Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Kajian Unsur Kosa Kata dan Diksi di dalam Puisi "Tiga Tangga Sama, Kau Daki Berulang Kali" Karya Taufiq Ismail.

View through CrossRef
Puisi adalah sebuah karya sastra yang meluapkan emosi atau perasaan dari penyair dengan menggunakan imajinasi dan berbagai rangkaian kata yang indah. Puisi didasari berbagai gaya bahasa yang indah untuk mendukung kepuitisannya. Puisi juga terdiri dari diksi dan kosa kata. Diksi berarti pemilihan kata untuk membuat puisi tersebut menjadi lebih puitis. Penyair puisi tidak menggunakan diksi yang umum karena itu tidak meningkatkan kepuitisan puisi. Diksi yang digunakan biasanya jarang terdengar dan memiliki makna yang tak terduga. Kosa kata yang digunakan oleh penyair puisi biasanya bersifat umum. Namun, terlihat unik karena perpaduan dengan diksi. Kepuitisan puisi dinilai dinilai dari dua hal tersebut. Kepuitisan terjadi karena adanya rangkaian kata yang ditulis oleh penyair membuat pembacanya menjadi terbawa suasana ketika membacanya. Puisi yang ditulis oleh penyair biasanya memiliki makna tersirat atau tersurat. Makna puisi yang tersirat membuat pembacanya menjadi lebih tertarik untuk mengkaji lebih dalam terkait puisi yang dibacanya.
Center for Open Science
Title: Analisis Kajian Unsur Kosa Kata dan Diksi di dalam Puisi "Tiga Tangga Sama, Kau Daki Berulang Kali" Karya Taufiq Ismail.
Description:
Puisi adalah sebuah karya sastra yang meluapkan emosi atau perasaan dari penyair dengan menggunakan imajinasi dan berbagai rangkaian kata yang indah.
Puisi didasari berbagai gaya bahasa yang indah untuk mendukung kepuitisannya.
Puisi juga terdiri dari diksi dan kosa kata.
Diksi berarti pemilihan kata untuk membuat puisi tersebut menjadi lebih puitis.
Penyair puisi tidak menggunakan diksi yang umum karena itu tidak meningkatkan kepuitisan puisi.
Diksi yang digunakan biasanya jarang terdengar dan memiliki makna yang tak terduga.
Kosa kata yang digunakan oleh penyair puisi biasanya bersifat umum.
Namun, terlihat unik karena perpaduan dengan diksi.
Kepuitisan puisi dinilai dinilai dari dua hal tersebut.
Kepuitisan terjadi karena adanya rangkaian kata yang ditulis oleh penyair membuat pembacanya menjadi terbawa suasana ketika membacanya.
Puisi yang ditulis oleh penyair biasanya memiliki makna tersirat atau tersurat.
Makna puisi yang tersirat membuat pembacanya menjadi lebih tertarik untuk mengkaji lebih dalam terkait puisi yang dibacanya.

Related Results

Kajian Semiotika pada Kumpulan Puisi Nyanyian Pesisir Karya Marsel Robot
Kajian Semiotika pada Kumpulan Puisi Nyanyian Pesisir Karya Marsel Robot
Kumpulan puisi Nyanyian Pesisir karya Marsel Robot merupakan objek kajian dalam artikel ini. Puisi mengekpresikan pengalaman, pengetahuan, dan perasaan ...
Membaca Puisi
Membaca Puisi
Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra. Secara etimologis kata puisi berasal dari bahasa Yunani poeima yang berarti membuat atau poeisis yang berarti pembuatan, dalam bahasa I...
Membaca Puisi
Membaca Puisi
Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra. Secara etimologis kata puisi berasal dari bahasa Yunani poeima yang berarti membuat atau poeisis yang berarti pembuatan, dalam bahasa I...
APRESIASI PUISI DALAM GERAKAN LITERASI
APRESIASI PUISI DALAM GERAKAN LITERASI
Memahami puisi dan memahami prosa ada bedanya. Ini disebabkan karena bahasa yang digunakan dalam puisi berbeda dengan yang dipakai prosa. Memahami puisi mungkin sedikit lebih rumit...
ANALISIS SEMIOTIKA RIFFATERRE PADA PUISI BARU KARYA SULTAN TAKDIR ALISJAHBANA
ANALISIS SEMIOTIKA RIFFATERRE PADA PUISI BARU KARYA SULTAN TAKDIR ALISJAHBANA
Bahasa merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan. Aktivitas Bahasa mengenal adanya empat keterampilan berbahasa yaitu, mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis....

Back to Top