Javascript must be enabled to continue!
PENGUKURAN KUALITAS BERKAS CITRA RADIOGRAFI NEUTRON PASCA PENAMBAHAN SISTEM TOMOGRAFIDIFASILITAS RN1 BATAN-SERPONG
View through CrossRef
PENGUKURAN KUALITAS BERKAS CITRA RADIOGRAFI NEUTRON PASCA PENAMBAHAN SISTEM TOMOGRAFI DI RN1 BATAN SERPONG. Pengukuran kuatitas berkas citra radiografi neutron pasca penambahan sistem tomografi di RN1 BATAN Serpong, telah dilakukan. Pengukuran bertujuan untuk menentukan kualitas berkas neutron berdasarkan standar ASTM E-545-05. Pengukuran dilakukan dengan metode langsung (film radiografi) menggunakan cuplikan standar Sensitivity Indicator (SI) dan Beam Purity Indicator (BPI), serta film AGFA D3. Kualitas berkas neutron yang keluar dari tabung berkas ditentukan oleh karakteristik kolimator yang digunakan. Pada saat film radiografi neutron dioperasikan bersamaan dengan sistem tomografi, kualitas berkas yang didapat secara kuantitatif dari hasil pengukuran densitas citra dari cuplikan BPI menggunakan densitometer, mendapat jumlah neutron termal: 40,20 %; neutron terhambur: 0,70 %; gamma: 1,50 %; produksi pasangan: 3,30 %; jumlah garis dan yang terlihat masing-masing: 6 dan 4. Sedangkan apabila film radiografi neutron saja yang dioperasikan, mendapatkan jumlah neutron termal: 62,20 %; neutron terhambur: 0,50 %; gamma: 1,80 %; produksi pasangan: 2,30 %; jumlah garis dan yang terlihat masing-masing: 7 dan 4. Kualitas citra radiografi neutron pada saat film radiografi dioperasikan bersamaan dengan sistem tomografi, tidak baik (buram). Kualitas citra radiografi neutron apabila film radiografi neutron saja yang dioperasikan menjadi lebih baik (terang dan kontras), berdasarkan standar ASTM E-545-05 diklasifikasikan ke dalam kategori II. Dapat disimputkan bahwa untuk mendapatkan kualitas citra radiografi neutron yang lebih baik, maka film radiografi tidak dioperasikan bersamaan dengan sistem tomografi.
National Atomic Energy Agency of Indonesia (BATAN)
Title: PENGUKURAN KUALITAS BERKAS CITRA RADIOGRAFI NEUTRON PASCA PENAMBAHAN SISTEM TOMOGRAFIDIFASILITAS RN1 BATAN-SERPONG
Description:
PENGUKURAN KUALITAS BERKAS CITRA RADIOGRAFI NEUTRON PASCA PENAMBAHAN SISTEM TOMOGRAFI DI RN1 BATAN SERPONG.
Pengukuran kuatitas berkas citra radiografi neutron pasca penambahan sistem tomografi di RN1 BATAN Serpong, telah dilakukan.
Pengukuran bertujuan untuk menentukan kualitas berkas neutron berdasarkan standar ASTM E-545-05.
Pengukuran dilakukan dengan metode langsung (film radiografi) menggunakan cuplikan standar Sensitivity Indicator (SI) dan Beam Purity Indicator (BPI), serta film AGFA D3.
Kualitas berkas neutron yang keluar dari tabung berkas ditentukan oleh karakteristik kolimator yang digunakan.
Pada saat film radiografi neutron dioperasikan bersamaan dengan sistem tomografi, kualitas berkas yang didapat secara kuantitatif dari hasil pengukuran densitas citra dari cuplikan BPI menggunakan densitometer, mendapat jumlah neutron termal: 40,20 %; neutron terhambur: 0,70 %; gamma: 1,50 %; produksi pasangan: 3,30 %; jumlah garis dan yang terlihat masing-masing: 6 dan 4.
Sedangkan apabila film radiografi neutron saja yang dioperasikan, mendapatkan jumlah neutron termal: 62,20 %; neutron terhambur: 0,50 %; gamma: 1,80 %; produksi pasangan: 2,30 %; jumlah garis dan yang terlihat masing-masing: 7 dan 4.
