Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

STUDI KOMPARATIF PEMIKIRAN ISMAIL RAJI AL-FARUQI DAN SYED MUHAMMAD NAQUIB AL-ATTAS

View through CrossRef
Menurut Echols dan Hasan Sadily, kata Islamisasi berasal dari bahasa Inggris islamization yang berarti pengislaman. Ketika mendengar istilah Islamisasi Ilmu pengetahuan, ada sebuah kesan bahwa ada sebagian ilmu yang tidak Islam sehingga perlu untuk diislamkan. Berbicara tentang islamisasi ilmu pengetahuan, biasanya rujukannya berpusat pada dua tokoh utama, yaitu Syed Muhammad Naquib Al-Attas dan Ismail Raji Al Faruqi. Antara al-Attas dengan al-Faruqi mempunyai kesamaan pandangan, seperti pada tataran epistemologi mereka sepakat bahwa ilmu tidak bebas nilai (value free) tetapi terikat (value bound) dengan nilai-nilai yang diyakini kebenarannya. Mereka juga sependapat bahwa ilmu mempunyai tujuan yang sama yang konsepsinya disandarkan pada prinsip metafisika, ontologi, epistemologi dan aksiologi dengan tauhid sebagai kuncinya. Walaupun cukup banyak persamaan yang terdapat di antara keduanya, dalam beberapa hal, secara prinsip, mereka berbeda. Untuk mensukseskan proyek Islamisasi, al-Attas lebih menekankan kepada subjek daripada ilmu, yaitu manusia, dengan melakukan pembersihan jiwa dan menghiasinya dengan sifat-sifat terpuji, sehingga dalam proses Islamisasi ilmu tersebut dengan sendirinya akan terjadi transformasi pribadi serta memiliki akal dan rohani yang telah menjadi Islam secara kaffah. Sedangkan al-Faruqi lebih menekankan pada objek Islamisasi yaitu disiplin ilmu itu sendiri.
Title: STUDI KOMPARATIF PEMIKIRAN ISMAIL RAJI AL-FARUQI DAN SYED MUHAMMAD NAQUIB AL-ATTAS
Description:
Menurut Echols dan Hasan Sadily, kata Islamisasi berasal dari bahasa Inggris islamization yang berarti pengislaman.
Ketika mendengar istilah Islamisasi Ilmu pengetahuan, ada sebuah kesan bahwa ada sebagian ilmu yang tidak Islam sehingga perlu untuk diislamkan.
Berbicara tentang islamisasi ilmu pengetahuan, biasanya rujukannya berpusat pada dua tokoh utama, yaitu Syed Muhammad Naquib Al-Attas dan Ismail Raji Al Faruqi.
Antara al-Attas dengan al-Faruqi mempunyai kesamaan pandangan, seperti pada tataran epistemologi mereka sepakat bahwa ilmu tidak bebas nilai (value free) tetapi terikat (value bound) dengan nilai-nilai yang diyakini kebenarannya.
Mereka juga sependapat bahwa ilmu mempunyai tujuan yang sama yang konsepsinya disandarkan pada prinsip metafisika, ontologi, epistemologi dan aksiologi dengan tauhid sebagai kuncinya.
Walaupun cukup banyak persamaan yang terdapat di antara keduanya, dalam beberapa hal, secara prinsip, mereka berbeda.
Untuk mensukseskan proyek Islamisasi, al-Attas lebih menekankan kepada subjek daripada ilmu, yaitu manusia, dengan melakukan pembersihan jiwa dan menghiasinya dengan sifat-sifat terpuji, sehingga dalam proses Islamisasi ilmu tersebut dengan sendirinya akan terjadi transformasi pribadi serta memiliki akal dan rohani yang telah menjadi Islam secara kaffah.
Sedangkan al-Faruqi lebih menekankan pada objek Islamisasi yaitu disiplin ilmu itu sendiri.

Related Results

Integrasi Ilmu Pengetahuan (Studi Kritis Tentang Konsep Islamisasi Ilmu Syed Muhammad Naquib Al-Attas Dan Ismail Raji Al-Faruqi)
Integrasi Ilmu Pengetahuan (Studi Kritis Tentang Konsep Islamisasi Ilmu Syed Muhammad Naquib Al-Attas Dan Ismail Raji Al-Faruqi)
Integrasi ilmu pengetahuan merupakan salah satu wacana sentral dalam upaya rekonstruksi epistemologi Islam kontemporer, yang direspons secara kritis oleh dua pemikir terkemuka: Sye...
PERTIMBANGAN MORAL DALAM EPISTEMOLOGI ISLAMISASI ILMU SYED NAQUIB AL-ATTAS
PERTIMBANGAN MORAL DALAM EPISTEMOLOGI ISLAMISASI ILMU SYED NAQUIB AL-ATTAS
Gerakan westernisasi ilmu pengetahuan menggugah pemikiran Syed Naquib Al Attas untuk membuat sebuah konsep tandingan, maka muncullah gerakan pemikiran Islamisasi Ilmu. Gerakan ini ...
Analisis Konsep Pendidikan Islam Menurut Syed Muhammad Naquib Al-Attas dengan Orientasi Pendidikan Islam
Analisis Konsep Pendidikan Islam Menurut Syed Muhammad Naquib Al-Attas dengan Orientasi Pendidikan Islam
Abstract. The era of globalization is characterized by quality competition which requires all parties in various fields, including the field of education, to always increase their ...
Pendidikan Islam Perspektif Syed Naquib Al Attas
Pendidikan Islam Perspektif Syed Naquib Al Attas
Education is the joint of life, so that humans are able to solve the problems that occur on this earth. According to Al Attas adab is one of the typical terms in the tradition of t...
Islamisasi Ilmu Pengetahuan Syed Muhammad Naquib Al-Attas Dan Isma’Il Raji Al-Faruqi
Islamisasi Ilmu Pengetahuan Syed Muhammad Naquib Al-Attas Dan Isma’Il Raji Al-Faruqi
Abstrak Islamisasi muncul karena kekhawatiran intelektual Muslim yang melihat umat Islam berada dalam krisis akibat penerapan ilmu pengetahuan Barat yang berbass sekuler. Konsep s...
Islamisasi Ilmu Pengetahuan Menurut Pemikiran Ismail Raji Al-Faruqi dan Syad Naquib Al-Attas
Islamisasi Ilmu Pengetahuan Menurut Pemikiran Ismail Raji Al-Faruqi dan Syad Naquib Al-Attas
Islamization emerged because of the concerns of Muslim intellectuals who saw that Muslims were in crisis due to the application of secular-based Western science. The secular concep...
Dakwah Islam Kontemporer Kajian Pemikiran Ismail Raji Al-Faruqi
Dakwah Islam Kontemporer Kajian Pemikiran Ismail Raji Al-Faruqi
This study aims to exlpore the concept of da'wah, the essence of da'wah, the nature of da'wah used by al-Fârûqî in the Muslim world community and non-Muslims, which is expected to ...
Ismail Raji Al-Faruqi's Ecotheology: The Concept of Environmental Sustainability Faith-Based
Ismail Raji Al-Faruqi's Ecotheology: The Concept of Environmental Sustainability Faith-Based
<p>This article explains an ecotheological view from Ismail Raji Al-Faruqi in overcoming the problem of environmental damage. This research uses literature or document study ...

Back to Top