Javascript must be enabled to continue!
MAKNA TRADISI LARUNG ARI-ARI PADA MASYARAKAT JAWA : SEBUAH ANALISIS FENOMENOLOGIS ALFRED SCHUTZ
View through CrossRef
Penelitian ini dilatarbelakangi tentang salah satu aktifitas sosial budaya dalam mayoritas masyarakat yang memperlakukan ari-ari bayi dengan cara dikubur. Akan tetapi, Ada sekelompok masyarakat yang memperlakukan ari-ari bayi dengan cara di larungkan ke sungai. Keaneka ragaman budaya yang dimiliki masyarakat Indonesia dimulai dari kelahiran dan kematian sebagai penutup. Larung dan medhem ari-ari merupakan bagian dari budaya kelahiran sang jabang bayi. Hal ini dilakukan sebagai rasa percaya untuk tidak memisahkan roh dan sosok jabang bayi tersebut. Prosesi ini dipercaya memberikan keselamatan dan kentetraman akan hidup sang jabvang bayi. Adapun proses yang dimulai dengan mencuci ariari tersebut hingga bersih lalu dibungkus kain putih dan diletakkan di dalam kendi. Apabila prosesi berupa larung, maka ari-ari dalam kendi akan dihanyutkan di sungai. Namun jika prosesi berupa mendhem, maka akan dipilih tempat baik di sekitar perkarangan rumah untuk menguburkan kendi berisi ari-ari si jabang bayi tersebut. Budaya ini terus berlangsung turun temurun seusia dengan kepercayaan dan keputusan keluarga yang bersangkutanKata kunci : Antropologi; Budaya Jawa; Larung ari-ari atau Medhem ari-ari
Title: MAKNA TRADISI LARUNG ARI-ARI PADA MASYARAKAT JAWA : SEBUAH ANALISIS FENOMENOLOGIS ALFRED SCHUTZ
Description:
Penelitian ini dilatarbelakangi tentang salah satu aktifitas sosial budaya dalam mayoritas masyarakat yang memperlakukan ari-ari bayi dengan cara dikubur.
Akan tetapi, Ada sekelompok masyarakat yang memperlakukan ari-ari bayi dengan cara di larungkan ke sungai.
Keaneka ragaman budaya yang dimiliki masyarakat Indonesia dimulai dari kelahiran dan kematian sebagai penutup.
Larung dan medhem ari-ari merupakan bagian dari budaya kelahiran sang jabang bayi.
Hal ini dilakukan sebagai rasa percaya untuk tidak memisahkan roh dan sosok jabang bayi tersebut.
Prosesi ini dipercaya memberikan keselamatan dan kentetraman akan hidup sang jabvang bayi.
Adapun proses yang dimulai dengan mencuci ariari tersebut hingga bersih lalu dibungkus kain putih dan diletakkan di dalam kendi.
Apabila prosesi berupa larung, maka ari-ari dalam kendi akan dihanyutkan di sungai.
Namun jika prosesi berupa mendhem, maka akan dipilih tempat baik di sekitar perkarangan rumah untuk menguburkan kendi berisi ari-ari si jabang bayi tersebut.
Budaya ini terus berlangsung turun temurun seusia dengan kepercayaan dan keputusan keluarga yang bersangkutanKata kunci : Antropologi; Budaya Jawa; Larung ari-ari atau Medhem ari-ari.
Related Results
KONFLIK KEJIWAAN TOKOH NOVEL “SAMAN” DAN “LARUNG” KARYA AYU UTAMI (INTERNAL CONFLICT NOVEL CHARACTER OF “SAMAN” AND “LARUNG” BY AYU UTAMI)
KONFLIK KEJIWAAN TOKOH NOVEL “SAMAN” DAN “LARUNG” KARYA AYU UTAMI (INTERNAL CONFLICT NOVEL CHARACTER OF “SAMAN” AND “LARUNG” BY AYU UTAMI)
AbstractInternal Conflict Novel Character of “Saman” And “Larung” By Ayu Utami. This research aims to describe internal conflict novel character of “Saman” and “Larung”, conflict m...
TRADISI LARUNG ARI-ARI SEBAGAI TANDA KELAHIRAN BAYI PADA MASYARAKAT DI DUSUN DWI WIBOWO DESA NGUJANG KECAMATAN KEDUNGWARU KABUPATEN TULUNGAGUNG
TRADISI LARUNG ARI-ARI SEBAGAI TANDA KELAHIRAN BAYI PADA MASYARAKAT DI DUSUN DWI WIBOWO DESA NGUJANG KECAMATAN KEDUNGWARU KABUPATEN TULUNGAGUNG
Penelitian ini dilatarbelakangi tentang salah satu aktifitas sosial budaya dalam mayoritas masyarakat yang memperlakukan ari-ari bayi dengan cara dikubur. Akan tetapi, berbeda deng...
ANALISIS UNSUR INTRINSIK: PENDEKATAN DEKONSTRUKSI DALAM NOVEL LARUNG KARYA AYU UTAMI
ANALISIS UNSUR INTRINSIK: PENDEKATAN DEKONSTRUKSI DALAM NOVEL LARUNG KARYA AYU UTAMI
Penelitian ini berjudul “Analisis Unsur Intrinsik: Pendekatan Dekonstruksi Dalam Novel Larung Karya Ayu Utami”. Yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimanakah cara ...
OMAH KALANG OMAH TRADISI, DESA KALANG DESA TRADISI (Etnografi Tradisi Sub Etnis Jawa, Kalang)
OMAH KALANG OMAH TRADISI, DESA KALANG DESA TRADISI (Etnografi Tradisi Sub Etnis Jawa, Kalang)
Abstract: Dukuh Lumbu in the village is the village Lumansari (residential) sub ethnic Javanese which is known as the Kalang of Java, they were known as the Kalang people. Group Lo...
Makna dan Nilai Sosial Tradisi Larung Sesaji di Tasikagung, Rembang
Makna dan Nilai Sosial Tradisi Larung Sesaji di Tasikagung, Rembang
The Larung Sesaji tradition in Tasikagung, Rembang, is a cultural heritage of coastal communities, containing symbolic meaning and social values crucial to community life. The Laru...
SEJARAH KALENTUNO GHOLEO PADA MASYARAKAT MUNA DI DESA LABUNTI KECAMATAN LASALEPA KABUPATEN MUNA (1971-2022)1
SEJARAH KALENTUNO GHOLEO PADA MASYARAKAT MUNA DI DESA LABUNTI KECAMATAN LASALEPA KABUPATEN MUNA (1971-2022)1
ABSTRAK: Tujuan dalam penelitian ini adalah: 1) Untuk menguraikan latar belakang pelaksanaan tradisi kalentuno gholeo pada masyarakat di desa Labunti Kecamatan Lasalepa Kabupaten M...
Tradisi Ider-ider di Desa Boto Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban
Tradisi Ider-ider di Desa Boto Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban
Abstract
The tradition of Ider-ider is a Javanese tradition that developed in the Boto’s village. This tradition is a tradition that carried out by every individual w...
KAKANG KAWAH ADHI ARI-ARI DALAM KARYA BUSANA READY TO WEAR PRIA BATIK TULIS
KAKANG KAWAH ADHI ARI-ARI DALAM KARYA BUSANA READY TO WEAR PRIA BATIK TULIS
AbstrakArtikel yang berjudul “kakang kawah adhi ari-ari dalam karya busana ready to wear batik tulis” difokuskan pada proses cipta busana ready to wear pria dengan sumber ide konse...

