Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Batas Akhir Waktu Salat dan Waktu Terlarang: Integrasi Fikih dan Sains

View through CrossRef
Tulisan ini bertujuan mencari titik temu dari kedua hadis masyhur Imāmah Jibrīl dan ʻAbdullāh bin ʻAmr yang secara lahiriah saling berbeda, serta menjelaskan lebih lanjut tentang waktu-waktu terlarang. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan dengan pendekatan post-positivistik/naturalistik. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua hadis dapat diselaraskan dengan membagi waktunya dalam beberapa jenis, sehingga setiap salat berakhir saat memasuki waktu salat lainnya, kecuali waktu Subuh. Secara astronomi, variasi panjang bayangan saat akhir waktu Zuhur dipengaruhi oleh nilai |ϕ-δ☼|, sementara tinggi matahari saat akhir waktu Asar dan Subuh atau akhir waktu Magrib dan Isya relatif serupa. Adapun waktu-waktu terlarang dibagi menjadi: 1) waktu setelah salat Subuh sampai matahari naik setidaknya 3°30’, 2) waktu tengah hari lokal (12–EoT–Interpolasi) sampai tergelincirnya matahari, dan 3) waktu setelah salat Asar hingga terbenamnya matahari.
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Title: Batas Akhir Waktu Salat dan Waktu Terlarang: Integrasi Fikih dan Sains
Description:
Tulisan ini bertujuan mencari titik temu dari kedua hadis masyhur Imāmah Jibrīl dan ʻAbdullāh bin ʻAmr yang secara lahiriah saling berbeda, serta menjelaskan lebih lanjut tentang waktu-waktu terlarang.
Penelitian ini merupakan studi kepustakaan dengan pendekatan post-positivistik/naturalistik.
Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik analisis isi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua hadis dapat diselaraskan dengan membagi waktunya dalam beberapa jenis, sehingga setiap salat berakhir saat memasuki waktu salat lainnya, kecuali waktu Subuh.
Secara astronomi, variasi panjang bayangan saat akhir waktu Zuhur dipengaruhi oleh nilai |ϕ-δ☼|, sementara tinggi matahari saat akhir waktu Asar dan Subuh atau akhir waktu Magrib dan Isya relatif serupa.
Adapun waktu-waktu terlarang dibagi menjadi: 1) waktu setelah salat Subuh sampai matahari naik setidaknya 3°30’, 2) waktu tengah hari lokal (12–EoT–Interpolasi) sampai tergelincirnya matahari, dan 3) waktu setelah salat Asar hingga terbenamnya matahari.

Related Results

Analisis Ilmu Falak Tentang Pelarangan Waktu Salat
Analisis Ilmu Falak Tentang Pelarangan Waktu Salat
Abstrak Salat merupakan salah satu syarat sahnya salat, karena tidak semua akhir waktu salat adalah awal waktu salat berikutnya. Sebab ada waktu dimana kita dilarang untuk melaksa...
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebaga...
Awal Waktu Salat Magrib Berdasarkan Ketinggian Daerah di Kabupaten Jeneponto (Studi Perbandingan Dengan Jadwal Waktu Salat Sepanjang Masa)
Awal Waktu Salat Magrib Berdasarkan Ketinggian Daerah di Kabupaten Jeneponto (Studi Perbandingan Dengan Jadwal Waktu Salat Sepanjang Masa)
Penentuan waktu salat didasarkan pada fenomena matahari yang tampak oleh pancaindra. Adapun secara astronomi, waktu magrib diawali ketika terbenamnya matahari. Terbenamnya matahari...
Analisis Jadwal Waktu Salat di Dataran Tinggi Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah
Analisis Jadwal Waktu Salat di Dataran Tinggi Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah
Penelitian ini berjudul Analisis Jadwal Waktu Salat Di Dataran Tinggi Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah dan memiliki 2 rumusan masalah yaitu; bagaimana sistem perhitungan jad...
Penentuan Awal Waktu Salat (Awal Waktu Salat Asar, Magrib, dan Isya Berdasarkan Hadis Nabi)
Penentuan Awal Waktu Salat (Awal Waktu Salat Asar, Magrib, dan Isya Berdasarkan Hadis Nabi)
This study departs from the issue of differences of opinion in determining the beginning of the time of the traditional prayer, sunset and evening among Muslim scholars. Some schol...
Pengaruh Lama Waktu Fermentasi Akhir (Final Proofing) Terhadap Kualitas Japanese Milk Bread
Pengaruh Lama Waktu Fermentasi Akhir (Final Proofing) Terhadap Kualitas Japanese Milk Bread
Abstract This study aims to study the effect of the length of the time of final fermentation (final proofing) in making Japanese Milk Bread. This research was conducted at th...
PembuatanPeta Kerja Dalam Rangka Identifikasi Panjang Segmen Batas Kelurahan
PembuatanPeta Kerja Dalam Rangka Identifikasi Panjang Segmen Batas Kelurahan
Segmen batas adalah segmen berupa garis batas, biasanya antara dua blok tanah berdekatan. Garis segmen ini penting dalam menentukan batas properti dan menentukan kepemilikan tanah....
PERAN ORANG TUA DALAM MENUMBUHKAN KESADARAN ATAS KEWAJIBAN SALAT LIMA WAKTU PADA ANAK USIA 7-10 TAHUN
PERAN ORANG TUA DALAM MENUMBUHKAN KESADARAN ATAS KEWAJIBAN SALAT LIMA WAKTU PADA ANAK USIA 7-10 TAHUN
Kedudukan salat lima waktu dalam Islam adalah bagaikan sebuah tiang utama yang menyangga suatau kubah. Islam sebagai kubah dan salat sebagai tiang utamanya. Maka akan kokohlah agam...

Back to Top