Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Kelayakan Usaha Ternak Sapi Potong di Kabupaten Nagekeo

View through CrossRef
Kabupaten Nagekeo merupakan salah satu wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang memiliki potensi besar dalam pengembangan usaha ternak sapi karena didukung ketersediaan padang penggembalaan, kondisi agroekologi yang sesuai, dan budaya beternak masyarakat. Namun, penurunan populasi sapi dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa potensi tersebut belum diimbangi pengelolaan usaha yang optimal. Keterbatasan pemeliharaan, penyediaan pakan, reproduksi, kesehatan ternak, dan pemasaran dapat memengaruhi produktivitas, pendapatan, dan kelayakan finansial usaha. Penelitian ini bertujuan menganalisis pendapatan tunai dan kelayakan usaha ternak sapi di Kabupaten Nagekeo. Penentuan contoh dilakukan melalui purposive sampling pada tingkat kecamatan dan desa/kelurahan berdasarkan populasi ternak dan akses pasar, serta non-proportional random sampling terhadap 100 responden. Data dikumpulkan melalui survei, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis meliputi input-output dan kelayakan usaha menggunakan R/C, B/C, PBP, dan BEP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan tunai usaha ternak sapi sebesar Rp1.204.115 per tahun, sedangkan pendapatan atas biaya total sebesar Rp18.889.368 per tahun. Perbedaan tersebut disebabkan pendapatan tunai hanya memperhitungkan penerimaan dan biaya yang dibayarkan secara tunai, sedangkan pendapatan atas biaya total mencakup seluruh biaya produksi, termasuk tenaga kerja keluarga dan pakan dari sumber daya sendiri. Nilai R/C sebesar 1,71, B/C 0,71, PBP 2,22 tahun, BEP 0,50 Satuan Ternak, dan BEP rupiah Rp3.609.735 menunjukkan usaha layak secara finansial. Hasil ini menunjukkan bahwa pengembangan usaha dapat diarahkan pada peningkatan efisiensi pemeliharaan, penyediaan pakan, pengelolaan biaya, dan pemasaran untuk meningkatkan pendapatan dan keberlanjutan usaha peternak.
Title: Analisis Kelayakan Usaha Ternak Sapi Potong di Kabupaten Nagekeo
Description:
Kabupaten Nagekeo merupakan salah satu wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang memiliki potensi besar dalam pengembangan usaha ternak sapi karena didukung ketersediaan padang penggembalaan, kondisi agroekologi yang sesuai, dan budaya beternak masyarakat.
Namun, penurunan populasi sapi dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa potensi tersebut belum diimbangi pengelolaan usaha yang optimal.
Keterbatasan pemeliharaan, penyediaan pakan, reproduksi, kesehatan ternak, dan pemasaran dapat memengaruhi produktivitas, pendapatan, dan kelayakan finansial usaha.
Penelitian ini bertujuan menganalisis pendapatan tunai dan kelayakan usaha ternak sapi di Kabupaten Nagekeo.
Penentuan contoh dilakukan melalui purposive sampling pada tingkat kecamatan dan desa/kelurahan berdasarkan populasi ternak dan akses pasar, serta non-proportional random sampling terhadap 100 responden.
Data dikumpulkan melalui survei, wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Analisis meliputi input-output dan kelayakan usaha menggunakan R/C, B/C, PBP, dan BEP.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan tunai usaha ternak sapi sebesar Rp1.
204.
115 per tahun, sedangkan pendapatan atas biaya total sebesar Rp18.
889.
368 per tahun.
Perbedaan tersebut disebabkan pendapatan tunai hanya memperhitungkan penerimaan dan biaya yang dibayarkan secara tunai, sedangkan pendapatan atas biaya total mencakup seluruh biaya produksi, termasuk tenaga kerja keluarga dan pakan dari sumber daya sendiri.
Nilai R/C sebesar 1,71, B/C 0,71, PBP 2,22 tahun, BEP 0,50 Satuan Ternak, dan BEP rupiah Rp3.
609.
735 menunjukkan usaha layak secara finansial.
Hasil ini menunjukkan bahwa pengembangan usaha dapat diarahkan pada peningkatan efisiensi pemeliharaan, penyediaan pakan, pengelolaan biaya, dan pemasaran untuk meningkatkan pendapatan dan keberlanjutan usaha peternak.

Related Results

Pengembangan Sistem Integrasi Tanaman Tebu-Sapi Potong di Jawa Timur
Pengembangan Sistem Integrasi Tanaman Tebu-Sapi Potong di Jawa Timur
English Capacity of land-based forage beef cattle farming is lim ited. Integrated sugarcane and beef cattle farming is an alternative to increase cattle population and domestic bee...
Kapasitas Peningkatan Populasi Ternak Sapi Perah di Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat
Kapasitas Peningkatan Populasi Ternak Sapi Perah di Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat
Pengembangan peternakan sapi perah saat ini menunjukan prospek yang lebih baik dan berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat. Perlu dilihat lebih lanjut sejauh mana day...
LAYANAN INFORMASI PENGENALAN KEBUDAYAAN KABUPATEN NAGEKEO BERBASIS WEB
LAYANAN INFORMASI PENGENALAN KEBUDAYAAN KABUPATEN NAGEKEO BERBASIS WEB
Nagekeo Regency is one of the regencies in East Nusa Tenggara (NTT) Province. District Nagekeo consists of seven sub-districts that have various cultures. Nagekeo Regency is a fair...
PEWARISAN BUDAYA SAPI SONOK SEBAGAI AKTIVITAS BELAJAR INFORMAL BAGI MASYARAKAT MADURA
PEWARISAN BUDAYA SAPI SONOK SEBAGAI AKTIVITAS BELAJAR INFORMAL BAGI MASYARAKAT MADURA
RINGKASANIkbar, A.Nauvalul. 2020. Pewarisan Budaya Sapi Sonok Sebagai Aktivitas Belajar Informal Bagi Masyarakat Madura. Tesis. Program Studi S-2 Pendidikan Luar Sekolah. Pasca Sar...
ANALISIS PENDAPATAN USAHA PETERNAKAN SAPI POTONG DI KECAMATAN TANAH SEPENGGAL LINTAS KABUPATEN BUNGO
ANALISIS PENDAPATAN USAHA PETERNAKAN SAPI POTONG DI KECAMATAN TANAH SEPENGGAL LINTAS KABUPATEN BUNGO
Penelitian telah dilaksanakan pada tanggal 06 Mei 2018 sampai dengan tanggal 28 Mei 2018 di Dusun Simpang Tebing Tinggi Lintas dan Dusun Pematang Panjang Kecamatan Tanah Sepenggal ...
Korelasi Bobot Potong terhadap Produksi Karkas Ternak Sapi Bali di RPH Kota Kefamenanu
Korelasi Bobot Potong terhadap Produksi Karkas Ternak Sapi Bali di RPH Kota Kefamenanu
Penelitian ini telah dilaksanakan di RPH Kota Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara selama 2 bulan dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan bobot potong te...
Manajemen Rantai Pasok Komoditas Ternak dan Daging Sapi
Manajemen Rantai Pasok Komoditas Ternak dan Daging Sapi
<p>Beef products demand keeps increasing and its domestic supply is insufficient. Domestic beef production to meet domestic demand is one of priorities in the 2015-2019 Strat...
Pengelolaan Limbah Ternak
Pengelolaan Limbah Ternak
Limbah adalah sisa proses produksi atau bahan yang tak bernilai, tak berharga, atau tidak laku dijual. Limbah ternak dibentuk dari pakan yang tersisa dari proses pencernaan. Pakan ...

Back to Top