Javascript must be enabled to continue!
Analisis Kesiapan Belajar Siswa Kelas IV Pada Materi Luas Bangun Datar Melalui Instrumen Hukum Kekekalan Luas
View through CrossRef
Pembelajaran luas bangun datar memerlukan kesiapan konseptual siswa terkait prinsip kekekalan luas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesiapan belajar siswa melalui instrumen Hukum Kekekalan Luas sebagai asesmen diagnostik awal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas 33 siswa kelas IV dan seorang guru di salah satu sekolah dasar di Kota Tasikmalaya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan berupa aktivitas manipulatif menggunakan media tangram yang disusun berdasarkan prinsip identitas, reversibilitas, dan kompensasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 9 siswa berada pada kategori siap, 17 siswa pada kategori cukup siap, dan 7 siswa pada kategori belum siap. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah memiliki pemahaman awal mengenai konsep luas bangun datar, tetapi belum mampu menerapkannya secara konsisten pada berbagai situasi yang melibatkan prinsip-prinsip hukum kekekalan luas. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa instrumen Hukum Kekekalan Luas dapat digunakan sebagai alternatif asesmen diagnostik untuk mengidentifikasi kesiapan belajar siswa dan membantu guru merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Universitas PGRI Yogyakarta
Title: Analisis Kesiapan Belajar Siswa Kelas IV Pada Materi Luas Bangun Datar Melalui Instrumen Hukum Kekekalan Luas
Description:
Pembelajaran luas bangun datar memerlukan kesiapan konseptual siswa terkait prinsip kekekalan luas.
Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesiapan belajar siswa melalui instrumen Hukum Kekekalan Luas sebagai asesmen diagnostik awal.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.
Subjek penelitian terdiri atas 33 siswa kelas IV dan seorang guru di salah satu sekolah dasar di Kota Tasikmalaya.
Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi.
Instrumen yang digunakan berupa aktivitas manipulatif menggunakan media tangram yang disusun berdasarkan prinsip identitas, reversibilitas, dan kompensasi.
Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 9 siswa berada pada kategori siap, 17 siswa pada kategori cukup siap, dan 7 siswa pada kategori belum siap.
Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah memiliki pemahaman awal mengenai konsep luas bangun datar, tetapi belum mampu menerapkannya secara konsisten pada berbagai situasi yang melibatkan prinsip-prinsip hukum kekekalan luas.
Penelitian ini mengimplikasikan bahwa instrumen Hukum Kekekalan Luas dapat digunakan sebagai alternatif asesmen diagnostik untuk mengidentifikasi kesiapan belajar siswa dan membantu guru merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Related Results
Penggunaan Media Pembelajaran e-Learning Berbasis Web untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas VII
Penggunaan Media Pembelajaran e-Learning Berbasis Web untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas VII
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan gambaran hasil pre-test siswa kelas eksperimen dan siswa kelas kontrol pada materi pokok suhu dan perubahannya, (2) mendeskrips...
Media Pembelajaran Matematika Materi Pokok Bagun Datar Berbasis Augmented Reality
Media Pembelajaran Matematika Materi Pokok Bagun Datar Berbasis Augmented Reality
Abstract: Flat shape is one of the subjects in mathematics taught by elementary school students. However, studying the material for flat shapes, students memorize the formulas for...
Pengaruh Fasilitas Belajar dan Motivasi Belajar terhadap Kedisiplinan Belajar Siswa
Pengaruh Fasilitas Belajar dan Motivasi Belajar terhadap Kedisiplinan Belajar Siswa
Kedisiplinan dalam proses pendidikan sangat diperlukan karena bukan hanya untuk menjaga kondisi suasana belajar dan mengajar dengan lancar tetapi juga untuk menciptakan pribadi yan...
Analisis Kesulitan Belajar Siswa Kelas IV Materi Bangun Datar di Sekolah Dasar
Analisis Kesulitan Belajar Siswa Kelas IV Materi Bangun Datar di Sekolah Dasar
Matematika menjadi satu pengetahuan harus dipahami sejak dini karena keterkaitannya dengan pengetahuan yang lainnya sangatlah kuat untuk melanjutkan pada jenjang berikutnya. Materi...
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI BANGUN DATAR DI KELAS IV SD
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI BANGUN DATAR DI KELAS IV SD
Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan kesulitan yang dialami oleh siswa kelas IV SD Negeri 2 Wanci dalam menyelesaikan soal-soal bangun datar, (2) Mendeskripsikan faktor...
PENERAPAN PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING DENGAN METODE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATERI BANGUN DATAR SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 TAMBAKMULYA
PENERAPAN PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING DENGAN METODE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATERI BANGUN DATAR SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 TAMBAKMULYA
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan penerapan pembelajaran Blended Learning dengan metode Numbered Head Together (NHT) materi bangun datar kelas IV SD Negeri 1 Tamba...
Tugas Geometri
Tugas Geometri
Matematika sebagai mata pelajaran eksak, mengkaji berbagai hal sistematis yang lekat dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.. Materi matematika antara lain mencakup penguk...
Analisis Respon Siswa Terhadap Pengoptimalan Alat Peraga Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V di SDN Koripan Bungkal Ponorogo
Analisis Respon Siswa Terhadap Pengoptimalan Alat Peraga Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V di SDN Koripan Bungkal Ponorogo
Guru di SDN Koripan menggunakan alat peraga dalam setiap pembelajarannya terumata pada mata pelajaran IPA. Guru menggunakan alat peraga sebagai alat bantu untuk menjelaskan kepada ...

