrasi spora T.
asperellum TKD yang dapat menghambat pertumbuhan Phytophthora spp.
  yang optimum adalah konsentrasi T1,70x106.
Mekanisme penghambat T.
asperellum TKD adalah kompetisi dimana terjadi interaksi dengan mekanisme mikoparasit dan antibiosis.
Pemberian T.
asperellum TKD menyebabkan benih memiliki daya perkecambahan lebih dari 80% dengan diikuti indeks kecepatan kecambah yang tinggi.
Pemberian T.
asperellum TKD mampu menghambat pertumbuhan Phytophthora spp.
secara in vitro dan in vivo dan benih kakao dapat berkecambah optimal hingga hari ke-7 penyimpanan setelah pemberian T.
asperellum TKD.
 .

Related Results

REDESAIN KEBIJAKAN PENGEMBANGAN INDUSTRI BENIH TANAMAN PANGAN DAN SAYURAN BERBASIS PERMINTAAN PASAR
REDESAIN KEBIJAKAN PENGEMBANGAN INDUSTRI BENIH TANAMAN PANGAN DAN SAYURAN BERBASIS PERMINTAAN PASAR
Pembebasan kembali investasi asing melalui UU No. 11/2021 (UU No. 2/2022, UU No. 6/2023) tentang Cipta Kerja mendorong industri benih tanaman pangan dan sayuran lebih kompetitif. S...
DAYA SAING EKSPOR KAKAO OLAHAN INDONESIA
DAYA SAING EKSPOR KAKAO OLAHAN INDONESIA
Indonesia merupakan penghasil kakao terbesar ketiga di dunia. Sebagian besar kakao diekspor keluar negeri. Maka pemerintah menerapkan peraturan yang membatasi ekspor kakao. Menurun...
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
Biji kakao kering ditingkat petani sebagian besar dihasilkan tanpa fermentasiyang mempunyai beberapa kelemahan diantaranya tidak menghasilkan prekursorflavour khas kakao. Upaya unt...
PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK KAKAO DI DESA SUNGAI LANGKA KABUPATEN PESAWARAN
PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK KAKAO DI DESA SUNGAI LANGKA KABUPATEN PESAWARAN
Agribisnis kakao di Kabupaten Pesawaran masih menghadapi berbagai masalah kompleks antara lain rendahnya produktivitas kakao, mutu produk masih rendah, dan belum adanya nilai tamba...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Pengendalian penyakit busuk buah kakao menggunakan Trichoderma dan pupuk Kalium
Pengendalian penyakit busuk buah kakao menggunakan Trichoderma dan pupuk Kalium
AbstrakKerugian akibat serangan penyakit busuk buah kakao (BBK) mencapai 40-100%, produktivitas hanya 669,9 kg/ha/tahun. Upaya pengendalian dapat dilakukan melalui penggunaan cenda...
Analisis Pengaruh Produksi, Harga Dan Nilai Tukar Terhadap Ekspor Biji Kakao Indonesia Ke Belanda
Analisis Pengaruh Produksi, Harga Dan Nilai Tukar Terhadap Ekspor Biji Kakao Indonesia Ke Belanda
Indonesia adalah salah satu produsen biji kakao terbesar di dunia. Kakao menjadi salah satu komoditi unggulan Indonesia yang di ekspor ke pasar internasional. Belanda menjadi salah...

Back to Top