Kualitas citra radiografi neutron pada saat film radiografi dioperasikan bersamaan dengan sistem tomografi, tidak baik (buram).
Kualitas citra radiografi neutron apabila film radiografi neutron saja yang dioperasikan menjadi lebih baik (terang dan kontras), berdasarkan standar ASTM E-545-05 diklasifikasikan ke dalam kategori II.
Dapat disimputkan bahwa untuk mendapatkan kualitas citra radiografi neutron yang lebih baik, maka film radiografi tidak dioperasikan bersamaan dengan sistem tomografi.
Related Results
RADIOGRAFI SINAR-X INTERMITEN DAN KONSTAN PADA LAS
RADIOGRAFI SINAR-X INTERMITEN DAN KONSTAN PADA LAS
RADIOGRAFIĀ SINAR-X INTERMITEN DAN KONSTAN PADA LAS. Pengaplikasian radio-grafiĀ sinar-X sudah berkembang dan sudah banyak dimanfaatkan pada bahan metal las. Radiografi ini menggun...
Comparative study of the effect of neutrons emitted from neutron source
241
Am-Be and curcumin on MCF-7 breast cancer cells in 3D culture medium
Comparative study of the effect of neutrons emitted from neutron source
241
Am-Be and curcumin on MCF-7 breast cancer cells in 3D culture medium
Abstract
Introduction
Cancer is one of the major medical problems threatening human health. Breast cancer ...
A Method for Determining the Porosity of Pulsed Neutron by Combining Gamma Energy and Time Spectrum
A Method for Determining the Porosity of Pulsed Neutron by Combining Gamma Energy and Time Spectrum
Pulsed-neutron gamma energy spectroscopy and neutron lifetime measurement systems enable the evaluation of the elemental content, saturation. And recent studies have demonstrated t...
RANCANG BANGUN RAK PENYIMPANAN DETEKTOR NEUTRON PASCA TERAKTIVASI DI PUSAT REAKTOR SERBA GUNA (PRSG)
RANCANG BANGUN RAK PENYIMPANAN DETEKTOR NEUTRON PASCA TERAKTIVASI DI PUSAT REAKTOR SERBA GUNA (PRSG)
Reaktor RSG GAS memiliki empat sistem pengukuran fluks neutron yaitu: pengukuran fluks neutron daerah start-up, pengukuran fluks neutron daerah intermediate, pengukuran fluks neutr...
Identifikasi Objek pada Citra Thorax X-Ray Pasien COVID-19 dengan Metode Contrast Limited Adaptive Histogram Equalization (CLAHE)
Identifikasi Objek pada Citra Thorax X-Ray Pasien COVID-19 dengan Metode Contrast Limited Adaptive Histogram Equalization (CLAHE)
Radiografi thorax X-Ray menghasilkan citra digital radiografi diarea dada seperti paru-paru, jantung, dan tulang rusuk. Citra ini dapat memvisualisasikan kondisi paru-paru pasien C...
Study of coded source neutron imaging based on a compact accelerator
Study of coded source neutron imaging based on a compact accelerator
Compact accelerator based neutron source has lower cost and better flexibility than nuclear reactor. Neutron imaging using such a neutron source has attracted more and more attenti...
Analisis Unsur Manajemen Penyebab Terjadinya Misfile Berkas Rekam Medis Rawat Jalan Di Puskesmas Nguter
Analisis Unsur Manajemen Penyebab Terjadinya Misfile Berkas Rekam Medis Rawat Jalan Di Puskesmas Nguter
Misfile merupakan berkas rekam medis yang hilang dan salah letak pada rak penyimpanan berkas rekam medis di ruang filing. Berkas rekam medis dikatakan salah letak atau hilang (misf...
Determination of Coal Ash Content by Neutron-Neutron Logging
Determination of Coal Ash Content by Neutron-Neutron Logging
Abstract
The research is aimed at assessing the possibility of studying the ash content of coal seams using neutron-neutron logging in coal exploration wells drilled...

