Javascript must be enabled to continue!
Evaluasi Kenyamanan Audial pada Kawasan Perumahan di Kota Bogor
View through CrossRef
Pembangunan kawasan permukiman dan perumahan di Kota Bogor semakin meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan ditandai oleh pengembangan beberapa jalan. Salah satu permasalahan pada perumahan adalah kebisingan. Kebisingan di area perumahan membawa berbagai gangguan kenyamanan bagi penghuninya, khususnya kenyamanan audial. Tujuan dari penelitian ini adalah mengukur dan menganalisis distribusi bising kawasan perumahan, menganalisis persepsi penduduk perumahan terhadap bising, serta menemukan penghalang yang efektif untuk mereduksi kebisingan di kawasan perumahan tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kebisingan di Perumahan IPB 1 Baranangsiang rata-rata, selama hari kerja dan hari libur, sebesar 87.2 dB. Berdasarkan analisis persamaan regresi, distribusi bising pada berbagai jarak dari jalan, di Perumahan IPB 1 Baranangsiang memiliki R square atau koefisien determinasi sebesar 0.763. Hal ini menunjukkan bahwa variabel jarak mempengaruhi kebisingan sebesar 76% dan 24% merupakan variabel lain. Persamaan linear yang didapatkan adalah Y = 69.63 – 0.35X, menunjukkan bahwa apabila variabel jarak mengalami penambahan 1 m maka akan menurunkan variabel kebisingan sebesar 0.35 dB. Dari hasil analisis regresi, jarak mempengaruhi nilai kebisingan, semakin dekat dengan sumber kebisingan maka nilai kebisingannya akan semakin besar begitu juga sebaliknya. Hasil analisis lainnya adalah gangguan yang sering dirasakan oleh penduduk Perumahan IPB 1 Baranangsiang, seperti mengganggu konsentrasi, tidak nyaman, dan gangguan saat tidur. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat bising dengan gangguan kebisingan berupa sakit kepala, tidak nyaman, gangguan saat tidur, dan harus berbicara keras. Penduduk perumahan tersebut merasa terganggu dengan adanya suara bising dari kendaraan yang melintas saat berada di halaman rumah dengan perolehan suara 60%. Penyusunan penghalang (barrier) yang efektif dalam meredam kebisingan adalah susunan pohon berkelompok dan susunan beberapa baris semak berbentuk jalur. Susunan pohon berkelompok efektif mereduksi kebisingan di frekuensi tinggi, 5000 Hz - 8000 Hz, dengan nilai pengurangan suara tertinggi sebesar 13.42 dB atau sekitar 12.21%. Susunan semak berbentuk jalur efektif mereduksi kebisingan pada frekuensi 315 Hz - 8000 Hz, dengan nilai pengurangan suara tertinggi sebesar 19.10 dB atau sekitar 11.27%. Susunan pohon berkelompok lebih efektif dalam meredam bising apabila posisi sumber suara lebih tinggi daripada posisi penempatan barrier, namun apabila posisi sumber suara berada pada ketinggian yang sama dengan posisi penempatan barrier maka susunan semak berbentuk jalur lebih efektif mereduksi bising. Pola penyusunan barrier tanaman yang tepat di lingkungan perumahan akan memberikan kenyamanan secara audial bagi penduduk perumahan.
Title: Evaluasi Kenyamanan Audial pada Kawasan Perumahan di Kota Bogor
Description:
Pembangunan kawasan permukiman dan perumahan di Kota Bogor semakin meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan ditandai oleh pengembangan beberapa jalan.
Salah satu permasalahan pada perumahan adalah kebisingan.
Kebisingan di area perumahan membawa berbagai gangguan kenyamanan bagi penghuninya, khususnya kenyamanan audial.
Tujuan dari penelitian ini adalah mengukur dan menganalisis distribusi bising kawasan perumahan, menganalisis persepsi penduduk perumahan terhadap bising, serta menemukan penghalang yang efektif untuk mereduksi kebisingan di kawasan perumahan tersebut.
Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kebisingan di Perumahan IPB 1 Baranangsiang rata-rata, selama hari kerja dan hari libur, sebesar 87.
2 dB.
Berdasarkan analisis persamaan regresi, distribusi bising pada berbagai jarak dari jalan, di Perumahan IPB 1 Baranangsiang memiliki R square atau koefisien determinasi sebesar 0.
763.
Hal ini menunjukkan bahwa variabel jarak mempengaruhi kebisingan sebesar 76% dan 24% merupakan variabel lain.
Persamaan linear yang didapatkan adalah Y = 69.
63 – 0.
35X, menunjukkan bahwa apabila variabel jarak mengalami penambahan 1 m maka akan menurunkan variabel kebisingan sebesar 0.
35 dB.
Dari hasil analisis regresi, jarak mempengaruhi nilai kebisingan, semakin dekat dengan sumber kebisingan maka nilai kebisingannya akan semakin besar begitu juga sebaliknya.
Hasil analisis lainnya adalah gangguan yang sering dirasakan oleh penduduk Perumahan IPB 1 Baranangsiang, seperti mengganggu konsentrasi, tidak nyaman, dan gangguan saat tidur.
Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat bising dengan gangguan kebisingan berupa sakit kepala, tidak nyaman, gangguan saat tidur, dan harus berbicara keras.
