Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pendidikan Agama Kristen sebagai Sarana Pembentukan Discernment Rohani: Eksegesis 1 Yohanes 4:1

View through CrossRef
Abstract: This study aims to analyse the role of Christian Religious Education (CRE) as a means for forming spiritual discernment based on an exegetical study of 1 John 4:1. The findings indicate that the command dokimazete ta pneumata (“test the spirits”) is a collective imperative that demands active and continuous engagement from the entire community of believers. Spiritual discernment in Scripture is understood as a Spirit-enabled capacity to evaluate teachings, spiritual experiences, and life decisions based on sound Christological confession and ethical fruit consistent with the Gospel. The study further reveals that spiritual discernment develops through the integration of wisdom, faith, and perseverance as complementary elements of spiritual formation. Pedagogically, CRE makes a strategic contribution by strengthening exegetically grounded theological understanding, cultivating mature and critical faith attitudes, and fostering sustained spiritual reflection. Therefore, CRE functions not merely as the transmission of religious knowledge but as a holistic faith formation process that nurtures believers’ spiritual sensitivity. Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Pendidikan Agama Kristen (PAK) sebagai sarana pembentukan discernment rohani berdasarkan eksegesis 1 Yohanes 4:1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perintah “δοκιμάζετε τὰ πνεύματα” (ujilah roh-roh) merupakan imperatif kolektif yang menuntut tindakan aktif dan berkelanjutan dari seluruh komunitas orang percaya. Discernment rohani dalam Kitab Suci dipahami sebagai kemampuan yang bersumber dari Roh Kudus untuk menilai ajaran, pengalaman rohani, dan keputusan hidup berdasarkan pengakuan Kristologis yang benar serta buah kehidupan yang selaras dengan Injil. Penelitian ini juga menemukan bahwa discernment rohani bertumbuh melalui integrasi hikmat, iman, dan ketekunan sebagai unsur formasi spiritual yang saling melengkapi. Dalam kerangka pedagogis, PAK memiliki kontribusi strategis melalui penguatan pemahaman teologis berbasis eksegesis, pembentukan sikap iman yang kritis dan dewasa, serta pembiasaan refleksi rohani yang berkelanjutan. Dengan demikian, PAK berfungsi sebagai proses formasi iman yang holistik untuk membangun kepekaan rohani orang percaya
Title: Pendidikan Agama Kristen sebagai Sarana Pembentukan Discernment Rohani: Eksegesis 1 Yohanes 4:1
Description:
Abstract: This study aims to analyse the role of Christian Religious Education (CRE) as a means for forming spiritual discernment based on an exegetical study of 1 John 4:1.
The findings indicate that the command dokimazete ta pneumata (“test the spirits”) is a collective imperative that demands active and continuous engagement from the entire community of believers.
Spiritual discernment in Scripture is understood as a Spirit-enabled capacity to evaluate teachings, spiritual experiences, and life decisions based on sound Christological confession and ethical fruit consistent with the Gospel.
The study further reveals that spiritual discernment develops through the integration of wisdom, faith, and perseverance as complementary elements of spiritual formation.
Pedagogically, CRE makes a strategic contribution by strengthening exegetically grounded theological understanding, cultivating mature and critical faith attitudes, and fostering sustained spiritual reflection.
Therefore, CRE functions not merely as the transmission of religious knowledge but as a holistic faith formation process that nurtures believers’ spiritual sensitivity.
Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Pendidikan Agama Kristen (PAK) sebagai sarana pembentukan discernment rohani berdasarkan eksegesis 1 Yohanes 4:1.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perintah “δοκιμάζετε τὰ πνεύματα” (ujilah roh-roh) merupakan imperatif kolektif yang menuntut tindakan aktif dan berkelanjutan dari seluruh komunitas orang percaya.
Discernment rohani dalam Kitab Suci dipahami sebagai kemampuan yang bersumber dari Roh Kudus untuk menilai ajaran, pengalaman rohani, dan keputusan hidup berdasarkan pengakuan Kristologis yang benar serta buah kehidupan yang selaras dengan Injil.
Penelitian ini juga menemukan bahwa discernment rohani bertumbuh melalui integrasi hikmat, iman, dan ketekunan sebagai unsur formasi spiritual yang saling melengkapi.
Dalam kerangka pedagogis, PAK memiliki kontribusi strategis melalui penguatan pemahaman teologis berbasis eksegesis, pembentukan sikap iman yang kritis dan dewasa, serta pembiasaan refleksi rohani yang berkelanjutan.
Dengan demikian, PAK berfungsi sebagai proses formasi iman yang holistik untuk membangun kepekaan rohani orang percaya.

Related Results

Pembentukan Hidup Rohani terhadap Karakter Calon Guru Pendidikan Agama Katolik
Pembentukan Hidup Rohani terhadap Karakter Calon Guru Pendidikan Agama Katolik
Tujuan penelitian adalah mengetahui unsur pembentukan kehidupan rohani yang terimplementasikan terhadap karakter calon guru PAK. Bentuk penelitian  kualitatif menggunakan teknik pe...
Keilmuan Pendidikan Agama Kristen
Keilmuan Pendidikan Agama Kristen
Pendidikan Agama Kristen terus berkembang dan dilaksanakan dari generasi ke generasi bukan hanya karena perintah Tuhan semata-mata (Ul.6), tetapi menjadi suatu kebutuhan bagi gerej...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
LANDASAN HISTORIS PENDIDIKAN KRISTEN DAN RELEVANSINYA DALAM PENDIDIKAN KRISTEN MASA KINI
LANDASAN HISTORIS PENDIDIKAN KRISTEN DAN RELEVANSINYA DALAM PENDIDIKAN KRISTEN MASA KINI
Pendidikan merupakan bagian dari proses pembentukan manusia. Tulisan ini berjudul landasan historis pendidikan Kristen. Sebagai bagian dari proses pembentukan, pendidikan Kristen m...
Korelasi Pendidikan Agama Islam Dengan Pembentukan Akhlak Al-Karimah Pada Siswa Kelas VIII Di SMP Negeri 2 Campalagian
Korelasi Pendidikan Agama Islam Dengan Pembentukan Akhlak Al-Karimah Pada Siswa Kelas VIII Di SMP Negeri 2 Campalagian
Penelitian ini dilatar belakangi oleh pendapat para ahli yang menyatakan bahwa tujuan Pendidikan Agama Islam adalah pembentukan akhlak. Salah satu masalah yang banyak mendapat soro...
PANDANGAN IMAN KRISTEN TERHADAP ILMU PENGETAHUAN DAN APLIKASINYA BAGI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN
PANDANGAN IMAN KRISTEN TERHADAP ILMU PENGETAHUAN DAN APLIKASINYA BAGI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN
Pergumulan antara iman Kristen dan ilmu pengetahuan sepanjang sejarah kehidupan banyak menimbulkan pro dan kontra. Tetapi apakah benar iman Kristen menentang ilmu pengetahuan dan j...
“Kamu Bukan dari Dunia”: Relevansi Konsep Dunia dalam Injil Yohanes bagi Spiritualitas Kristen
“Kamu Bukan dari Dunia”: Relevansi Konsep Dunia dalam Injil Yohanes bagi Spiritualitas Kristen
Konsep “dunia” (kosmos) dalam Injil Yohanes merupakan salah satu tema teologis yang paling kompleks dan ambivalen dalam Perjanjian Baru. Injil Yohanes menampilkan dunia sebagai cip...

Back to Top