Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Perilaku Remaja Broken Home dan Penanganannya

View through CrossRef
Penelitian ini berjudul Analisis Perilaku Remaja Broken Home dan Penanganannya (Studi Kasus pada Siswa di SMA Negeri 5 Enrekang). Masalah utama penelitian ini adalah (1) Bagaimana gambaran perilaku remaja broken home, (2) faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya broken home, (3) Apa saja dampak broken home bagi remaja, (4) Bagaimana upaya penanganan dalam mengatasi masalah remaja broken home. Jenis penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumetasi. Hasil penelitian menunjukkan (1) Gambaran perilaku remaja broken home yaitu jarang masuk sekolah, suka membolos, dan temperamental. (2) Faktor yang menyebabkan terjadinya broken home yaitu kematian orang tua, perceraian orang tua, ekonomi yang sulit, tertutupnya komunikasi antar anggota keluarga dan kurangnya kasih sayang dari orang tua, saling mementingkan ego masing-masing, pola asuh otoriter, dan kekerasan dalam rumah tangga. (3) Dampak broken home bagi remaja. yaitu kurang percaya diri, mengalami kecemasan dan khawatir dengan masa depan, kurangnya presentasi kehadiran, prestasi belajar menurun, membenci orang tua, trauma, sulit mengontrol emosi, dan anti sosial. (4) Upaya penanganan remaja broken home dengan konseling rational emotive behavior therapy (REBT). Dari hasil konseling REBT, subyek mulai bisa mengontrol rasa cemas dan bisa mengendalikan rasa trauma, subyek mulai menyadari pentingnya pendidikan.
Universitas Islam As-Syafiiyah
Title: Analisis Perilaku Remaja Broken Home dan Penanganannya
Description:
Penelitian ini berjudul Analisis Perilaku Remaja Broken Home dan Penanganannya (Studi Kasus pada Siswa di SMA Negeri 5 Enrekang).
Masalah utama penelitian ini adalah (1) Bagaimana gambaran perilaku remaja broken home, (2) faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya broken home, (3) Apa saja dampak broken home bagi remaja, (4) Bagaimana upaya penanganan dalam mengatasi masalah remaja broken home.
Jenis penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus.
Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumetasi.
Hasil penelitian menunjukkan (1) Gambaran perilaku remaja broken home yaitu jarang masuk sekolah, suka membolos, dan temperamental.
(2) Faktor yang menyebabkan terjadinya broken home yaitu kematian orang tua, perceraian orang tua, ekonomi yang sulit, tertutupnya komunikasi antar anggota keluarga dan kurangnya kasih sayang dari orang tua, saling mementingkan ego masing-masing, pola asuh otoriter, dan kekerasan dalam rumah tangga.
(3) Dampak broken home bagi remaja.
yaitu kurang percaya diri, mengalami kecemasan dan khawatir dengan masa depan, kurangnya presentasi kehadiran, prestasi belajar menurun, membenci orang tua, trauma, sulit mengontrol emosi, dan anti sosial.
(4) Upaya penanganan remaja broken home dengan konseling rational emotive behavior therapy (REBT).
Dari hasil konseling REBT, subyek mulai bisa mengontrol rasa cemas dan bisa mengendalikan rasa trauma, subyek mulai menyadari pentingnya pendidikan.

Related Results

Prostor doma u hrvatskim igranim filmovima s temom domovinskog rata
Prostor doma u hrvatskim igranim filmovima s temom domovinskog rata
The dissertation explores the formation of domestic space in contemporary Croatian society through its presentations in the medium of feature films. The cinematic domestic spaces a...
EFEKTIVITAS KOMUNIKASI ANTARPRIBADI ORANG TUA DALAM MENGATASI PERILAKU MENYIMPANG PADA REMAJA DI KOTA LHOKSEUMAWE
EFEKTIVITAS KOMUNIKASI ANTARPRIBADI ORANG TUA DALAM MENGATASI PERILAKU MENYIMPANG PADA REMAJA DI KOTA LHOKSEUMAWE
Dalam fase perkembangan remaja, remaja sering mengalami berbagai tantangan, salah satu tantangan yang sering dihadapi remaja adalah munculnya perilaku menyimpang. Perilaku menyimpa...
PENYULUHAN GENRE ORANG MUDA HARAPAN BANGSA
PENYULUHAN GENRE ORANG MUDA HARAPAN BANGSA
ABSTRAK Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Menurut WHO batasan usia remaja adalah 10 tahun hingga 19 tahun. Batasan usia remaja yang digunak...
HUBUNGAN JENIS KELAMIN TERHADAP MOTIVASI REMAJA DALAM MELAKSANAKAN PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN DI MASA COVID - 19
HUBUNGAN JENIS KELAMIN TERHADAP MOTIVASI REMAJA DALAM MELAKSANAKAN PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN DI MASA COVID - 19
ABSTRAK Kasus terkonfirmasi COVID-19 pada seluruh rentang usia khususnya pada remaja tidak dapat dihindari. Perlu adanya motivasi dari remaja untuk melakukan perilaku 3M sebagai up...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Pendampingan Kader Posyandu Dalam Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja
Pendampingan Kader Posyandu Dalam Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja
Permasalahan kesehatan remaja di Indonesia semakin kompleks yang harus ditangani secara komprehensif dan terintegrasi dengan melibatkan unsur dari lintas program dan lintas sektor ...
PERILAKU KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA PUTRI KELAS X DI LIMA SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KABUPATEN MAROS
PERILAKU KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA PUTRI KELAS X DI LIMA SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KABUPATEN MAROS
Perilaku kesehatan reproduksi remaja saat ini cenderung kurang mendukung terciptanya remaja berkualitas. Angka aborsi di kalangan remaja saat ini diperkirakan sekitar 700 - 800 rib...
Hubungan Etika Komunikasi dengan Perilaku Remaja Generasi Z
Hubungan Etika Komunikasi dengan Perilaku Remaja Generasi Z
Abstract. Ethics comes from the Greek "ethos" meaning a place of residence, a meadow, a cage, customs, morals, character, feelings, and ways of thinking. But the word "tha etha" me...

Back to Top