Javascript must be enabled to continue!
KORELASI ANTARA TEMPERATUR PEMADATAN PADA CAMPURAN ASPAL BETON HASIL DAUR ULANG TERHADAP STABILITAS MARSHALL
View through CrossRef
KORELASI ANTARA TEMPERATUR PEMADATAN PADA CAMPURAN ASPAL BETON HASIL DAUR ULANG TERHADAP STABILITAS MARSHALLCorrelation Between Compaction Temperature In Mixed Asphalt Concrete Recycling of Stability of MarshallAlik Ansyori AlamsyahJurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik – Universitas Muhammadiyah MalangAlamat korespondensi : Jalan Raya Tlogomas 246 Malang 65144Email : alik.syah@yahoo.comAbstractRoad improvement by adding an additional layer that will result in continuous thicker pavement layer thickness and material required dwindling. Besides, with the amount of dredging mix pavement roads that are not used in some places add to the waste pile. With treatment using pavement recycling technologies (recycling) is an alternative to overcome this problem because it has several advantages such as pavement can restore and maintain strength and overcome the geometric dependence of new materials. The addition of new material and additional material or material scratch mark on the old pavement is an alternative to increase the carrying capacity of the material scratchmark. The study was conducted at the Laboratory of University of Muhammadiyah Malang Highway. The quality of asphalt concrete mixtures with the addition of recycled asphalt can only be known through the Marshall test results (stability, melting plastic, the results for the marshal, and the cavity in the mix). Used asphalt is asphalt with a penetration of 80/100 is a variation of temperature to be used is 130°C, 12°C, 110°C, 100°C, 90°C and 80°C. From the results of the research can be seen that the decrease in the solidification temperature will decrease stability, Marshall Quotient for the entire binder content. For Flow values at a temperature of 130 ° C compaction - 80 ° C showed an increase.Keywords : Temperature Compaction, Asphalt Concrete Recycling resultsAbstrakPeningkatan jalan dengan cara penambahan lapis tambahan yang terus menerus akan mengakibatkan tebal lapis perkerasan semakin tebal dan bahan yang diperlukan semakin menipis. Disamping itu dengan banyaknya campuran perkerasan dari hasil pengerukan jalan yang sudah tidak terpakai menambah tumpukan limbah dibeberapa tempat. Dengan penanganan yang menggunakan teknologi daur ulang perkerasan (recycling) merupakan suatu alternatif untuk mengatasi masalah ini karena memiliki beberapa keuntungan seperti dapat mengembalikan kekuatan perkerasan dan mempertahankan geometrik jalan serta mengatasi ketergantungan akan material baru. Penambahan bahan baru dan atau bahan tambahan pada material bekas garukan perkerasan lama merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan daya dukung dari material bekas garukan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Jalan Raya Universitas Muhammadiyah Malang. Kualitas campuran aspal beton hasil daur ulang dengan penambahan aspal baru dapat diketahui melalui hasil uji Marshall (stabilitas, kelelehan plastis, hasil bagi marshall, serta rongga dalam campuran). Aspal yang digunakan adalah aspal dengan penetrasi 80/100 sedang variasi temperatur yang akan digunakan adalah 130 °C, 120 °C, 110 °C, 100 °C, 90 °C dan 80 °C . Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa penurunan temperatur pemadatan akan berakibat turunnya stabilitas, Marshal Quotient untuk seluruh kadar aspal. Untuk nilai Flow pada temperatur pemadatan 130 °C – 80 °C menunjukkan peningkatan.Kata Kunci : Temperatur Pemadatan, Aspal Beton Hasil Daur Ulang.
Title: KORELASI ANTARA TEMPERATUR PEMADATAN PADA CAMPURAN ASPAL BETON HASIL DAUR ULANG TERHADAP STABILITAS MARSHALL
Description:
KORELASI ANTARA TEMPERATUR PEMADATAN PADA CAMPURAN ASPAL BETON HASIL DAUR ULANG TERHADAP STABILITAS MARSHALLCorrelation Between Compaction Temperature In Mixed Asphalt Concrete Recycling of Stability of MarshallAlik Ansyori AlamsyahJurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik – Universitas Muhammadiyah MalangAlamat korespondensi : Jalan Raya Tlogomas 246 Malang 65144Email : alik.
syah@yahoo.
comAbstractRoad improvement by adding an additional layer that will result in continuous thicker pavement layer thickness and material required dwindling.
Besides, with the amount of dredging mix pavement roads that are not used in some places add to the waste pile.
With treatment using pavement recycling technologies (recycling) is an alternative to overcome this problem because it has several advantages such as pavement can restore and maintain strength and overcome the geometric dependence of new materials.
The addition of new material and additional material or material scratch mark on the old pavement is an alternative to increase the carrying capacity of the material scratchmark.
The study was conducted at the Laboratory of University of Muhammadiyah Malang Highway.
The quality of asphalt concrete mixtures with the addition of recycled asphalt can only be known through the Marshall test results (stability, melting plastic, the results for the marshal, and the cavity in the mix).
Used asphalt is asphalt with a penetration of 80/100 is a variation of temperature to be used is 130°C, 12°C, 110°C, 100°C, 90°C and 80°C.
From the results of the research can be seen that the decrease in the solidification temperature will decrease stability, Marshall Quotient for the entire binder content.