Penduduk perumahan tersebut merasa terganggu dengan adanya suara bising dari kendaraan yang melintas saat berada di halaman rumah dengan perolehan suara 60%.
Penyusunan penghalang (barrier) yang efektif dalam meredam kebisingan adalah susunan pohon berkelompok dan susunan beberapa baris semak berbentuk jalur.
Susunan pohon berkelompok efektif mereduksi kebisingan di frekuensi tinggi, 5000 Hz - 8000 Hz, dengan nilai pengurangan suara tertinggi sebesar 13.
42 dB atau sekitar 12.
21%.
Susunan semak berbentuk jalur efektif mereduksi kebisingan pada frekuensi 315 Hz - 8000 Hz, dengan nilai pengurangan suara tertinggi sebesar 19.
10 dB atau sekitar 11.
27%.
Susunan pohon berkelompok lebih efektif dalam meredam bising apabila posisi sumber suara lebih tinggi daripada posisi penempatan barrier, namun apabila posisi sumber suara berada pada ketinggian yang sama dengan posisi penempatan barrier maka susunan semak berbentuk jalur lebih efektif mereduksi bising.
Pola penyusunan barrier tanaman yang tepat di lingkungan perumahan akan memberikan kenyamanan secara audial bagi penduduk perumahan.
Related Results
Analisis Potensi Pengembangan Kawasan Perumahan dan Permukiman di Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor
Analisis Potensi Pengembangan Kawasan Perumahan dan Permukiman di Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor
ABSTRAK
Pertumbuhan penduduk di perkotaan meningkatkan kebutuhan akan lahan. Kabupaten Bogor melalui RTRW 2016-2036 mengembangkan pusat-pusat kegiatan. Kecamatan Cigudeg mempunyai...
Analisa Blazer menggunakan Pola Dankaerts Ditinjau dari Faktor Kenyamanan pada Ukuran M, L dan XL
Analisa Blazer menggunakan Pola Dankaerts Ditinjau dari Faktor Kenyamanan pada Ukuran M, L dan XL
Blazer sekarang digunakan dalam acara resmi atau tidak resmi. Wanita menggunakan blazer tidak hanya dari modelnya saja tetapi juga dari kenyamanannya. Faktor kenyamanan Blazer dipe...
Transformasi Stadion Olah Raga KONI di Kawasan Perdagangan Kota Jambi
Transformasi Stadion Olah Raga KONI di Kawasan Perdagangan Kota Jambi
Kota berkembang dari suatu kawasan inti yang meluas ke sekitarnya. Kawasan awal mula ini yang kemudian menjelma menjadi pusat kota. Pada awalnya banyak kota direncanakan dalam skal...
Pemetaan Kawasan Kumuh Menggunakan Metode AHP dan GIS di Kota Tanjungbalai
Pemetaan Kawasan Kumuh Menggunakan Metode AHP dan GIS di Kota Tanjungbalai
Kawasan kumuh yang terjadi di Kota Tanjungbalai dikarenakan salah satunya kurangnya kesadaran masyarakat di Kota Tanjungbalai sehingga sampai saat ini masih banyak lingkungan yang ...
EVALUASI PASCA HUNI KEBERLANJUTAN PERUMAHAN MURAH TERHADAP PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS)
EVALUASI PASCA HUNI KEBERLANJUTAN PERUMAHAN MURAH TERHADAP PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS)
Pada tahun 2019, Indonesia memiliki housing backlog sebesar 7,6 juta rumah yang perlu diakomodir dengan pemenuhan perumahan baru. Oleh karena itu ada kebijakan melalui program “sat...
PERKEMBANGAN KOTA-KOTA KECIL DI KABUPATEN BANYUMAS DAN POTENSI PENGUATAN PERANNYA DALAM KETERKAITAN DESA KOTA
PERKEMBANGAN KOTA-KOTA KECIL DI KABUPATEN BANYUMAS DAN POTENSI PENGUATAN PERANNYA DALAM KETERKAITAN DESA KOTA
Kabupaten Banyumas merupakan salah satu kabupaten yang mengalami urbanisasi wilayah yang ditandai oleh perkembangan kawasan perkotaan yang massif di wilayahnya. Pada tahun 2019 kab...
OTOMATISASI SISTEM PORTAL DI JALAN DEMPO BARAT PERUMAHAN MOJOSONGO, JEBRES, SURAKARTA
OTOMATISASI SISTEM PORTAL DI JALAN DEMPO BARAT PERUMAHAN MOJOSONGO, JEBRES, SURAKARTA
Sistem pengaman perumahan menjadi sebuah kebutuhan penghuni suatu kawasan perumahan untuk terpenuhinya rasa keamanan dan kenyamanan pada seluruh penghuni di kawasan perumahan. Akse...
ADAPTASI PERUMAHAN PASCA BENCANA LONGSOR (Studi Kasus: Perumahan UNDIP Dewi Sartika, Semarang)
ADAPTASI PERUMAHAN PASCA BENCANA LONGSOR (Studi Kasus: Perumahan UNDIP Dewi Sartika, Semarang)
Abstract: This paper is motivated by the urgency of adaptations against natural disaster are part of human effort to keep their existence. The rapid development of urban areas in l...

