Javascript must be enabled to continue!
Rancang Bangun Sistem Tata Suara Dan Instalasi Audio di Lingkungan Masjid Usman Fahad Al-Mas’ud Desa Bojanegara Kecamatan Padamara Purbalingga.
View through CrossRef
Tempat ibadah umat Islam merupakan area strategis tempat untuk komunikasi dan media yang efektif untuk menyampaikan pesan moral dari para pembicara, khotib, atau ustad kepada para pengikutnya. Pesan akan tersampaikan baik jika kualitas audio juga baik sehingga jelas untuk didengarkan. Ketika sistem tata suara di masjid buruk misalnya suara tidak jelas, muncul feedback bahkan kerusakan speaker akan menjadi masalah bagi jamaah saat menerima informasi dari penceramah. Pada masjid Usman Fahad Al-Mas’ud yang sedang proses finalisasi pembangunan dibutuhkan sistem instalasi audio yang baik dan berkualitas. Sistem audio yang lama sudah tidak layak, sering mengalami kerusakan karena Speaker dan horn dicatu oleh Amplifier berdaya 120 watt tanpa pengatur audio (mixer), mengakibatkan speaker menjadi rentan terhadap kerusakan ketika ada feecback atau setting volume berlebihan. Metode yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu melakukan observasi dan analisis spesifikasi pada peralatan sound sistem yang sudah terpasang. Hasil dari analisis sistem audio tersebut adalah dengan menerapkan sistem audio untuk sound dalam ruangan dengan menggunakan mixer dan amplifer 120 watt, 4 speaker impedansi 4 ohm dan sound untuk luar ruangan dengan amplifier 120 watt , 4 horn berdaya 25 watt impedansi 4 ohm. Hasil penerapan sistem tersebut memberikan kualitas suara yang jelas tanpa distorsi dan kehandalan pada sistem audionya dengan rata rata kuat suara 60-80 desibel.Kata kunci: audio, speaker, masjid, amplifier ABSTRACTPlaces of worship for Muslims are strategic areas for communication and effective media to convey moral messages from speakers, preachers or religious teachers to their followers. The message will be conveyed well if the audio quality is also good so that it is clear to listen to. When the sound system at the mosque is bad, for example, the sound is not clear, feedback appears, and even damaged speakers will become a problem for the congregation when receiving information from the speaker. At the Usman Fahad Al-Mas'ud mosque, which is in the process of finalizing development, a good and quality audio installation system is needed. The old audio system was no longer viable, often damaged because the speakers and horn were powered by a 120 watt amplifier without an audio controller (mixer), causing the speakers to be vulnerable to damage when there was feedback or excessive volume settings. The method used to overcome this problem is to observe and analyze the specifications of the sound system equipment that has been installed. The results of the analysis of the audio system are implementing an audio system for indoor sound using a 120 watt mixer and amplifer, 4 impedance speakers of 4 ohms and outdoor sound with a 120 watt amplifier, 4 horns with a power of 25 watts with an impedance of 4 ohms. The results of implementing this system provide clear sound quality without distortion and reliability in the audio system with an average sound power of 60-80 decibels.
Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Title: Rancang Bangun Sistem Tata Suara Dan Instalasi Audio di Lingkungan Masjid Usman Fahad Al-Mas’ud Desa Bojanegara Kecamatan Padamara Purbalingga.
Description:
Tempat ibadah umat Islam merupakan area strategis tempat untuk komunikasi dan media yang efektif untuk menyampaikan pesan moral dari para pembicara, khotib, atau ustad kepada para pengikutnya.
Pesan akan tersampaikan baik jika kualitas audio juga baik sehingga jelas untuk didengarkan.
Ketika sistem tata suara di masjid buruk misalnya suara tidak jelas, muncul feedback bahkan kerusakan speaker akan menjadi masalah bagi jamaah saat menerima informasi dari penceramah.
Pada masjid Usman Fahad Al-Mas’ud yang sedang proses finalisasi pembangunan dibutuhkan sistem instalasi audio yang baik dan berkualitas.
Sistem audio yang lama sudah tidak layak, sering mengalami kerusakan karena Speaker dan horn dicatu oleh Amplifier berdaya 120 watt tanpa pengatur audio (mixer), mengakibatkan speaker menjadi rentan terhadap kerusakan ketika ada feecback atau setting volume berlebihan.
Metode yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu melakukan observasi dan analisis spesifikasi pada peralatan sound sistem yang sudah terpasang.
Hasil dari analisis sistem audio tersebut adalah dengan menerapkan sistem audio untuk sound dalam ruangan dengan menggunakan mixer dan amplifer 120 watt, 4 speaker impedansi 4 ohm dan sound untuk luar ruangan dengan amplifier 120 watt , 4 horn berdaya 25 watt impedansi 4 ohm.