For Flow values at a temperature of 130 ° C compaction - 80 ° C showed an increase.
Keywords : Temperature Compaction, Asphalt Concrete Recycling resultsAbstrakPeningkatan jalan dengan cara penambahan lapis tambahan yang terus menerus akan mengakibatkan tebal lapis perkerasan semakin tebal dan bahan yang diperlukan semakin menipis.
Disamping itu dengan banyaknya campuran perkerasan dari hasil pengerukan jalan yang sudah tidak terpakai menambah tumpukan limbah dibeberapa tempat.
Dengan penanganan yang menggunakan teknologi daur ulang perkerasan (recycling) merupakan suatu alternatif untuk mengatasi masalah ini karena memiliki beberapa keuntungan seperti dapat mengembalikan kekuatan perkerasan dan mempertahankan geometrik jalan serta mengatasi ketergantungan akan material baru.
Penambahan bahan baru dan atau bahan tambahan pada material bekas garukan perkerasan lama merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan daya dukung dari material bekas garukan.
Penelitian dilakukan di Laboratorium Jalan Raya Universitas Muhammadiyah Malang.
Kualitas campuran aspal beton hasil daur ulang dengan penambahan aspal baru dapat diketahui melalui hasil uji Marshall (stabilitas, kelelehan plastis, hasil bagi marshall, serta rongga dalam campuran).
Aspal yang digunakan adalah aspal dengan penetrasi 80/100 sedang variasi temperatur yang akan digunakan adalah 130 °C, 120 °C, 110 °C, 100 °C, 90 °C dan 80 °C .
Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa penurunan temperatur pemadatan akan berakibat turunnya stabilitas, Marshal Quotient untuk seluruh kadar aspal.
Untuk nilai Flow pada temperatur pemadatan 130 °C – 80 °C menunjukkan peningkatan.
Kata Kunci : Temperatur Pemadatan, Aspal Beton Hasil Daur Ulang.
Related Results
KOMPARASI ANTARA SIFAT ASPAL KARET DENGAN ASPAL MURNI PADA LAPIS PERKERASAN AC-WC MENGGUNAKAN AGREGAT KALIMANTAN SELATAN
KOMPARASI ANTARA SIFAT ASPAL KARET DENGAN ASPAL MURNI PADA LAPIS PERKERASAN AC-WC MENGGUNAKAN AGREGAT KALIMANTAN SELATAN
Untuk mendapatkan mutu lapisan yang lebih baik perlu dilakukannya modifikasi campuran aspal.
Dalam modifikasi campuran aspal, polimer yang biasanya digunakan dan paling sesua...
Penentuan Karakteristik Aspal Porus Menggunakan Agregat Kasar Batu Pecah Parengan Tuban Dengan Metode Uji Marshall
Penentuan Karakteristik Aspal Porus Menggunakan Agregat Kasar Batu Pecah Parengan Tuban Dengan Metode Uji Marshall
Aspal porus merupakan teknologi perkerasan jalan dengan beberapa kelebihan seperti mengurangi aquaplaning dan meredam kebisingan. Aspal porus saat ini sedang terus dikembangkan ole...
ANALISIS KUAT TARIK BELAH BETON PADA STANDAR KUAT TEKAN K.250 DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR
ANALISIS KUAT TARIK BELAH BETON PADA STANDAR KUAT TEKAN K.250 DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR
Beton merupakan bahan konstruksi yang sangat penting dan paling dominan digunakan pada struktur bangunan. Beton sangat diminati karena bahan ini merupakan bahan konstruksi yang mem...
PENGARUH BAHAN PENGISI BATU KARANG TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN BETON ASPAL LAPIS AUS ASBUTON
PENGARUH BAHAN PENGISI BATU KARANG TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN BETON ASPAL LAPIS AUS ASBUTON
Abstract
Mountain coral found in Taeno Village, Ambon, is available in abundance and has the potential to be used as a filler for asphalt concrete mixtures. This research aims ...
Kajian Pengaruh Gradasi LGA 50/30 dan LGA 5/20 pada Campuran Laston AC-WC terhadap Deformasi Permanen
Kajian Pengaruh Gradasi LGA 50/30 dan LGA 5/20 pada Campuran Laston AC-WC terhadap Deformasi Permanen
Asbuton sebagai sumber kekayaan alam di Indonesia yang jumlahnya sangat besar,dengan deposit diperkirakan lebih dari 650 juta ton sampai saat ini belum termanfaatkan secara optimal...
Pengaruh Nilai Sand Equivalent Dan Durasi Perendaman Terhadap Durabilitas Campuran Aspal Beton
Pengaruh Nilai Sand Equivalent Dan Durasi Perendaman Terhadap Durabilitas Campuran Aspal Beton
Aspal Beton adalah jenis perkerasan jalan dari campuran agregat, dengan bahan pengikat aspal. Sumber agregat tidak pernah luput dari bahan yang merugikan, seperti butiran lunak ata...
Analisis Pemanfaatan Abu Ampas Sagu Terhadap Nilai Karakteristik dan Deformasi Pada Campuran Beton Aspal
Analisis Pemanfaatan Abu Ampas Sagu Terhadap Nilai Karakteristik dan Deformasi Pada Campuran Beton Aspal
Di Indonesia potensi tumbuhan sagu tumbuh di beberapa daerah seperti Papua, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Jambi, dan R...