Hasil penerapan sistem tersebut memberikan kualitas suara yang jelas tanpa distorsi dan kehandalan pada sistem audionya dengan rata rata kuat suara 60-80 desibel.
Kata kunci: audio, speaker, masjid, amplifier ABSTRACTPlaces of worship for Muslims are strategic areas for communication and effective media to convey moral messages from speakers, preachers or religious teachers to their followers.
The message will be conveyed well if the audio quality is also good so that it is clear to listen to.
When the sound system at the mosque is bad, for example, the sound is not clear, feedback appears, and even damaged speakers will become a problem for the congregation when receiving information from the speaker.
At the Usman Fahad Al-Mas'ud mosque, which is in the process of finalizing development, a good and quality audio installation system is needed.
The old audio system was no longer viable, often damaged because the speakers and horn were powered by a 120 watt amplifier without an audio controller (mixer), causing the speakers to be vulnerable to damage when there was feedback or excessive volume settings.
The method used to overcome this problem is to observe and analyze the specifications of the sound system equipment that has been installed.
The results of the analysis of the audio system are implementing an audio system for indoor sound using a 120 watt mixer and amplifer, 4 impedance speakers of 4 ohms and outdoor sound with a 120 watt amplifier, 4 horns with a power of 25 watts with an impedance of 4 ohms.
The results of implementing this system provide clear sound quality without distortion and reliability in the audio system with an average sound power of 60-80 decibels.
.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
KOMPARASI TATA MASSA DAN RUANG PADA MASJID AGUNG SANG CIPTA RASA CIREBON DAN MASJID GEDHE KAUMAN YOGYAKARTA
KOMPARASI TATA MASSA DAN RUANG PADA MASJID AGUNG SANG CIPTA RASA CIREBON DAN MASJID GEDHE KAUMAN YOGYAKARTA
Abstrak- Penyebaran Islam di Indonesia meninggalkan keberagaman budaya akibat adanya akulturasi khususnya di Pulau Jawa. Di antaranya adalah ritual-ritual atau aktivitas asli Jawa ...
PEMBERDAYAAN MASJID: Pembinaan Masjid agar Menjadi Masjid yang Makmur di Masjid Al-Huda Dusun Darussalam Desa Jatimulyo Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember
PEMBERDAYAAN MASJID: Pembinaan Masjid agar Menjadi Masjid yang Makmur di Masjid Al-Huda Dusun Darussalam Desa Jatimulyo Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember
Pemberdayaan ini bertujuan untuk mendampingi pembinaan masjid agar menjadi masjid yang makmur di Masjid Al-Huda Dusun Darussalam Desa Jatimulyo Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember...
Tingkat Adopsi Petani pada Sistem Tanam Jajar Legowo
Tingkat Adopsi Petani pada Sistem Tanam Jajar Legowo
Latar belakang: Topik penelitian yang dilakukan adalah tingkat adopsi terhadap sistem tanam padi secara jajar legowo pada budidaya padi sawah. Penelitian ini dilaksanakan di desa D...
Mekanisme Pengupahan (Ujrah) pada Pengurus Masjid di Kabupaten Kubu Raya: Suatu Tinjauan Syariah
Mekanisme Pengupahan (Ujrah) pada Pengurus Masjid di Kabupaten Kubu Raya: Suatu Tinjauan Syariah
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan mekanisme pengupahan (ujrah) pada pengurus masjid di Kabupaten Kubu Raya dan menilai apakah mekanisme pengupahan (ujrah) pada peng...
ANALISIS PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI MASJID
ANALISIS PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI MASJID
Latar belakang: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu komponen penting dalam pembangunan kesehatan sehingga dapat terwujudnya derajat kesehatan secara optimal...
No Sudden Audio Switch – Preventing discontinuous POI audio playing in LBS
No Sudden Audio Switch – Preventing discontinuous POI audio playing in LBS
Abstract. Many LBS applications provide automatic audio playing functions for introducing POI’s. Appropriate automatic audio playing can improve users’ expressions during traveling...
TATA KELOLA ADMINISTRASI DESA DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA RANTAU ASEM KECAMATAN KATINGAN KABUPATEN KATINGAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
TATA KELOLA ADMINISTRASI DESA DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA RANTAU ASEM KECAMATAN KATINGAN KABUPATEN KATINGAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
Sistem pemerintahan di Indonesia diselenggarakan secara bertingkat mulai dari pemerintahan pusat, provinsi, kabupaten/kota dan pemerintahan desa. Pada level pemerintahan desalah se...

